Tag Archive | tujuan pacaran Kristen

Step-step buat Move On: Putus Pacar

Dating INSIGHT

After A Break Up 1

Step-Step buat Move On

Saksikan dating INSIGHT live di Studio Maestro Bandung Klik link ini

Putus cinta. Siapa sih yang mau? Rasanya ga enak banget. Namun siapa sangka, tiba-tiba saja dia datang tanpa diundang. Putus cinta bisa menghampiri siapa saja. Ga ada pengecualian. Dampak putus cinta berbeda-beda pada orang yang satu dengan yang lain, sangat tergantung dari respon pribadi terhadap kejadian menyakitkan ini.

Ini sebuah puisi dari saya: broken heart A2

Masa Dating itu adalah masa yang sangat penting. Jangan sampai sinting.

Harus tahan banting. Walau keadaannya genting.

Sedikit puisi berakhiran –ing, agar kamu jangan pusing. Tujuh keliling!

Masa pacaran biasanya dipakai untuk mengenal sang pujaan hati. Kalau menemukan dia orang yang tepat, berserulah,“Puji Tuhan!” dan ajaklah dia menikah. Namun kenyataannya, seseorang tidak selalu dapat langsung bertemu The ONE-nya.

Saya sendiri mengalami. Pacaran selama 5 tahun dengan pacar pertama, akhirnya harus berakhir, putus cinta! Liana juga, 4 tahun pacaran, terus ‘loe gue end.’

Berani memulai hubungan cinta, berani pula menerima pahitnya cinta. Diputusin. Continue reading

R2: Say No To Premarital Sex, Why?

Respecting Your Date Say No to Premarital Sex: Why?

Dampak Seks Pranikah dalam kehidupan

Masa-masa pacaran adalah masa yang tak terlupakan, penuh memori sukacita! Terbersit kenangan indah kala itu, membuat saya (Liana) sering senyam-senyum sendiri, adrenalin terpacu, semangat kembali mengalir. Perasaan kangen menyelimuti seluruh pikiran dan perasaan. Kalo saat itu lagi terpisah dengan Pak Khui Fa, langsung deh buru-buru angkat telepon. Mendengar suaranya saja, seperti meneguk segelas air segar, menghilangkan dahaga rindu yang mendera.

Bayangkan, andaikata dulu di masa-masa pacaran, ada batasan-batasan yang kami langgar, pastilah ternoda memori-memori indah itu. Apa batasan-batasan yang harus dijaga dalam masa pacaran agar memori indah itu tidak tercemar?

Inilah Firman Tuhan yang menjadi panduan: Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Salah satu tujuan pacaran adalah mendukung pasangan untuk bertumbuh. Bertumbuh kepribadian, juga kerohaniannya. Kerohanian erat hubungannya dengan Tuhan. Dari Firman-Nya, kita tahu bahwa Tuhan akan menghakimi orang-orang sundal dan pezinah. Pelanggaran terhadap Firman-Nya, bikin hati nurani menderita, serta malu berhadapan dengan Tuhan. Karenanya, janganlah karena tidak mampu menguasai diri dalam perkara seksual, akhirnya malah menjerat diri kita dan pasangan. Taat kepada Firman Tuhan, rindu menjaga kekudusan, memberikan yang terbaik bagi sang kekasih, harus ditempatkan lebih utama daripada keinginan pribadi untuk mendapatkan keuntungan dari hubungan di masa pacaran.

