Tag Archive | true love

Dating INSIGHT Camp

Hi teman-teman! Dating INSIGHT mengadakan Camp lho. Khusus buat kamu-kamu yang udah pacaran dan berencana menikah dalam kurun satu tahun mendatang, silahkan mendaftarkan dirimu dan pasangan.

Acaranya menarik bangets and asyiknya lagi ada Valentine Candle Light Dinner…cool abis. So sweet…

Kamu berdua juga akan dibawa untuk melihat kecocokan, kesiapan, kesejatian akan cinta yang bisa bertahan seumur hidup.

Mau menikah? Ikuti dulu persiapan pernikahan dalam Dating INSIGHT Camp.

Cinta yang bertahan seumur hidup, membutuhkan perjuangan, pengetahuan, hikmat dan kebenaran.

Mau mengalaminya? Hubungi kami 0812 2099 7939 atau pin 759 246BB

Dating INSIGHT Camp

Rahasia Mencintai Wanita

True Love 3

Rahasia Mencintai Wanita

Saksikan Dating INSIGHT melalui YouTube  KLIK di sini

“I love you” ucap seorang pria kepada sang gadis kekasihnya.

Bicara ya… gampang. Buktikan dong! Hmm…Apa ya…bukti cinta yang sejati?

Mari kita lihat dulu, apa kata Firman Tuhan tentang “cinta”:

1 Korintus 13:4-7

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Cinta sejati tidak sama dengan jatuh cinta. Jatuh cinta jelas perasaan; cinta sejati bukan cuma perasaan. Maksudnya apa?

Jatuh cinta menghadirkan euphoria, tidak riil. Cinta yang sejati baru bisa muncul, ketika euphoria pergi.  Waktu jatuh cinta, rasanya seperti terbang ke angkasa, terbang melayang-layang melintasi lapisan-lapisan awan, menuju langit ke tujuh. Toh tidak selamanya terbang, pelan-pelan, turun kembali ke daratan. Di darat, baru sadar, berhubungan dengan orang lain ternyata tidak selalu manis. Melihat kelemahan kekasih, berbeda pendapat dengannya, ditambah ribut besar, baekan, kesel lagi, sebel lagi, baekan lagi… justru di sinilah, benih cinta bertumbuh.

 love seeds benih cinta

Menanam pohon, perlu usaha. Mulanya sebuah bibit, disiram, dipupuk, disinari matahari. Beberapa waktu kemudian, terlihat tunas mungil, lalu muncul daun-daun muda. Demikian pula cinta, saat benih itu tumbuh, ada tindakan yang tampak dan bisa dirasakan.

Continue reading

Jatuh Cinta, Keintiman, Komitmen

True Love 2
Jatuh Cinta, Keintiman, dan Komitmen

Nonton Dating INSIGHT via YouTube Klik di sini ya

Cinta mempunyai tiga unsur. Biasanya disebut The Triangle of Love. Bentuknya segitiga sama sisi. Sisi kanan adalah Passion, sisi kiri Intimacy, sisi bawah yang mendatar adalah Commitment.

PASSION
Apa sih Passion? Passion adalah perasaan yang sangat kuat. Perasaan kuat seperti apa?

Dalam arti umum, misalnya: Seseorang yang mencintai lukisan, maka perasaan yang kuat itu akan mendorongnya untuk mencari dan mengejar lukisan kemana pun. Jika uangnya banyak, pasti lukisan itu dibeli. Dipajang di rumah, supaya dapat ditatap setiap hari.
Passion lainnya, passion menolong sesama. Banyak orang mendirikan lembaga supaya lembaga tersebut dapat bergerak untuk menyalurkan passionnya itu. Lembaga untuk lingkungan hidup, lembaga menolong orang-orang yang marginal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga bantuan hukum dll.
Saya pribadi punya passion: Memberikan edukasi, mengadakan ceramah, melakukan bimbingan kepada banyak orang, supaya mereka dapat mempertahankan dan menikmati pernikahan seumur hidup.
Pernikahan yang kuat dimulai dari pemilihan pasangan yang tepat dan kemampuan membina relasi. Dibentuknya sejak masa pacaran. Karena itu, saya dan isteri tercinta, Liana, secara khusus mendalami topik-topik penting dalam dating. Passion kami, Siaran Dating INSIGHT menjadi referensi jawaban buat pergumulan muda-mudi di masa pacaran dan pranikah.
Secara khusus, passion berarti perasaan yang kuat terhadap lawan jenis. Bahasa Yunaninya “Eros”. Maksudnya, seksual desire/ketertarikan seksual. Ada ketertarikan fisikal. Waktu melihat seseorang, tiba-tiba muncul getaran dalam hati. Dag dig dug dueeer! Telapak tangan jadi dingin, ada debaran jantung yang tak beraturan karena adrenalin yang berpacu. Seperti lagu jadulnya Titik Puspa “Jatuh Cinta…. berjuta rasanya….!” (silahkan nyanyi rame-rame)

