Tag Archive | sepadan

Pasangan Sepadan

Equally Yokes Relationship 4

Co-Creativity: Pasangan Sepadan

Mau lihat Dating INSIGHT di YouTube, silahkan klik ini aja.

Apa arti sepadan? Sepadan artinya corresponding to himself (nyambung satu dengan yang lain).

Kenapa Tuhan menghendaki kita sepadan? Tuhan ingin kita dapat menjadi partner-Nya (Co-creativity) untuk memberkati banyak orang. Pernikahan yang sepadan pasti menjadi inspirasi cinta yang indah.

So, jangan berpacaran; kalo cuma buat mencari kesenangan semata, menghilangkan kesepian, mendapatkan keuntungan, ikut-ikutan teman, atau motivasi ngawur lainnya. Apalagi untuk menikah. Harus jelas, kenapa kamu memilih menikah? Mengapa dengan dia?

Jawabannya adalah karena we can achieve greater things together. Berdua pasangan, bersama-sama melayani Tuhan. Dengan dia, melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kamu berdua.

Ada sepasang suami isteri yang telah menjadi sumber inspirasi. Nama mereka tidak pernah dipisahkan, Alkitab selalu menuliskan nama mereka berdua. Pasangan ini, dipakai luar biasa oleh Tuhan. Cinta mereka menjadi berkat bagi banyak orang, bahkan buat kita sekarang ini. Siapakah pasangan ini?

Mereka adalah Akwila dan Priscilla.

Demikian kisah mereka yang tercatat dalam Firman Tuhan:

Kisah Para Rasul 18:1-3

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

Kisah Para Rasul 18:18-19

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.

Siapakah Priskila dan Akwila ini?

Mereka adalah pasangan suami istri biasa. Mereka pergi ke Korintus karena ada perintah dari kaisar, agar semua orang Yahudi pergi meninggalkan Roma. Di Korintus, mereka mencoba peruntungan, menjadi pembuat dan pedagang kemah.

Kemah, pada zaman dulu jelas kebutuhan primer. Orang-orang yang akan pergi dari satu kota ke kota lain, harus membawa kemah. Jaman sekarang, kalau pergi dari Bandung ke Surabaya, mudah dan cepat. Naik kereta, sehari sampai. Naik pesawat terbang, satu jam langsung mendarat di Surabaya. Jaman itu, belum ada kereta, apalagi pesawat. Paling cepat naik kuda. Perjalanan dari satu kota ke kota lain, butuh waktu berhari-hari. Di tengah jalan, jika hari keburu gelap, belum tentu ada motel untuk menginap, terpaksalah memasang kemah untuk bermalam, beristirahat. Jadi, usaha yang dikerjakan Akwila dan Priskila, adalah pekerjaan yang sangat dibutuhkan.

Setiap hari, dari pagi sampai malam, seperti umumnya para pedagang, mereka bekerja. Merancang kemah, mengatur pekerja, mengecek Quality Control dari produk yang dihasilkan, bertemu customer, melakukan perdagangan. Begitulah rutinitas day by day.

Sampai suatu ketika, hidup mereka berubah. Menjadi luar biasa. Mengapa? Karena pertemuan dengan Rasul Paulus.

Pada saat Paulus tiba di Korintus, dia mencari pekerjaan. Karena keahlian Paulus membuat kemah, maka bertemulah dia dengan Priskila dan Akwila, pedagang kemah terkenal di Korintus. Paulus bekerja dengan mereka dan menetap di rumahnya. Namun, pekerjaan Paulus yang utama tetap sebagai penginjil. Paulus sering pindah dari satu kota ke kota lain untuk mengabarkan Tuhan Yesus. Setiap kali tiba di suatu kota, dia pasti akan segera mencari sinagoge, beribadah di sana sekaligus memberitakan Kabar Sukacita.