Banyak pria berkata pada kekasihnya, “Kalau kamu sungguh-sungguh mencintaiku, buktikan dong!” (buktikan dengan rela melakukan hubungan intim). Jangan tertipu dengan kata-kata semacam ini. BAHAYA! Pasti “Evil”. Jawab saja, “Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu tidak akan meminta hal yang merugikan saya!” Cinta berarti menghargai kekasih sebagai pribadi seutuhnya dengan turut menjaga kekudusannya. Continue reading

Pasangan Sepadan menuju Mutuality

Equally Yokes Relationship 2

Kerjasama dalam Kesepadanan

Pasangan sepadan seperti apa sih? Nonton via Youtube KLik aja di sini.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Sepadan adalah Corresponding to Himself atau simplenya kita sebut aja ‘nyambung’. Hawa tersambung pada Adam, toh Hawa berasal dari tulang rusuk Adam. Apa tujuan yang direncanakan Tuhan buat sejoli ini? Kala manusia pertama diciptakan, Allah berfirman: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala bintang yang merayap di bumi.”

Mandat yang diberikan Allah ini, jelas tidak bisa dilakukan seorang diri oleh manusia. Allah tahu, karenanya Tuhan Allah berkata, “Tidak baik manusia itu seorang diri saja…”, dan Dia bertindak! Diciptakan-Nya penolong yang sepadan, Hawa. “Ini baru PAS! COCOK! Sepadan! Nyambung!” seru Adam saat dia bertemu Hawa. Sebelumnya, Adam hanya ditemani binatang hutan, ternak, burung… ndak ada yang cocok. Ga equall. Ga nyambung. Adam ngomong apa, di situ nyahutnya cuit cuit, aum-aum, mooo….

‘Nyambung’ buat apa? Buat bekerja sama untuk mengerjakan tugas yang telah dirancangkan Allah. Menjadi Partner-nya sang Pencipta.

Sebelum jatuh dalam dosa, nyambungnya mudah. Langsung Adam berkata kepada Hawa, “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku”. Namun, tatkala mereka sudah jatuh dalam dosa, langsung terpisah. Dosa memisahkan. Pertama, memisahkan hubungan manusia dengan Allah (Penciptanya). Kedua, memisahkan manusia dengan sesama. Ketiga, memisahkan manusia dengan ciptaan lainnya. Adam Hawa yang tadinya love-love-an, sekarang jadi salah-salahan. Tuding-tudingan. Sudah tidak nyambung. (Lihat Kej 3).

Dosa membuat keterpisahan. Mementingkan diri sendiri. Maunya menang sendiri. “Aku yang berkuasa. Aku harus menang.” Satu orang aja yang bicara seperti ini, dunia udah pusing. Apalagi kalau ada dua dan keduanya berebutan mau menang sendiri.

Jadi, ketersambungan antara pria dan wanita bukan perkara gampang. Ini harus diusahakan dan diusahakan bersama. Butuh kerja sama. Cooperation. Jika ada pria dan wanita, diikat oleh Tuhan dalam mahligai pernikahan, nyambung, lalu bersama-sama melayani Tuhan. W.O.W! Ini Luar Biasa! Ini adalah pekerjaan Tuhan. Hanya Tuhan yang dapat membentuk sejoli ini melalui pernikahan mereka, menjadi co-Partner-nya Tuhan Allah. Sejatinya, ini bukan proses yang gampang. Kami sudah mengalami hal itu. Saya dan Liana, dulunya juga pernah jatuh bangun. Berusaha nyambung, tapi ndak nyambung. Konflik. Berdoa. Selesaikan masalah. Jalin kembali sambungan yang retak. Bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil.  Tuhan telah memimpin kami berdua untuk nyambung dan sekarang bisa bersama-sama bersiaran Dating INSIGHT, menjadi saluratn berkat bagi banyak muda-mudi.

Prosesnya mulai dari mana?

Continue reading

Pasangan Tidak Sepadan

Equally Yokes Relationship 1

Pasangan Tidak Sepadan

Saksikan Dating INSIGHT live on Maestro via YouTube Klik di sini.

Kej 2: 18 “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Apa arti sepadan?

I will make a helper that suitable for him. (NIV)

I will make companion for him, who corresponds to him. (New English Translations)

Dalam Bahasa Ibrani, sepadan berarti corresponding to himself.

Corresponding, di-Indonesiakan artinya sang wanita nyambung dengan sang pria.