Alkitab menuliskan dalam Kidung Agung 8:6b-7a,“Karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.”
Passion ini sangat menggebu-gebu, boombastis, dahsyat, hebat, dan kuat! Namun, walau perasaannya begitu dahsyat, belum berarti cinta sejati. Ko gitu? Ya Iyalah…yang namanya perasaan kan gampang berubah dan sifatnya sebentar saja.

Seorang cowok yang jatuh cinta banget pada seorang gadis. Saking cintanya, dia mau melakukan apapun demi menyenangkan sang kekasih hati. Demikian pula sebaliknya. Tapi, seiring berjalannya waktu, perasaan kan pasti jadi biasa-biasa saja. Masak ketemu kekasih girang selalu? Setelah sekian lamanya melayang di awan, ada waktunya kembali berpijak di bumi!
Saat berpijak di bumi, getaran-getaran dalam hati mulai stabil, hormon adrenalinpun tidak terpicu seperti semula, ga ada kegirangan yang melonjak-lonjak. Saat perasaan cinta hilang, cinta yang sejati sesungguhnya baru dimulai…jatuhcinta Continue reading

Pribadi Tidak Bertanggung Jawab dan kekanak-kanakan

Mr./Ms .Wrong 4

Pribadi Tidak Bertanggung jawab dan Kekanak-kanakan

Mau menyimak Siaran Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini

5 tipe dari Mr./Ms. Wrong:

  1. Tidak seiman, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Abusive (suka menganiaya)
  3. Addictive (kecanduan)
  4. Infidelity (tidak setia)
  5. Irresponsibility dan Immature (Tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan)

Tipe ke 1 sampai 4, silahkan baca dalam bahasan Mr./Ms.Wrong sebelumnya.

tidak bertanggungjawab dan kekanak-kanakan

Seperti apakah pribadi Irresponsibility dan Immature?

Bicara soal pribadi yang irresponsible dan immature, fenomenanya ini bukan cuma sekali-sekali. Yang kami maksud adalah sebuah pola (pattern) atau kebiasaannya (habits) sehari-hari. Bukan temporer, tapi satu keadaan di mana seseorang benar-benar merasa nyaman dengan childish-nya. Orang dewasa tapi kekanak-kanakan, sudah punya tanggung jawab tapi senang mengelak, sukanya main-main terus.

Contohnya Riko, dia mencari pacar yang lebih tua usianya. Dia betah dengan sikap kekanak-kanakannya. Secara langsung atau tidak, kala bicara, ada message yang ingin disampaikan, “Aku ingin begini terus, kamu urusin aku ya…” “Aku suka dengan cewek yang bisa ngemong…” “Kamu aja yang tentuin, aku ikut aja…,”sering Riko berkata begitu ke pacarnya. Sebagai perempuan, tentunya mengharapkan seorang pria yang berperan memimpin keluarga, dan sigap mengambil keputusan. Jika kekanak-kanakan, bagaimana bisa direspect?

Untuk mendeteksinya, ada beberapa karakteristik seorang yang irresponsibility dan immature:

  1. Tidak punya arah/target/goal dalam hidup.
  • Tidak punya arah karena ga ada target. Ketika ditanya, “Apa rencanamu sehabis ini?” ”Yah, kita lihat saja nanti” jawabnya. Sebenernya sih, dia ga tau mau ngapain…Normally, orang kuliah menargetkan lulus dalam jangka waktu tertentu. Kuliah harus lulus dalam waktu 4 tahun. Jika tidak punya target, bisa jadi tidak lulus-lulus, terus saja menikmati statusnya sebagai mahasiswa. Gelarnya MA (Mahasiswa Abadi) atau DO (Drop Out).
  • Tidak punya tujuan hidup. Sayang loh, waktu terus berjalan. Teman-teman yang dulu bersama-sama, mungkin sudah berhasil. Si Boy teman sebangku di SMA, sukses lulus S-2. Si Fei teman SD dulu, sudah menikah. Si Bobi yang kocak sekarang udah berkeluarga dan punya dua anak. Win, yang selalu dapat A di kuliah sekarang telah jadi direktur. Teman baik si Ocha sudah jadi pengusaha seperti yang dia dulu impikan. Sebagai orang normal, melihat teman-teman sudah berhasil dibanding diri yang belum mencapai ini dan itu, pastilah stress berat!!! But, yang namanya immature people, tidak ambil pusing. “Santai aja… itukan mereka. Kalo aku, yang penting hepi…,” jawabnya setiap kali ditanya.
  • Tidak dapat membuat keputusan dalam banyak aspek, so menimbulkan banyak ketidakpastian. Yang sederhana, pacarnya nanya, “Kita mau makan dimana nih?” Dijawab, “Terserah aja…sembaranglah.”
  • Tidak punya pendirian, tidak tau apa yang diinginkannya, tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengemban tanggung jawab karena takut perubahan. Takut menjadi dewasa.

2. Last minute Person.

Waduh besok harus kumpul tugas nih… tapi ini film bagus banget. Nonton aja lah ga apa-apa. Ntar malem begadangan ngerjain tugas. Masih ada waktu kok,” pikirnya. Orientasinya adalah mengerjakan yang disuka atau yang ingin dilakukan saja. Akhirnya, hasil kurang maksimal, apa yang dikerjakan tidak pernah memuaskan dosen atau atasannya (jika sudah bekerja).

Jaman dulu ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Mengerjakan apa saja di menit-menit terakhir. Buat tugas cepat-cepat, pokoknya beres… selesainya asal-asalan. “

3. Dia selalu terlambat bahkan lupa untuk jadwal yang penting sekalipun. Bahkan ultah pacarnya juga terlupakan. “O Iya….Kamu ultah ya….” Ini terjadi karena hidupnya unscheduled (tidak terencana).

4. Tidak punya inisiatif. Selalu menunggu. Kenalan aja tidak bisa duluan, mesti ada yang mengenalkan. Apa-apa mesti disuruh-suruh dan diminta-minta.

5. Sulit mempertahankan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Berpindah pekerjaan untuk kemajuan karir tentu OK, tetapi kalau berhenti sebelum dapat yang lebih baik? Pribadi immature biasanya keluar karena merasa tugasnya terlalu berat, adanya tuntutan atasan yang tidak mau diperjuangkan, bosan… Langsung saja berhenti kerja, walau belum ada yang baru. Memang dia hidup dalam dunianya sendiri. Segala sesuatu ditimbang berdasarkan apakah itu asyik apa ndak buat dia. Susah dibilangin karena dia punya pendapat sendiri yang selalu benar menurut dirinya.

6. Ketidakmampuan memanage keuangan.

Dia punya kebiasaan buruk dalam keuangan. Sering berhutang. Pengeluaran selalu lebih besar dari penerimaan. Hal ini bahaya sekali, terlebih dalam pernikahan. Jika memiliki pasangan yang spending money-nya itu tidak terkontrol, bisa-bisa kelibas hutang.

Jika lagi mau, biar mahal akan dibayar; bahkan bila perlu berhutang. Bagaimana bayarnya? Sanggup ndak mencicilnya? Tidak pusing! Yang penting “Kudapat yang kumau SEKARANG!” Persis anak kecil yang maksa ibunya membelikan mainan sampai nangis-nangis, ngambek, teriak-teriak…Makanya, anak dari kecil sudah harus dididik supaya tidak terjebak pola: “Harus selalu dapat yang diinginkan”.

7. Kamarnya selalu berantakan. Jika sedang wakuncar (waktu berkunjung ke rumah pacar), liat-liat kamarnya. Kamar yang berantakan adalah tanda bahwa hidupnya tidak terorganisir dengan baik.

 

Kenapa seringkali kita tidak memperhatikan tanda-tanda Mr./Ms. Wrong?

