Tag Archive | transformasi

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Cara ngobrol Asyik dengan si dia

Dating INSIGHT: Asking Someone Out 3

Komunikasi Jitu Buat Ngajak Si ‘Dia’ Nge-Date

 

Nonton YouTube Dating INSIGHT silahkan KLIK di sini

Wow si dia membuatku jatuh cinta! Tapi…bagaimana cara memberitahu dia?

Komunikasi sangat penting, seperti nafas dalam hidup. Tidak berkomunikasi, pelan-pelan pasti menuju kematian relasi. Demikian pula cara bicara yang tidak tepat,bukan membuat tambah dekat,malah bikin hubungan jadi renggang. Bayangkan kalau bernafas dalam gas beracun, alih-alih makin sehat malah membunuh. Setiap kali ngomong, langsung melukai.

Dalam masa pendekatan, jangan sampai komunikasi berhasil hanya satu kali. Lain waktu ngajak dia jalan lagi, eh eh eh…langsung ditolak. Ga mau begitu kan?

Nah, seperti apa komunikasi yang jitu dan pastinya membuat dia tambah lekat?

Mari renungkan dulu Firman Tuhan dari Kidung Agung 2: 11-14

Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

So romantic

Apa sih yang dibicarakan oleh sang kekasih?

“Marilah…Lihatlah…” Kata mari dan lihat merupakan ajakan. Melihat bersama-sama, berdua menikmati keindahan sekitar. Mereka membicarakan objek dalam konteks jaman itu: memandang ladang dengan bunga warna-warni, mendengarkan keceriaan kicauan burung, menghirup wewangian buah demi membangkitkan semua indra dalam tubuh untuk bersuka cita bersama.

Dalam kata-katanya tersirat perhatian. Dia memberikan pujian. “manisku…jelitaku …merdu suaramu dan elok wajahmu!”

Jaman telah berubah, tapi emosi cinta yang dirasakan penulis Kidung Agung masih dapat dirasakan oleh kita yang hidup pada zaman ini. Objek keindahannya saja yang berubah.

Bagaimana supaya komunikasi yang dilancarkan memiliki kuasa mengikat dua insan? Mari kita kupas bersama.

Ada tiga pola komunikasi yang sering dipakai. Dua yang pertama tidak bagus. Jika Anda menggunakannya, hati-hati! Dapat merusak relasi. Cepatlah sadar dan mengubah pola yang buruk…

heart to heart

1. Pola pertama: I and I (percakapan saya dengan saya)

Continue reading

Ruginya Pacaran di masa SMA

Ready or Not for Dating 1:

Ruginya Pacaran di Masa SMA

Monday, May 5, 2014

Nonton via YouTube just klik di sini

 

Kapan sih waktu yang tepat untuk dating?

Raja Salomo mengungkapkan dalamPengkhotbah 3:1

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”

 

Untuk segala sesuatu ada waktunya, termasuk pacaran. Kalau nge-jomblo jangan lama-lama, bisa-bisa ketinggalan kereta. Begitu pula dilarang memasuki masa dating di usia terlalu muda. Ada banyak kerugian dan masalah yang ditimbulkan.

no kids date

Jadi…kapan waktu terbaik? Continue reading

Perfect in God’s Design

Dating Insight A4

Perfect in God’s Design

28 April 2014

Dating INSIGHT Am I The Perfect Candidate bersama Ev. Chang Khui Fa dan isterinya Liana, dapat disaksikan klik di sini Youtube.

Kali ini,  kami hadirkan seorang pakar di bidang Counseling Keluarga, Bp. Ichwan Chahyadi. Beliau alumni Denver Seminary, USA dengan gelar Master of Counseling. Pak Ichwan juga adalah founder dan owner VISI Book Store. BTW, langsung saja kunjungi VISI atau VISI online sebagai resource pertumbuhan kerohanian dan kehidupan Anda.

Firman Tuhan yang menjadi perenungan kita hari ini terambil dari Mazmur 139: 13-16

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

 

Manusia adalah ciptaan yang sempurna di mata Allah. Bayangkan! Tuhan sendiri yang membentuk buah pinggangnya, menenunnya dalam kandungan. Dalam pandangan Tuhan, manusia sungguh sempurna!

Tetapi, sayang sekali! Manusia telah jatuh ke dalam dosa.Dosa mendistorsi design sempurna yang telah Allah ciptakan.

Puji Tuhan! 2000 tahun yang lalu, Yesus telah lahir. Dia telah mati dan bangkit! Dia memungkinkan kita disempurnakan kembali.