Nyambung dalam hal apa?

Pertama-tama, harus tersambung dalam hal iman. Mereka terkoneksi dalam iman yang sama, kedua-duanya tersambung pada Tuhan.

Level pendidikan juga menentukan. Pendidikan membentuk pola pikir. Seorang yang telah lulus kuliah mempunyai sistem berpikir yang berbeda dengan yang tidak kuliah.

Background Keluarga. Setiap keluarga mempunyai tradisi, peraturan, dan kebiasaan yang unik. Ada keluarga, ayah yang memotong buah-buahan sebelum makan malam. Di banyak keluarga, umumnya ibu yang memasak. Namun, ada loh! Yang masak malah sang ayah. Nah, walaupun kelihatannya simple, jika meninggikan ego, perbedaan-perbedaan ini bisa memicu konflik nantinya.

Kelas Sosial, jangan terlalu timpang. Seperti sinetron televisi aja…pangeran tampan nan kaya raya jatuh cinta dengan perempuan desa yang tidak punya apa-apa. Terjadilah pertikaian internal dalam keluarga pangeran perihal wanita pilihannya ini.

Jika sang pria dan wanita nyambung, tapi tiada cinta. Apakah hubungan dapat berlanjut? Bagaimana jika dibalik? Aku cinta banget sama dia, tapi banyak ga nyambungnya sih…

Mari kita urai satu persatu.

Begini, saya ilustrasikan seperti men-charge Hand Phone (HP). Kan harus ada kabel charging. Kabel charging-nya dicolok ke terminal listrik. Sip! Sekarang bisa dong nge-charge. Eh! Ternyata konektornya ndak cocok dengan HP-nya! Charger-nya Samsung, HPnya i-Phone. Repot deh, mana bisa nge-charge (baca: nyambung).

Cari-cari chargernya i-Phone. Bongkar laci, bongkar lemari. Dapat tuh charger ngumpet di balik tumpukan baju. Sekarang charger iPhone to HP iPhone. Sip! Nyambung! Ehhh! Tahu-tahu mati lampu! Walah…ga ada listrik! Sami mawon alias sama aja ndak bisa nge-charge.

Nah, apa maksudnya? Listrik itu cintanya; konektor yang se-tipe itu kesepadanannya. Buat HP On harus ada listrik dan konektor charger yang nyambung. Ilustrasi Sang Pria HP-nya, charger adalah wanita yang menjadi penolong. Dua-duanya penting. Tanpa wanita, sang pria tak mungkin hidup! Pun harus ada listrik yang adalah cinta supaya Sang Pria berfungsi maksimal!

Jadi, cinta dan nyambung itu harus ada dua-duanya! HandPhone setelah di-charge, tujuannya supaya ON dan bisa dipakai buat nelpon.

Perpaduan pria dan wanita jika nyambung dan sudah ’ON’ (disatukan dalam pernikahan), apa tujuannya? Pernikahan Kristen memiliki tujuan yang berasal dari Sang Pencipta yang menghendaki Pria dan Wanita bersatu.

Tujuannya bukan ‘yang penting hepi.’ Yang penting nyaman, senang, atau tidak repot.

Ultimate goal/tujuan sejati dari Tuhan adalah menjadikan kita sebagai co-partner Allah. Bersama-sama melayani Allah. Pria dan wanita yang bersatu, menjadi partner Allah, untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Ini merupakan suatu proses perjalanan yang panjang. Happiness hanya bonusnya saja.