Saya yakin, merekapun tidak luput dari pemberitaan yang Paulus sampaikan. Paulus menceritakan pada Akwila dan Priskila: Siapakah Allah Yahweh? Allah yang orang Yahudi sembah. Dia adalah Allah yang bukan hanya menerima penyembahan, tapi juga Allah yang ingin terlibat dalam kehidupan manusia. Dia bukan ALLAH yang berdiam diri, tapi rela lahir menjadi manusia. Dialah Yesus Kristus! Mati di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Tidak sampai di situ, Kristus juga bangkit dari kematian pada hari yang ke-3. Barangsiapa percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maukah kamu percaya kepada-Nya?

Kemudian, setelah beberapa lama tinggal bersama Akwila dan Priskilla di Korintus, Paulus hendak melanjutkan perjalanannya ke Efesus. Alkitab menuliskan bahwa Priskila dan Akwila menyertai dia. Menarik sekali!

Coba bayangkan kalau Priskila dan Akwila tidak nyambung. Mungkin Akwila berkata, “Yuk kita ikut Paulus mengabarkan Injil!” Mungkin Priskilla marah, “Apa? Mana bisa? Bisnis kemah kita bagaimana? Kan baru jalan! Lagian kita kan baru memulai hidup di kota ini, masak mau pergi lagi? Kamu ajalah, aku tidak mau.”

Tapi…Kenyataannya, luar biasa! Sepasang suami isteri ini sungguh kompak. Kedua-duanya sepakat pergi bersama Rasul Paulus. Melayani Tuhan bersama, tidak terpisahkan.

Sungguh indah jika setiap gereja memberikan peluang pelayanan bagi pasangan suami-isteri untuk melayani bersama.

Priskila dan Akwila memiliki suatu pelayanan yang sama. Mereka menjadi rekan sekerja Rasul Paulus. Bagaimana dengan bisnis kemahnya? Saya yakin orang Yahudi pintar berdagang. Bisnisnya pasti tetap berjalan karena mereka mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang kompeten dan dapat dipercaya.

Apa yang terjadi setelah mereka tiba di Efesus? Sangat menarik.

Priskila dan Akwila bertemu dengan seseorang bernama Apolos. Alkitab menceritakan Apolos sebagai orang yang fasih berbicara. Mungkin ketika dia berkhotbah, lebih hebat dari Rasul Paulus. Dia juga mahir dalam Taurat. Ketika Priskila dan Akwila mendengar dia berkhotbah, mereka merasakan ada sesuatu yang kurang dalam berita yang disampaikan oleh Apolos. Dia hanya mengenal dan memberitakan baptisan Yohanes. Tentang baptisan Tuhan Yesus, Apolos tidak tahu. Apa bedanya baptisan Yohanes dengan baptisan Tuhan Yesus?

Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. “Apakah kamu mau dibaptis? jika mau, kamu harus berjanji di hadapan Tuhan, bahwa kamu tidak akan melakukan hal yang jahat/berdosa lagi!”

Baptisan Tuhan Yesus mengandung baptisan pertobatan tapi juga dilanjutkan dengan sebuah pengakuan akan karya Tuhan Yesus, untuk menerima keselamatan dari Sang Juru Selamat.

Akhirnya, Priskila dan Akwila dengan bijaksana mengundang Apolos ke rumah mereka agar dapat berdiskusi. Mereka menyampaikan kepada Apolos akan kebenaran yang sebelumnya mereka dengar dari Rasul Paulus. Mereka menceritakan tentang Yesus yang lahir, mati, bangkit pada hari yang ketiga dan bertahta di Sorga. Alkitab menulis, sejak saat itu, Apolos menjadi paham, dan dia memberitakan tentang Kristus ke mana-mana.

Di sekitar kita begitu banyak orang yang perlu mendengar kebenaran Firman, namun belum pernah mendengarnya. Jika kita sungguh-sungguh bertekun dalam menggali kebenaran Firman Tuhan. Tuhan akan kirimkan orang-orang itu pada kita, dan membukakan kesempatan bagi kita untuk menyampaikan kebenaran-Nya.

Nama Priskila dan Akwila tidak hanya tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul saja. Paling tidak ada tiga bagian lain dalam Perjanjian Baru yang menuliskannya. Memberikan gambaran lebih utuh mengenai sepak terjang sepasang kekasih ini.

Roma 16:3-5a

Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.

Korintus 16:19

Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.