 

Menurut pandangan Pak Ichwan, sempurna” dalam design Tuhan itu apa maksudnya?

Setiap orang diciptakan dashyat dan ajaib. Kesempurnaan itu bukan berarti tanpa cacat atau kelemahan, tetapi yang dimaksud adalah bagaimana seseorang dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan design yang sudah Allah tetapkan.

Ambil contoh: piring dan gelas. Masing-masing sempurna jika digunakan sesuai dengan fungsi designnya. Gelas berfungsi baik jika digunakan untuk minum, sedangkan piring sebagai wadah makanan. Seandainya digunakan terbalik, menjadi tidak sempurna. Jadi kesempurnaan lebih dilihat dari fungsi dan peran sesuai design kita masing-masing.

Kesempurnaan itu relatif karena setiap orang unik. Tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang ekstrovert ada juga yang introvert. Ada yang thinking saat mengambil keputusan, ada juga yang feeling.

Seorang ekstrovert mendapat energi sebagai sumber kekuatannya dari luar yaitu dari orang-orang di sekitarnya; sebaliknya introvert, energinya dari dalam diri sendiri.

introvert-vs-extrovert

Bagaimana mendekteksi pribadi, apakah saya ekstrovert ataukah introvert?

Continue reading

Pribadi yang trustworthy, Am I Trustworthy?

 Am I The Perfect Candidate?

Pribadi yang Trustworthy

 

21 April 2014 Nonton Dating INSIGHT di YouTube yuk  🙂

Apa makna Perfect Candidate? Kata “Perfect” dalam pengertian ini harus dikaitkan dengan kecakapan membina dan mengelola relasi jangka panjang dengan orang lain khususnya tentu dengan pasangan kita. Dalam relasi jangka panjang, tak terhindarkan konflik, masalah yang datang bertubi-tubi, ketidakcocokan di sana-sini. Seorang yang sempurna, telah belajar dari Kristus untuk dapat menerima satu dengan yang lain, sehingga dapat mempertahankan relasi. “Saya mungkin belum sempurna sekarang, tapi saya already in the right way!” Saat Allah yang sempurna hadir dalam hidup kita, Anda berada dalam sebuah perjalanan kekal menuju kesempurnaan.

Dalam sebuah berita yang dimuat Republika 22 Januari 2014,  “Ketidaksetiaan,” inilah kata kunci yang kerap menjadi pemicu utama retaknya rumah tangga. Berikut pengalaman Prof. Dr. Dadang Hawari yang menangani konsultasi perkawinan, menunjukkan bahwa kasus-kasus perceraian umumnya diakibatkan ketidaksetiaan pasangan.

”Sebagian besar didominasi oleh ketidaksetiaan para suami. Istri juga ada tapi lebih sedikit,” ujarnya kepada Republika. Meski beliau mengaku belum memiliki data lengkap, namun dari pengalamannya membuka praktik konsultasi keluarga, faktanya 90 persen kasus retaknya perkawinan disebabkan perselingkuhan suami dan 10 persen oleh isteri.

Mengutip data dari Departemen Agama, Dadang menyebutkan, setiap tahun hampir 50 ribu pasangan suami-istri mengajukan perceraian. Dari jumlah itu, 20 ribu di antaranya berhasil diselamatkan oleh BP4. Sisanya, berakhir dengan perceraian. Sungguh tragis!

Kutipan dari Koran Tempo 24 Januari 2013: TEMPO.CO, Sleman – Salah satu dampak negatif dari sertifikasi guru adalah perselingkuhan. Sebab, dengan dana sertifikasi yang lumayan besar guru sangat rentan terhadap perselingkuhan. “Dana sertifikasi guru lumayan tinggi, dari uang gaji yang diterima setiap bulan sebenarnya sudah mencukupi. Ditambah lagi dengan dana yang besar, guru sangat rentan perselingkuhan,” kata Rani Pribadi, Direktur Aksara, lembaga pembela hak-hak perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2013. Pernyataan itu bukan tanpa alasan dan landasan. Dari pengakuan teman-temannya yang suaminya berprofesi guru, perselingkuhan karena ada uang berlebih terjadi di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perselingkuhan yang sangat rentan merusak harmoni keluarga disebutkan adalah perselingkuhan yang diimbangi dengan cinta atau yang berkelanjutan. Sehingga sangat mengganggu kehidupan keluarga yang berdampak pada isteri/suami, bahkan anak-anak. Data di atas kebetulan yang diriset adalah profesi guru.