Perjalanan ini digambarkan dalam proses seperti ini gambar di bawah ini:

Tujuan Pernikahan Kristen

Perjalanan untuk nyambung dan melayani Tuhan dimulai dari mana? Mari kita mulai: Continue reading

Pribadi Tidak Bertanggung Jawab dan kekanak-kanakan

Mr./Ms .Wrong 4

Pribadi Tidak Bertanggung jawab dan Kekanak-kanakan

Mau menyimak Siaran Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini

5 tipe dari Mr./Ms. Wrong:

  1. Tidak seiman, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Abusive (suka menganiaya)
  3. Addictive (kecanduan)
  4. Infidelity (tidak setia)
  5. Irresponsibility dan Immature (Tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan)

Tipe ke 1 sampai 4, silahkan baca dalam bahasan Mr./Ms.Wrong sebelumnya.

tidak bertanggungjawab dan kekanak-kanakan

Seperti apakah pribadi Irresponsibility dan Immature?

Bicara soal pribadi yang irresponsible dan immature, fenomenanya ini bukan cuma sekali-sekali. Yang kami maksud adalah sebuah pola (pattern) atau kebiasaannya (habits) sehari-hari. Bukan temporer, tapi satu keadaan di mana seseorang benar-benar merasa nyaman dengan childish-nya. Orang dewasa tapi kekanak-kanakan, sudah punya tanggung jawab tapi senang mengelak, sukanya main-main terus.

Contohnya Riko, dia mencari pacar yang lebih tua usianya. Dia betah dengan sikap kekanak-kanakannya. Secara langsung atau tidak, kala bicara, ada message yang ingin disampaikan, “Aku ingin begini terus, kamu urusin aku ya…” “Aku suka dengan cewek yang bisa ngemong…” “Kamu aja yang tentuin, aku ikut aja…,”sering Riko berkata begitu ke pacarnya. Sebagai perempuan, tentunya mengharapkan seorang pria yang berperan memimpin keluarga, dan sigap mengambil keputusan. Jika kekanak-kanakan, bagaimana bisa direspect?

Untuk mendeteksinya, ada beberapa karakteristik seorang yang irresponsibility dan immature:

  1. Tidak punya arah/target/goal dalam hidup.
  • Tidak punya arah karena ga ada target. Ketika ditanya, “Apa rencanamu sehabis ini?” ”Yah, kita lihat saja nanti” jawabnya. Sebenernya sih, dia ga tau mau ngapain…Normally, orang kuliah menargetkan lulus dalam jangka waktu tertentu. Kuliah harus lulus dalam waktu 4 tahun. Jika tidak punya target, bisa jadi tidak lulus-lulus, terus saja menikmati statusnya sebagai mahasiswa. Gelarnya MA (Mahasiswa Abadi) atau DO (Drop Out).
  • Tidak punya tujuan hidup. Sayang loh, waktu terus berjalan. Teman-teman yang dulu bersama-sama, mungkin sudah berhasil. Si Boy teman sebangku di SMA, sukses lulus S-2. Si Fei teman SD dulu, sudah menikah. Si Bobi yang kocak sekarang udah berkeluarga dan punya dua anak. Win, yang selalu dapat A di kuliah sekarang telah jadi direktur. Teman baik si Ocha sudah jadi pengusaha seperti yang dia dulu impikan. Sebagai orang normal, melihat teman-teman sudah berhasil dibanding diri yang belum mencapai ini dan itu, pastilah stress berat!!! But, yang namanya immature people, tidak ambil pusing. “Santai aja… itukan mereka. Kalo aku, yang penting hepi…,” jawabnya setiap kali ditanya.
  • Tidak dapat membuat keputusan dalam banyak aspek, so menimbulkan banyak ketidakpastian. Yang sederhana, pacarnya nanya, “Kita mau makan dimana nih?” Dijawab, “Terserah aja…sembaranglah.”
  • Tidak punya pendirian, tidak tau apa yang diinginkannya, tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengemban tanggung jawab karena takut perubahan. Takut menjadi dewasa.

2. Last minute Person.

Waduh besok harus kumpul tugas nih… tapi ini film bagus banget. Nonton aja lah ga apa-apa. Ntar malem begadangan ngerjain tugas. Masih ada waktu kok,” pikirnya. Orientasinya adalah mengerjakan yang disuka atau yang ingin dilakukan saja. Akhirnya, hasil kurang maksimal, apa yang dikerjakan tidak pernah memuaskan dosen atau atasannya (jika sudah bekerja).

