Tag Archive | premarital

Pasangan Sepadan

Equally Yokes Relationship 4

Co-Creativity: Pasangan Sepadan

Mau lihat Dating INSIGHT di YouTube, silahkan klik ini aja.

Apa arti sepadan? Sepadan artinya corresponding to himself (nyambung satu dengan yang lain).

Kenapa Tuhan menghendaki kita sepadan? Tuhan ingin kita dapat menjadi partner-Nya (Co-creativity) untuk memberkati banyak orang. Pernikahan yang sepadan pasti menjadi inspirasi cinta yang indah.

So, jangan berpacaran; kalo cuma buat mencari kesenangan semata, menghilangkan kesepian, mendapatkan keuntungan, ikut-ikutan teman, atau motivasi ngawur lainnya. Apalagi untuk menikah. Harus jelas, kenapa kamu memilih menikah? Mengapa dengan dia?

Jawabannya adalah karena we can achieve greater things together. Berdua pasangan, bersama-sama melayani Tuhan. Dengan dia, melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kamu berdua.

Ada sepasang suami isteri yang telah menjadi sumber inspirasi. Nama mereka tidak pernah dipisahkan, Alkitab selalu menuliskan nama mereka berdua. Pasangan ini, dipakai luar biasa oleh Tuhan. Cinta mereka menjadi berkat bagi banyak orang, bahkan buat kita sekarang ini. Siapakah pasangan ini?

Mereka adalah Akwila dan Priscilla.

Demikian kisah mereka yang tercatat dalam Firman Tuhan:

Kisah Para Rasul 18:1-3

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

Kisah Para Rasul 18:18-19

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.

Siapakah Priskila dan Akwila ini?

Mereka adalah pasangan suami istri biasa. Mereka pergi ke Korintus karena ada perintah dari kaisar, agar semua orang Yahudi pergi meninggalkan Roma. Di Korintus, mereka mencoba peruntungan, menjadi pembuat dan pedagang kemah.

Kemah, pada zaman dulu jelas kebutuhan primer. Orang-orang yang akan pergi dari satu kota ke kota lain, harus membawa kemah. Jaman sekarang, kalau pergi dari Bandung ke Surabaya, mudah dan cepat. Naik kereta, sehari sampai. Naik pesawat terbang, satu jam langsung mendarat di Surabaya. Jaman itu, belum ada kereta, apalagi pesawat. Paling cepat naik kuda. Perjalanan dari satu kota ke kota lain, butuh waktu berhari-hari. Di tengah jalan, jika hari keburu gelap, belum tentu ada motel untuk menginap, terpaksalah memasang kemah untuk bermalam, beristirahat. Jadi, usaha yang dikerjakan Akwila dan Priskila, adalah pekerjaan yang sangat dibutuhkan.

Setiap hari, dari pagi sampai malam, seperti umumnya para pedagang, mereka bekerja. Merancang kemah, mengatur pekerja, mengecek Quality Control dari produk yang dihasilkan, bertemu customer, melakukan perdagangan. Begitulah rutinitas day by day.

Sampai suatu ketika, hidup mereka berubah. Menjadi luar biasa. Mengapa? Karena pertemuan dengan Rasul Paulus.

Pada saat Paulus tiba di Korintus, dia mencari pekerjaan. Karena keahlian Paulus membuat kemah, maka bertemulah dia dengan Priskila dan Akwila, pedagang kemah terkenal di Korintus. Paulus bekerja dengan mereka dan menetap di rumahnya. Namun, pekerjaan Paulus yang utama tetap sebagai penginjil. Paulus sering pindah dari satu kota ke kota lain untuk mengabarkan Tuhan Yesus. Setiap kali tiba di suatu kota, dia pasti akan segera mencari sinagoge, beribadah di sana sekaligus memberitakan Kabar Sukacita.

Saya yakin, merekapun tidak luput dari pemberitaan yang Paulus sampaikan. Paulus menceritakan pada Akwila dan Priskila: Siapakah Allah Yahweh? Allah yang orang Yahudi sembah. Dia adalah Allah yang bukan hanya menerima penyembahan, tapi juga Allah yang ingin terlibat dalam kehidupan manusia. Dia bukan ALLAH yang berdiam diri, tapi rela lahir menjadi manusia. Dialah Yesus Kristus! Mati di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Tidak sampai di situ, Kristus juga bangkit dari kematian pada hari yang ke-3. Barangsiapa percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maukah kamu percaya kepada-Nya?