  1. Familiar. Apa maksudnya? Sungguh aneh, ini riset di Amerika. Seorang anak gadis yang memiliki ayah alcoholic, ternyata sadar tidak sadar akan memilih untuk menikah dengan pria alcoholic juga. Seorang gadis yang ayahnya abusive, cenderung bisa menerima perlakuan abusive terhadap dirinya. Ujung-ujungnya, dia OK saja dengan pria yang abusive.Seorang gadis yang dibesarkan ayah tidak bertanggung jawab, anehnya akan jatuh juga ke pelukan seorang pria yang sami mawon.Kok bisa begitu? Ini yang disebut familiar, jadinya tidak peka terhadap seseorang yang Wrong. Sungguh harus ada seseorang yang berteriak di kupingnya,”Kamu bakal WRONG kalau pacaran sama orang WRONG! Sadar ga sih?!!!”
  2. Saya merasa tidak layak mendapat yang terbaik. Saya juga elek kok. Dari familiar, muncullah perasaan ini: “Saya jelek, mana boleh saya dapat yang bagus?”
  3. Mendingan lah daripada ga ada. Padahal mendingan ga ada daripada ada tapi Wrong. Jika tidak ada, toh bisa berseru pada Tuhan untuk membuka lembaran baru, bisa memperluas pergaulan dengan bebas merdeka, ketimbang ada tapi Wrong, pastinya akan jauh lebih pusing, tujuh keliling, makin lama makin ribet.
  4. Have same problem. Kita ada dalam suatu masyarakat yang rasanya tabu, malu menceritakan masalah atau keburukan keluarga kita. Akhirnya kita hanya dapat menyembunyikan menjadi rahasia keluarga. Kalau sampai cerita, adalah kepada orang yang kita yakin ada mirip-mirip masalahnya dengan kita. Karena sering cerita, akhirnya berlayarlah bersamanya dalam masalah yang makin menenggelamkan hidup.

Padahal jika itu sebuah fakta yang gelap, adakah satu keinginan untuk keluar? Atau kita mengulangi lagi sejarah yang buruk? Mengulangi lagi kisah orang tua ke dalam hidup kita? Kenapa tidak mau mencari konselor? Kenapa tidak mau mendiskusikan masalah dengan orang yang berkompeten?

Mari mengundang intervensi Tuhan, untuk menghadirkan yang baru, karena yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang!

5. Takut breaking up. Kalo putus…siapa yang mau sama saya?

 

Mari kita perhatikan firman di bawah ini.

(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12 menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami pembaharuan budi. Tandanya, kita semakin cermat dan teliti sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah. Pastilah kehendak-NYA adalah yang terbaik dan sempurna.

Dating INSIGHT dengan seluruh programnya bertujuan mengedukasi muda-mudi. Mengungkapkan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai pacaran. Akhirnya, anda dapat menilai, pacaran seperti apa sih yang baik? Pasanganku ini sudah tepat atau belum? Bagaimana membina relasi yang langgeng seumur hidup? Saya sedang dalam relasi yang baik atau buruk?

Sering kali masalah timbul karena kurang paham saja. Hal sepele dibesar-besarkan, yang primer malah diabaikan. Hati-hati! Bisa jadi saat pacaran, segala kekurangan pasangan dimaklumi, “Ah ga pa-pa lah…dia emang orangnya begitu, yang pentingkan saling cinta.”

Dating INSIGHT melalui serial Mr./Ms. Wrong sudah memberikan informasi: Yang kayak begini berpeluang merusak relasi bahkan kehidupan pribadi. Ini bukan masalah kecil, so tidak boleh dianggap sepele. Masalah tetap masalah, entah disadari atau tidak, bahkan bisa menjadi potensi yang dapat “merobek-robek” kehidupan.

Pembaharuan budi didapat dari sumber-sumber yang tepat, bukan sumber sembarangan, tidak kompeten, atau menyesatkan. Firman Tuhan seharusnya menjadi sumber paling komprehensif dan terpercaya.

Apa bedanya orang bodoh dan pintar? Orang pintar dapat menggali informasi-informasi yang diperlukan agar dapat membuat keputusan yang tepat; yang bodoh, tidak memiliki akses terhadap informasi-informasi yang benar, bahkan seringkali tidak ingin mencari tahu. Jangan menjadi bodoh, tapi carilah hikmat Allah, mumpung segalanya belum terlambat!