Jaman dulu ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Mengerjakan apa saja di menit-menit terakhir. Buat tugas cepat-cepat, pokoknya beres… selesainya asal-asalan. “

3. Dia selalu terlambat bahkan lupa untuk jadwal yang penting sekalipun. Bahkan ultah pacarnya juga terlupakan. “O Iya….Kamu ultah ya….” Ini terjadi karena hidupnya unscheduled (tidak terencana).

4. Tidak punya inisiatif. Selalu menunggu. Kenalan aja tidak bisa duluan, mesti ada yang mengenalkan. Apa-apa mesti disuruh-suruh dan diminta-minta.

5. Sulit mempertahankan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Berpindah pekerjaan untuk kemajuan karir tentu OK, tetapi kalau berhenti sebelum dapat yang lebih baik? Pribadi immature biasanya keluar karena merasa tugasnya terlalu berat, adanya tuntutan atasan yang tidak mau diperjuangkan, bosan… Langsung saja berhenti kerja, walau belum ada yang baru. Memang dia hidup dalam dunianya sendiri. Segala sesuatu ditimbang berdasarkan apakah itu asyik apa ndak buat dia. Susah dibilangin karena dia punya pendapat sendiri yang selalu benar menurut dirinya.

6. Ketidakmampuan memanage keuangan.

Dia punya kebiasaan buruk dalam keuangan. Sering berhutang. Pengeluaran selalu lebih besar dari penerimaan. Hal ini bahaya sekali, terlebih dalam pernikahan. Jika memiliki pasangan yang spending money-nya itu tidak terkontrol, bisa-bisa kelibas hutang.

Jika lagi mau, biar mahal akan dibayar; bahkan bila perlu berhutang. Bagaimana bayarnya? Sanggup ndak mencicilnya? Tidak pusing! Yang penting “Kudapat yang kumau SEKARANG!” Persis anak kecil yang maksa ibunya membelikan mainan sampai nangis-nangis, ngambek, teriak-teriak…Makanya, anak dari kecil sudah harus dididik supaya tidak terjebak pola: “Harus selalu dapat yang diinginkan”.

7. Kamarnya selalu berantakan. Jika sedang wakuncar (waktu berkunjung ke rumah pacar), liat-liat kamarnya. Kamar yang berantakan adalah tanda bahwa hidupnya tidak terorganisir dengan baik.

 

Kenapa seringkali kita tidak memperhatikan tanda-tanda Mr./Ms. Wrong?

  1. Familiar. Apa maksudnya? Sungguh aneh, ini riset di Amerika. Seorang anak gadis yang memiliki ayah alcoholic, ternyata sadar tidak sadar akan memilih untuk menikah dengan pria alcoholic juga. Seorang gadis yang ayahnya abusive, cenderung bisa menerima perlakuan abusive terhadap dirinya. Ujung-ujungnya, dia OK saja dengan pria yang abusive.Seorang gadis yang dibesarkan ayah tidak bertanggung jawab, anehnya akan jatuh juga ke pelukan seorang pria yang sami mawon.Kok bisa begitu? Ini yang disebut familiar, jadinya tidak peka terhadap seseorang yang Wrong. Sungguh harus ada seseorang yang berteriak di kupingnya,”Kamu bakal WRONG kalau pacaran sama orang WRONG! Sadar ga sih?!!!”
  2. Saya merasa tidak layak mendapat yang terbaik. Saya juga elek kok. Dari familiar, muncullah perasaan ini: “Saya jelek, mana boleh saya dapat yang bagus?”
  3. Mendingan lah daripada ga ada. Padahal mendingan ga ada daripada ada tapi Wrong. Jika tidak ada, toh bisa berseru pada Tuhan untuk membuka lembaran baru, bisa memperluas pergaulan dengan bebas merdeka, ketimbang ada tapi Wrong, pastinya akan jauh lebih pusing, tujuh keliling, makin lama makin ribet.
  4. Have same problem. Kita ada dalam suatu masyarakat yang rasanya tabu, malu menceritakan masalah atau keburukan keluarga kita. Akhirnya kita hanya dapat menyembunyikan menjadi rahasia keluarga. Kalau sampai cerita, adalah kepada orang yang kita yakin ada mirip-mirip masalahnya dengan kita. Karena sering cerita, akhirnya berlayarlah bersamanya dalam masalah yang makin menenggelamkan hidup.