Faktanya, tidak hanya guru yang berselingkuh, tetapi semua orang rentan jatuh ke dalam perselingkuhan. Tentu Anda tidak ingin menjadi orang yang tidak setia, bukan?

Nah, Perfection seperti apa yang harus diasah dan dikembangkan? Karakter apakah yang seharusnya kita bentuk dengan pertolongan Tuhan?    Jawabannya: Pribadi yang Trustworthy (dapat dipercaya).

Dalam buku pertama saya, “GARAM & TERANG bagi Keluarga,” di bab 6 huruf ”T“ singkatannya dari “Trust Between Husband and Wife” – meneropong Trust secara mendetail dan aplikatif dalam konteks hubungan suami isteri. Buku ini tersedia di Toko Buku Visi atau  juga bisa melalui klik aja untuk pemesanan via  Visi On Line.

Apa sih hubungan Trust dengan Dating? Manusia memiliki kecenderungan tidak bisa dipercaya, hari ini bilang: “Iya.” Besok bilang: “Nggak!” Lusa? “Mungkin Iya, mungkin Nggak.” Ingat sebuah iklan Televisi, ada seorang pria ditanya: Kapan menikah? Jawabnya, “Mei!” Maybe yes, Maybe no!” sambil senyam-senyum.

Pernah tidak punya pengalaman begini: Anda mengundang teman untuk datang ke pertemuan, “Datang ya nanti ke acara ini…” Dijawab teman,”Saya usahakan ya…” Anda yang ingin memastikan mungkin melanjutkan,”Bisa datang ga?” Direspon,”Nanti deh lihat dulu…” So, apa sih artinya? Jelas maksudnya: “Saya ga bisa atau ga mau datang.” Tetapi kenapa tidak secara lugas dan tegas menyatakan ga bisa hadir?

Baru-baru ini, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan. Langsung saya cek skedul di HP, ternyata kami tidak bisa. Lantas, to the point, but gently dengan sopan saya katakan: “Kami tidak bisa datang, karena saya ada pelayanan di Jakarta, jamnya pas sama.

”Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:37

Tuhan ingin menegakkan diri kita sebagai pribadi yang trustworthy.  Pribadi yang demikianlah yang memiliki kecakapan untuk mempertahankan relasi pernikahan yang indah seumur hidup. Karakter  “dapat dipercaya” harus dibentuk sejak kecil dan terus diasah sepanjang kehidupan.

Seperti apakah pribadi yang dapat dipercaya?

DatingINSIGHT trustworthy

Continue reading

Sempurnalah Kamu seperti Bapa Sempurna, dalam hal apa?

Am I the Perfect Candidate?

7 April 2014

Silahkan nonton Youtubenya disini

Kita telah membahas Dating dari sudut pandang Allah dalam God’s Will in Dating:

God’s Will in Dating 1: Apa sih kehendak Allah dalam masa pacaran?

G2: Apakah tujuan pacaran Kristen?

G3: Seperti apa pacar yang sesuai dengan kehendak Allah? Apa kriteria seiman?

G4: Mengapa tidak baik manusia seorang diri saja?

Nah, sekarang saya mengajak Anda mencoba menilai diri. Kita harus dapat mengukur diri dengan ukuran yang tepat. Tema-nya: Am I The Perfect Candidate? Sudahkah saya menjadi calon pasangan yang sempurna?

Bahasan ini penting bagi Anda yang belum memiliki pasangan hidup ataupun bagi Anda yang sudah menikah karena akan menjadi modal untuk membangun hubungan jangka panjang.

Mari kita mulai…Based of Timeless Word of GOD,  inilah Firman Tuhan yang mendasari tema kita: 2 Korintus 13: 11,”Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! “

Alkitab NIV: “Finally brothers, good by. Aim for perfection, listen to my appeal, be of one mind, live in peace and God of love and peace will be with you.”

Kata Aim berarti: membidik, menargetkan, memfokuskan. Nah, apa yang kita aim? Kesempurnaan (perfection).

aim perfection

Tuhan Yesus menegaskan pula dalam Matius 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Be Perfect, therefore as your heavenly Father is perfect.)

Perfect? Sempurna?

Continue reading

GARAM & TERANG bagi Keluarga

Telah Terbit Buku GARAM & TERANG bagi Keluarga cetakan ke-4 dilengkapi dengan Study Guide.