Melalui kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Dating INSIGHT, saya berharap insan muda semakin cerdas dalam memilih, tambah mengenal apa maunya Tuhan. Akhirnya, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna menjadi bagian dalam kehidupanmu. Terlebih, hikmat Tuhan, kebenaran-kebenaran yang disingkapkan, haruslah dilaksanakan dengan penuh keberanian!

Setelah memahami kebenaran, umpama ternyata Tuhan membukakan bahwa pasanganmu termasuk salah satu tipe Mr./Ms. Wrong. Nah, bagaimana langkah selanjutnya?

1. Konfrontasikan dengan pasangan. Bukan ajakin berantem, tapi sama-sama menyimak Dating INSIGHT (bisa via youtube, compact disc atau membaca web ini) dan kemudian diskusikan, ”Koq sepertinya permasalahan kita sama dengan yang dibicarakan? Bagaimana kita harus menyikapinya?” Harap-harap Roh Kudus memberikan kesadaran baru. Apa tahapan berikutnya?

2. Mencari pertolongan, bisa ke konselor atau hamba Tuhan untuk memberikan pandangan dan masukan-masukan. Jika ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan buat appointment melalui BBM/ SMS/ WA. 0812 2099 7939/ BBM: 759246 BB.

3. Sambil melakukan semua itu, sembari berseru meminta campur tangan Tuhan. Lihatlah! Allah kita hidup, Dia bukan Allah yang mati! Dia akan mengintervensi hidupmu, dan memberikan pertolongan.

4. Setelah semua tahap dicoba, bagaimana kalau hubungan tetap tidak membaik? Langkah terakhir adalah segera akhiri hubungan tersebut! Sebelum terlanjur masuk dalam komitmen pernikahan kudus seumur hidup. Putus memang sakit, namun hanya sebentar kok, daripada seumur hidup bercucuran air mata.

Setiap insan muda yang mendengar siaran ini, harus tertantang untuk grow up! Karena hidup bukan hanya bagi diri sendiri saja. Suatu saat anda pasti akan berkeluarga.

keluarga bahagia

Ayo GROW UP!

God Bless You,

Ev. Chang Khui Fa & Liana

 

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Makin Tua atau Tambah Dewasa? Kematangan Sosial

R2: Social Age / Kematangan Sosial

Nonton via YouTube KLIK di SINI

Pengkotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Mazmur 144:4 Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

 Apa nih artinya? Artinya…waktu cepat sekali berlalu, juga bermakna manusia akan lekas sekali lenyap. Betapa hidup manusia sangat fana. Mazmur 103: 15, dituliskan,”Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; (16) apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”

Dalam berjalannya waktu, adakah Anda semakin dewasa? Atau, waktu terus lewat, namun kita masih seperti yang dulu, mandeg dan tidak mengalami perkembangan. Mirip lagu ”Aku masih seperti yang dulu…..” Waktu berubah, jamanpun berganti, sekarang sudah tahun 2014, tetapi apakah Anda bertambah dewasa dan bertambah matang? Are you getting old atau growing up?

Bunga yang indah di padang, sekejap lenyap saat angin datang; demikian pula akhir kehidupan manusia jika dijalani tanpa pemahaman yang utuh atas hidup. Bisa tenggelam ditelan jaman. Kehidupan manusia akhirnya tidak pernah memberikan pengaruh, tiada jejak, bahkan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tak ada yang mengingat bahwa Anda pernah hadir di dunia ini. Apa yang harus Anda perbuat agar hidup berlalunya tidak sia-sia? Lakukanlah perbuatan yang berdampak kekal. Dalam setiap bagian hidup, pergunakan waktu yang ada dengan bijaksana. Segala sesuatu ada masanya, jangan sampai Anda dilibas waktu.

WASPADALAH! Ada masa di mana seseorang harus fokus pada prestasi akademik tanpa diganggu urusan pacaran. Namun, ada juga masa di mana harus mulai mencari pasangan hidup! Ada masanya juga setiap orang memasuki pernikahan dan berkeluarga. Sampai akhirnya tiba masa membesarkan anak-anak.

Bersiaplah menghadapi setiap masa dalam hidup. Bukankah manusia seperti bunga atau rumput yang segera lenyap ketika angin menerjangnya? Begitu periode dating datang, siapkah Anda? Dia akan melewati kita seperti angin yang melintas. Karenanya sebelum tiba, ada beberapa hal yang harus ditegakkan terlebih dahulu. Tenang saja tidak perlu buru-buru, yang penting persiapan diri. Masa pacaran pasti akan menjemput. Nah, Are you Ready or Not for dating?