Padahal jika itu sebuah fakta yang gelap, adakah satu keinginan untuk keluar? Atau kita mengulangi lagi sejarah yang buruk? Mengulangi lagi kisah orang tua ke dalam hidup kita? Kenapa tidak mau mencari konselor? Kenapa tidak mau mendiskusikan masalah dengan orang yang berkompeten?

Mari mengundang intervensi Tuhan, untuk menghadirkan yang baru, karena yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang!

5. Takut breaking up. Kalo putus…siapa yang mau sama saya?

 

Mari kita perhatikan firman di bawah ini.

(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12 menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami pembaharuan budi. Tandanya, kita semakin cermat dan teliti sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah. Pastilah kehendak-NYA adalah yang terbaik dan sempurna.

Dating INSIGHT dengan seluruh programnya bertujuan mengedukasi muda-mudi. Mengungkapkan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai pacaran. Akhirnya, anda dapat menilai, pacaran seperti apa sih yang baik? Pasanganku ini sudah tepat atau belum? Bagaimana membina relasi yang langgeng seumur hidup? Saya sedang dalam relasi yang baik atau buruk?

Sering kali masalah timbul karena kurang paham saja. Hal sepele dibesar-besarkan, yang primer malah diabaikan. Hati-hati! Bisa jadi saat pacaran, segala kekurangan pasangan dimaklumi, “Ah ga pa-pa lah…dia emang orangnya begitu, yang pentingkan saling cinta.”

Dating INSIGHT melalui serial Mr./Ms. Wrong sudah memberikan informasi: Yang kayak begini berpeluang merusak relasi bahkan kehidupan pribadi. Ini bukan masalah kecil, so tidak boleh dianggap sepele. Masalah tetap masalah, entah disadari atau tidak, bahkan bisa menjadi potensi yang dapat “merobek-robek” kehidupan.

Pembaharuan budi didapat dari sumber-sumber yang tepat, bukan sumber sembarangan, tidak kompeten, atau menyesatkan. Firman Tuhan seharusnya menjadi sumber paling komprehensif dan terpercaya.

Apa bedanya orang bodoh dan pintar? Orang pintar dapat menggali informasi-informasi yang diperlukan agar dapat membuat keputusan yang tepat; yang bodoh, tidak memiliki akses terhadap informasi-informasi yang benar, bahkan seringkali tidak ingin mencari tahu. Jangan menjadi bodoh, tapi carilah hikmat Allah, mumpung segalanya belum terlambat!

Melalui kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Dating INSIGHT, saya berharap insan muda semakin cerdas dalam memilih, tambah mengenal apa maunya Tuhan. Akhirnya, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna menjadi bagian dalam kehidupanmu. Terlebih, hikmat Tuhan, kebenaran-kebenaran yang disingkapkan, haruslah dilaksanakan dengan penuh keberanian!

Setelah memahami kebenaran, umpama ternyata Tuhan membukakan bahwa pasanganmu termasuk salah satu tipe Mr./Ms. Wrong. Nah, bagaimana langkah selanjutnya?