II Timotius 4:19

Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus. (artinya hubungan mereka dengan Timotius juga cukup dekat)

Ada 4 hal yang menarik dari ayat-ayat ini:

  1. Lihatlah, nama mereka selalu dicatat berdampingan. Tidak pernah ditulis Priskila saja atau Akwila saja. Sungguh indah bukan?
  2. Paulus seorang hamba Tuhan, dia mengakui bahwa pasangan suami isteri ini adalah rekan sekerjanya dalam Kristus Yesus.
  3. Mereka memberi sumbangsih yang besar dalam pelayanan Paulus: bahkan rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk Rasul Paulus.
  4. Mereka memberitakan Injil dengan giat, sampai terkumpul cukup banyak orang. Orang-orang bukan Yahudi menjadi jemaat, berkumpul, dan beribadah di rumah mereka. Mereka membuka rumahnya untuk dipakai dalam pelayanan.

Inilah sepasang kekasih yang hidupnya sangat berarti. Mereka mentaati panggilan Tuhan. Mereka melayani Tuhan bersama. Sungguh sangat indah.

Ingat, jatuh cinta merupakan perasaan yang indah, tak terkatakan. Itu diberikan Tuhan untuk dinikmati manusia. Namun saat menjalaninya, carilah yang seiman dan sepadan. Seseorang yang kita cintai plus dengannya juga nyambung. Bersamanya, bisa menjadi partnernya Tuhan. Co-creativity sebagai tujuan cinta kita. Selamat menemukan si dia! Pasti bersyukur setiap hari! Puji Tuhan!

Ev. Chang Khui Fa & Liana

Kecanduan dan Tidak Setia

Mr./Ms. WRONG 3

Kecanduan & Tidak Setia

Nonton via Youtube, silahkan KLIK di sini.

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Roma 8: 5-8

Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Roma 8: 13-14

 

Firman Tuhan sudah sangat jelas mencatat tentang mereka yang hidup menuruti keinginan daging, tidaklah mungkin berkenan kepada Allah!

Seperti apakah hidup menurut daging? Kali ini kami bahas dua jenis: Orang yang Kecanduan dan Tidak setia.

Mr./Ms. Kecanduan dan Mr./Ms. Tidak Setia termasuk rumpun Mr./Ms. WRONG.

Orang-orang seperti ini berpotensi negatif, merusak diri dan orang di dekatnya. Mereka real dan ada di sekitar kita.

mr wrong 3

Continue reading

Sempurnalah Kamu seperti Bapa Sempurna, dalam hal apa?

Am I the Perfect Candidate?

7 April 2014

Silahkan nonton Youtubenya disini

Kita telah membahas Dating dari sudut pandang Allah dalam God’s Will in Dating:

God’s Will in Dating 1: Apa sih kehendak Allah dalam masa pacaran?

G2: Apakah tujuan pacaran Kristen?

G3: Seperti apa pacar yang sesuai dengan kehendak Allah? Apa kriteria seiman?

G4: Mengapa tidak baik manusia seorang diri saja?

Nah, sekarang saya mengajak Anda mencoba menilai diri. Kita harus dapat mengukur diri dengan ukuran yang tepat. Tema-nya: Am I The Perfect Candidate? Sudahkah saya menjadi calon pasangan yang sempurna?

Bahasan ini penting bagi Anda yang belum memiliki pasangan hidup ataupun bagi Anda yang sudah menikah karena akan menjadi modal untuk membangun hubungan jangka panjang.

Mari kita mulai…Based of Timeless Word of GOD,  inilah Firman Tuhan yang mendasari tema kita: 2 Korintus 13: 11,”Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! “

Alkitab NIV: “Finally brothers, good by. Aim for perfection, listen to my appeal, be of one mind, live in peace and God of love and peace will be with you.”

Kata Aim berarti: membidik, menargetkan, memfokuskan. Nah, apa yang kita aim? Kesempurnaan (perfection).

aim perfection

Tuhan Yesus menegaskan pula dalam Matius 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Be Perfect, therefore as your heavenly Father is perfect.)

Perfect? Sempurna?

Continue reading