Salah satu tanda ketidak siapan seseorang memasuki masa pacaran adalah seringnya putus-sambung-putus-sambung. Yang demikian, belum benar-benar mengenal diri, seperti pikiran, emosi, dan keinginannya. Juga belum mengenal diri pasangannya, tapi udah berani jadian. Akhirnya pecah konflik dan sama-sama teriak,“Sudah putus saja!”

Begitu putus, tahu-tahu bingung, “Kok hidup sepi sendiri?” Eh eh eh…ga lama,“Sambung lagi ahhh”. Pacaran jadi gak asyik, gak seru…yang ada hanya wajah muram durja penuh beban dengan perkara-perkara yang tak terselami. Demikian pula halnya dengan pasangan yang memasuki pernikahan tanpa kesiapan. Akhirnya, banyak dari mereka memilih untuk mengakhiri penikahan dengan berpikir pendek: Bercerai…

Di sisi lain, jangan pula terlambat! Seperti bunga yang walaupun indah tiada tara toh akhirnya menjadi layu. Di masa bunga mekar, merekah, sangat indah, siapkah Anda memilih kumbang yang datang meminang?

Anda yang berada dalam masa pacaran, harus ingat bahwa masa ini pun tidak selamanya. Masa itu harus berakhir. Berakhir karena putus, kalau memang alasannya jelas (lihat pembahasan Mr/Mrs Wrong next on GARAM) atau mengakhiri masa pacaran karena Anda memasuki masa pernikahan seumur hidup. Sungguh indah!

Masak pacaran terus tiada akhir? Saat ditanya kapan akan menikah? Jawabannya: “May… maybe Yes maybe Not…” Ngeri kan? Membuat pasangan dalam posisi terombang-ambing, tanpa kepastian. Yang paling rugi so pasti sang gadis. Wanita seperti bunga, ada masanya indah menawan. Kala masa itu lewat (ketika bunga sudah layu), eh… malah diputus, oh sungguh kejam! Jadi Pria harus Gentleman: Iya katakan ya, tidak katakan tidak. Yang tegas dan bertanggung jawab, jangan sembarangan. Wanita juga harus menjaga diri baik-baik, menolak dipermainkan dan diombang-ambingkan dalam ketidakpastian.

Inilah mengapa topik ini sangat penting, kami ingin Anda semua berhasil! Tidak sampai mengalami gagal di sana sini atau “GATOT” gagal total.

Anda harus memasuki pacaran dengan confidence, dan mengetahui bahwa ujungnya adalah pintu pernikahan. Dan ketika memasuki pernikahan, Anda dapat mempertahankan dan menikmati pernikahan seumur hidup.

“Wah saya sudah 17 tahun, berarti saya sudah siap pacaran!” Eits, belum tentu! Kesiapan pacaran tidak bisa ditentukan hanya oleh usia saja. Ada faktor kematangan lain yang perlu dipertimbangkan yang saat ini kita bahas adalah kematangan sosial.

Kematangan sosial ini berkaitan erat dengan orang-orang lain di sekitar kita. Bagaimana seseorang membina relasi dengan lingkungan sosialnya. Seorang psikolog, Erick Erickson mengatakan,”Seseorang memasuki fase intimacy vs. isolasi pada usia 17.” Di usia 17, seseorang mulai merasakan ketertarikan pada lawan jenis. Dulu-dulu lawan jenis mondar-mandir di depannya tidak ada”setrum.” Tapi sekarang aneh, tiba-tiba dia merasakanjantungnyaberdebar-debar, rupanya mulai naksir! Jatuh cinta yang berjuta rasanya.

Pada banyak orang walau umurnya 17 tahun atau lebih, namun tidak memiliki kecakapan untuk membina kedekatan. Contoh konkret yang dijumpa sehari-hari: Saat mencari pasangan – sulit memulai pembicaraan, di hadapan lawan jenis minderan, so bagaimana mampu membina relasi jangka panjang? Melakukan pendekatan saja gemetar!

Bagi yang sudah menikah, suami pulang kerja, ternyata tidak meluangkan waktu untuk mengobrol dengan istri atau menanyakan kabar,tapi langsung asyik melakukan apa yang disuka, misal: bermain game, nge-lap mobil, nonton TV. Seharusnya sang suami membangun intimacy, tetapi malah mengisolasi diri.