1. Konfrontasikan dengan pasangan. Bukan ajakin berantem, tapi sama-sama menyimak Dating INSIGHT (bisa via youtube, compact disc atau membaca web ini) dan kemudian diskusikan, ”Koq sepertinya permasalahan kita sama dengan yang dibicarakan? Bagaimana kita harus menyikapinya?” Harap-harap Roh Kudus memberikan kesadaran baru. Apa tahapan berikutnya?

2. Mencari pertolongan, bisa ke konselor atau hamba Tuhan untuk memberikan pandangan dan masukan-masukan. Jika ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan buat appointment melalui BBM/ SMS/ WA. 0812 2099 7939/ BBM: 759246 BB.

3. Sambil melakukan semua itu, sembari berseru meminta campur tangan Tuhan. Lihatlah! Allah kita hidup, Dia bukan Allah yang mati! Dia akan mengintervensi hidupmu, dan memberikan pertolongan.

4. Setelah semua tahap dicoba, bagaimana kalau hubungan tetap tidak membaik? Langkah terakhir adalah segera akhiri hubungan tersebut! Sebelum terlanjur masuk dalam komitmen pernikahan kudus seumur hidup. Putus memang sakit, namun hanya sebentar kok, daripada seumur hidup bercucuran air mata.

Setiap insan muda yang mendengar siaran ini, harus tertantang untuk grow up! Karena hidup bukan hanya bagi diri sendiri saja. Suatu saat anda pasti akan berkeluarga.

keluarga bahagia

Ayo GROW UP!

God Bless You,

Ev. Chang Khui Fa & Liana

 

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Cara ngobrol Asyik dengan si dia

Dating INSIGHT: Asking Someone Out 3

Komunikasi Jitu Buat Ngajak Si ‘Dia’ Nge-Date

 

Nonton YouTube Dating INSIGHT silahkan KLIK di sini

Wow si dia membuatku jatuh cinta! Tapi…bagaimana cara memberitahu dia?

Komunikasi sangat penting, seperti nafas dalam hidup. Tidak berkomunikasi, pelan-pelan pasti menuju kematian relasi. Demikian pula cara bicara yang tidak tepat,bukan membuat tambah dekat,malah bikin hubungan jadi renggang. Bayangkan kalau bernafas dalam gas beracun, alih-alih makin sehat malah membunuh. Setiap kali ngomong, langsung melukai.

Dalam masa pendekatan, jangan sampai komunikasi berhasil hanya satu kali. Lain waktu ngajak dia jalan lagi, eh eh eh…langsung ditolak. Ga mau begitu kan?

Nah, seperti apa komunikasi yang jitu dan pastinya membuat dia tambah lekat?

Mari renungkan dulu Firman Tuhan dari Kidung Agung 2: 11-14

Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

So romantic

Apa sih yang dibicarakan oleh sang kekasih?

“Marilah…Lihatlah…” Kata mari dan lihat merupakan ajakan. Melihat bersama-sama, berdua menikmati keindahan sekitar. Mereka membicarakan objek dalam konteks jaman itu: memandang ladang dengan bunga warna-warni, mendengarkan keceriaan kicauan burung, menghirup wewangian buah demi membangkitkan semua indra dalam tubuh untuk bersuka cita bersama.

Dalam kata-katanya tersirat perhatian. Dia memberikan pujian. “manisku…jelitaku …merdu suaramu dan elok wajahmu!”

Jaman telah berubah, tapi emosi cinta yang dirasakan penulis Kidung Agung masih dapat dirasakan oleh kita yang hidup pada zaman ini. Objek keindahannya saja yang berubah.

Bagaimana supaya komunikasi yang dilancarkan memiliki kuasa mengikat dua insan? Mari kita kupas bersama.

Ada tiga pola komunikasi yang sering dipakai. Dua yang pertama tidak bagus. Jika Anda menggunakannya, hati-hati! Dapat merusak relasi. Cepatlah sadar dan mengubah pola yang buruk…

heart to heart

1. Pola pertama: I and I (percakapan saya dengan saya)

Continue reading