Kemudian, setelah beberapa lama tinggal bersama Akwila dan Priskilla di Korintus, Paulus hendak melanjutkan perjalanannya ke Efesus. Alkitab menuliskan bahwa Priskila dan Akwila menyertai dia. Menarik sekali!

Coba bayangkan kalau Priskila dan Akwila tidak nyambung. Mungkin Akwila berkata, “Yuk kita ikut Paulus mengabarkan Injil!” Mungkin Priskilla marah, “Apa? Mana bisa? Bisnis kemah kita bagaimana? Kan baru jalan! Lagian kita kan baru memulai hidup di kota ini, masak mau pergi lagi? Kamu ajalah, aku tidak mau.”

Tapi…Kenyataannya, luar biasa! Sepasang suami isteri ini sungguh kompak. Kedua-duanya sepakat pergi bersama Rasul Paulus. Melayani Tuhan bersama, tidak terpisahkan.

Sungguh indah jika setiap gereja memberikan peluang pelayanan bagi pasangan suami-isteri untuk melayani bersama.

Priskila dan Akwila memiliki suatu pelayanan yang sama. Mereka menjadi rekan sekerja Rasul Paulus. Bagaimana dengan bisnis kemahnya? Saya yakin orang Yahudi pintar berdagang. Bisnisnya pasti tetap berjalan karena mereka mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang kompeten dan dapat dipercaya.

Apa yang terjadi setelah mereka tiba di Efesus? Sangat menarik.

Priskila dan Akwila bertemu dengan seseorang bernama Apolos. Alkitab menceritakan Apolos sebagai orang yang fasih berbicara. Mungkin ketika dia berkhotbah, lebih hebat dari Rasul Paulus. Dia juga mahir dalam Taurat. Ketika Priskila dan Akwila mendengar dia berkhotbah, mereka merasakan ada sesuatu yang kurang dalam berita yang disampaikan oleh Apolos. Dia hanya mengenal dan memberitakan baptisan Yohanes. Tentang baptisan Tuhan Yesus, Apolos tidak tahu. Apa bedanya baptisan Yohanes dengan baptisan Tuhan Yesus?

Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. “Apakah kamu mau dibaptis? jika mau, kamu harus berjanji di hadapan Tuhan, bahwa kamu tidak akan melakukan hal yang jahat/berdosa lagi!”

Baptisan Tuhan Yesus mengandung baptisan pertobatan tapi juga dilanjutkan dengan sebuah pengakuan akan karya Tuhan Yesus, untuk menerima keselamatan dari Sang Juru Selamat.

Akhirnya, Priskila dan Akwila dengan bijaksana mengundang Apolos ke rumah mereka agar dapat berdiskusi. Mereka menyampaikan kepada Apolos akan kebenaran yang sebelumnya mereka dengar dari Rasul Paulus. Mereka menceritakan tentang Yesus yang lahir, mati, bangkit pada hari yang ketiga dan bertahta di Sorga. Alkitab menulis, sejak saat itu, Apolos menjadi paham, dan dia memberitakan tentang Kristus ke mana-mana.

Di sekitar kita begitu banyak orang yang perlu mendengar kebenaran Firman, namun belum pernah mendengarnya. Jika kita sungguh-sungguh bertekun dalam menggali kebenaran Firman Tuhan. Tuhan akan kirimkan orang-orang itu pada kita, dan membukakan kesempatan bagi kita untuk menyampaikan kebenaran-Nya.

Nama Priskila dan Akwila tidak hanya tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul saja. Paling tidak ada tiga bagian lain dalam Perjanjian Baru yang menuliskannya. Memberikan gambaran lebih utuh mengenai sepak terjang sepasang kekasih ini.

Roma 16:3-5a

Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.

Korintus 16:19

Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.

II Timotius 4:19

Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus. (artinya hubungan mereka dengan Timotius juga cukup dekat)

Ada 4 hal yang menarik dari ayat-ayat ini:

  1. Lihatlah, nama mereka selalu dicatat berdampingan. Tidak pernah ditulis Priskila saja atau Akwila saja. Sungguh indah bukan?
  2. Paulus seorang hamba Tuhan, dia mengakui bahwa pasangan suami isteri ini adalah rekan sekerjanya dalam Kristus Yesus.
  3. Mereka memberi sumbangsih yang besar dalam pelayanan Paulus: bahkan rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk Rasul Paulus.
  4. Mereka memberitakan Injil dengan giat, sampai terkumpul cukup banyak orang. Orang-orang bukan Yahudi menjadi jemaat, berkumpul, dan beribadah di rumah mereka. Mereka membuka rumahnya untuk dipakai dalam pelayanan.