 

Now plus STUDY GUIDE

Now plus STUDY GUIDE

 

Menyingkapkan Rahasia Penting Pernikahan yang dibagi menjadi 11 Bab mengikuti akronim

G A R A M  &  T E R A N G:

 

  1. God as The Foundation of Marriage.
  2. Able to Communicate.
  3. Resolving Conflict.
  4. Adventure of Living.
  5. Merciful Heart.
  6. Trust Between Husband & Wife.
  7. Emotional Maturity.
  8. Romance in Marriage.
  9. Adaptability& Flexibility.
  10. Not Egocentric.
  11. Growing Personally.

 

 

Buku ini ditulis dengan bahasa RENYAH sehingga ENAK DIBACA & MUDAH DICERNA, serta dijamin tidak membosankan!

Pdt. Paul Gunadi Ph.D.

 

 

Dapatkan di Toko Buku VISI HP 081 321 00 7070 atau BB 2228A50A

Atau pemesanan melalui penulis mendapatkan harga spesial plus autograph di 0812 2099 7939.

 Nah ini Penulisnya,  CLICK aja  Ev. Chang Khui Fa

Now plus STUDY GUIDE

Now plus STUDY GUIDE

 

Kata Pengantar GARAM & TERANG bagi Keluarga Oleh Chang Khui Fa

Puji Tuhan! Lima tahun telah berlalu sejak diterbitkannya Buku GARAM & TERANG bagi Keluarga. Banyak suka dan duka yang saya alami seiring terbitnya buku ini. Apakah suka duka tersebut sebanding? Sulit untuk mendefinisikannya karena hidup masih terus berjalan bahkan berlari menempuh asa, yang jika dipandang dari sudut kekekalan, saya percaya semua mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8: 28)

Ada pepatah: Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Saya sangat setuju dengan pendapat ini. Mengapa untuk keabadian? Mencoba memahami apa yang Tuhan Yesus kerjakan dalam hidup setiap orang tebusannya adalah untuk bertumbuh makin menyerupai Kristus – maka melalui menulis, saya secara pribadi mengalami pertumbuhan kerohanian untuk semakin dan semakin lagi bergantung kepada Tuhan, pertumbuhan konsep berpikir agar semakin komprehensif dan tidak cupet, pertumbuhan pengekpresian emosi dengan lebih sehat, pertumbuhan relasi persahabatan dengan orang-orang seiman yang Tuhan pertemukan untuk mengerjakan sesuatu yang tidak lekang oleh zaman dan menjadi berkat bagi banyak orang. Sungguh menulis adalah bekerja untuk keabadian!

Bahkan melalui menulis buku, bukan hidup saya saja yang berubah…saya mencatat banyak orang yang mengalami perubahan setelah membaca tulisan ini. Sebagai alat keabadian, saya melihat buku ini sudah menjalankan perannya yaitu menjadi alat yang Tuhan pakai untuk mendatangkan kemuliaan bagi-Nya. Kabar datang dari sana-sini tentang orang-orang yang mengalami perubahan konsep tentang pernikahan. Ada pemuda yang mau menikah dan merasa sangat dipersiapkan menuju mahligai pernikahan setelah bersama calon pasangannya bersama-sama membaca buku ini. Ada juga yang mau bercerai, tapi mengurungkan niatnya setelah membaca buku ini. Ada pula hamba-hamba Tuhan yang menggunakan buku ini sebagai panduan untuk bimbingan pranikah di gereja.

Lebih luas lagi, buku ini telah dijadikan panduan untuk pemuridan pasutri di beberapa gereja lokal, yang akhirnya mendorong saya untuk memulai sebuah pelayanan baru yaitu Couple Discipleship Assistance (CDA). Melalui pelayanan ini, saya meng-assistansi pemuridan pasutri di gereja-gereja lokal. Para pasutri di gereja lokal dikelompokkan berdasarkan usia pernikahan mereka. Setiap kelompok hanya lima pasang dan setiap bulan bertemu untuk membahas tema-tema yang diambil dari Buku GARAM & TERANG bagi Keluarga. Melalui diskusi dalam kelompok yang solid, kristalisasi firman Tuhan dan penerapannya pastilah terjadi dalam hidup setiap pasutri.

Akhir kata, doa saya agar buku inipun menjadi alat Tuhan yang mengubahkan kehidupan pernikahan Anda untuk mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya. Undanglah Roh Kudus untuk berbicara ke dalam hati sanubari Anda. Jujur, terbuka dan tulus untuk diperiksa oleh-Nya.
Doakan: Tuhan, tolong aku yang lemah ini untuk berubah menjadi makin seperti-Mu. Amin.
Selamat Membaca!

Ev. Chang Khui Fa