Ada pula suami-suami yang sama sekali tidak mau diganggu. “Saya mau nonton, sudah cape nih, jangan banyak ribut.” Mengisolasi diri, membuat pagaryang tinggi sehingga tidak ada yang dapat mendekati atau berelasi dengannya. Atau sebagai isteri, sibuk terus. Tidak pernah mengajak suami bicara heart to heart. Akhirnya pas anak-anak sudah besar, mau mengobrol apa? Jadi, seseorang bisa saja sudah berusia lebih dari 17 tahun, dewasa secara fisik, namun secara sosial, ternyata belum matang.

Kematangan sosial merupakan sebuah proses yang diajarkan dalam keluarga. Jika dalam keluarga tidak ditumbuhkan, maka seseorang tidak mungkin matang sendiri. Berita gembira untuk Anda: Tidak ada kata terlambat! Anda dapat menumbuhkan dan mengusahakan kemajuan umur sosial Anda.

Bagaimana caranya? Apa yang harus dilatih? Friendly-people Continue reading

Proses Menuju Kesempurnaan

Am I The Perfect Candidate 2?

Proses Menuju Kesempurnaan.

 

Nonton Am I The Perfect Candidate 2? di Youtube Klik DISINI 

 

 

Perfect Candidate Self view A2

14 APRIL 2014

 

Minggu lalu kita sudah membahas What & How The Perfect Candidate. (Silahkan baca lengkapnya dalam Am I The Perfect Candidate 1)

Apa saja perfection itu?

Ada 4 dimensi yang harus Anda raih: Kesempurnaan dalam karakter, kekudusan dalam pola pikir, kematangan pribadi, dan cinta kasih yang bertahan seumur hidup.

Lantas bagaimana memulainya?

Kesempurnaan dimulai dari kesadaran bahwa: “Saya sungguh tidak sempurna! Saya membutuhkan Tuhan untuk menyempurnakan saya.”  So, langkah pertamanya adalah pertobatan. Bertobat berarti mengaku,”Saya berdosa dan tidak berdaya,” lalu datang kepada Yesus menyerahkan diri secara total kepada-Nya.

Inilah awal proses menuju kesempurnaan, seperti firman Tuhan dalam Yesaya 57: 15 berkata: Allah yang berada di tempat yang maha tinggi dan maha kudus juga mau berada di dalam diri orang yang remuk dan rendah hati. Allah yang sempurna mau menyempurnakan manusia yang tidak sempurna.

 

Nah, yang menjadi pertanyaan: Setelah seseorang bertobat menerima Kristus, mengapa ada orang yang bertahun-tahun tidak ada perubahan, bebal ya tetap bebal? Tapi ada juga orang-orang yang sepertinya dikebut Tuhan menuju kesempurnaan – baru berapa tahun sudah jadi berkat bagi banyak orang…

Background keluarga dimana seseorang dibesarkan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan itu. Sebagai illustrasi, saya mengambil contoh ada dua orang anak, katakanlah si A dan si B.

Si A dilahirkan dalam sebuah keluarga yang miskin perhatian. Ayahnya jarang di rumah dan hampir tidak pernah menyapanya. Eh…ibunya sibuk pula dengan berbagai aktifitas dan teman-temannya. Si A bertambah besar karena diberikan makanan jasmani, tetapi tidak ada makanan bagi jiwanya. Hatinya kosong, kesepian dan miskin kasih sayang…

Sebaliknya Si B, berasal dari keluarga yang hangat, ayah dan ibu suka ngobrol. Sang ayah bersahabat dengan semua anak-anaknya. Si B mendapatkan segala yang diperlukannya sesuai perkembangan umurnya, baik jasmani maupun rohani. Dia diperhatikan, dikasihi, ditegur, diarahkan dan mendapatkan penerimaan.

Katakanlah kedua-duanya di masa remaja bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dengan hati yang remuk dan rendah hati. Nah, apakah hasilnya sama dalam proses menuju kesempurnaan? Kemungkinan sangat berbeda. Bagai langit dan bumi.

Misalnya, waktu firman Tuhan berkata: “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri,” ini diterima dengan respon yang sangat berlainan oleh dua orang tadi.

Berbeda apanya?

Continue reading