Inilah sepasang kekasih yang hidupnya sangat berarti. Mereka mentaati panggilan Tuhan. Mereka melayani Tuhan bersama. Sungguh sangat indah.

Ingat, jatuh cinta merupakan perasaan yang indah, tak terkatakan. Itu diberikan Tuhan untuk dinikmati manusia. Namun saat menjalaninya, carilah yang seiman dan sepadan. Seseorang yang kita cintai plus dengannya juga nyambung. Bersamanya, bisa menjadi partnernya Tuhan. Co-creativity sebagai tujuan cinta kita. Selamat menemukan si dia! Pasti bersyukur setiap hari! Puji Tuhan!

Ev. Chang Khui Fa & Liana

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Kematangan Emosi: Ekspresi Emosi yang Sehat

R3- Kematangan Emosi
Ini masih di dalam pembahasan huruf ke-3 “R”-Ready or not for dating.

Menyimak via YouTube silahkan KLIK di sini
Amsal 15: 13 “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. “

Apa sih pentingnya kematangan emosi?

Emosi memengaruhi pikiran dan tingkah laku seseorang, juga mendasari motivasinya. Misal: Alasan atau motivasi seseorang mencari pacar. Ada yang mencari pasangan hidup karena dilandasi perasaan takut. “Saya takut tidak dapat pasangan hidup, maka harus cepat-cepat mencari pacar.” Jelas, drivenya adalah “fear” (perasaan takut).

Sebuah survey yang ditujukan pada anak-anak SMP dan SMA mempertanyakan, “Kenapa kalian berpacaran?” Sebagian besar menjawab karena: “Kuatir di”cap” teman-temannya “tidak laku.”
Mengambil keputusan untuk pacaran dengan motivasi takut ga laku bukanlah alasan yang tepat, terlebih emosi remaja belumlah matang.
Nah, emosi seperti apa yang seharusnya ada saat seseorang ingin berpacaran? Apakah emosi yang menggebu-gebu? Panas dingin ga karuan? Apakah kalau emosi jatuh cinta muncul, itu pertanda seseorang boleh pacaran?
Emosi yang terbaik saat seseorang ingin memulai hubungan dengan lawan jenis adalah munculnya perasaan tenang dan bukan didominasi perasaan kuatir atau takut.
Tenang bahwa pada masanya nanti, saya pasti akan menemukan dan menjalin hubungan dengan orang yang benar. Pikiran yang jernih sangat erat kaitannya dengan perasaan tenang. Pikiran yang jernih akan memampukan kita mengambil keputusan lebih baik. Apalagi masalah calon suami/isteri yang akan menemani Anda seumur hidup! Sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa mengajak menjalin hubungan yang serius pada saat kondisi emosinya sedang labil.

Mengapa untuk memulai hubungan yang serius perlu kematangan emosi?
1. Dapat meminimalisir pengambilan keputusan yang salah.

Seringkali kita bisa keliru mengambil keputusan. Membeli barang yang tidak sesuai, salah pilih tempat rekreasi, makan di resto yang tidak enak…Pilih pacar yang dampaknya seumur hidup, so pasti jangan sampai salah pilih dong! Kalau salah pilih bisa gawat, itu berarti penderitaan selama sisa hidup kita. Supaya dapat memilih dengan tepat dibutuhkan kematangan emosi yang cukup.

2. Saat memasuki relasi jangka panjang, membutuhkan kestabilan emosi dan rohani.

Stabil artinya ndak gampang berubah-ubah dan tidak emosional. Orang yang stabil emosinya, bisa menerima orang yang berbeda darinya.
Sebaliknya, orang yang emosinya kurang matang, menuntut orang lain untuk berpikir seperti dia; melakukan segala sesuatu sesuai caranya, jika lain sedikit langsung kesal dan marah ga karuan.

Kematangan emosi dapat menjembatani berbagai perbedaan. Kala dua insan memasuki pernikahan, pasti banyak bedanya: Cara berpikir, latar belakang keluarga, kebiasaan memakai uang, juga ketidaksamaan prinsip (penting bagi seseorang, belum tentu penting bagi yang lain).

Contoh yang pernah kami alami, dalam hal keuangan. Sebelum menikah, saya bekerja mendapatkan penghasilan. Jelas, uang itu hak saya pribadi. Rasanya bebas merdeka mau pakai uang itu untuk apa saja. Namun, saat menikah dengan Liana, dia mengharapkan saya untuk berdiskusi dulu dengannya jika berniat membeli sesuatu. Apalagi jika yang dibeli harganya mahal.

Dengan kematangan emosi yang cukup, perbedaan pendapat seperti ini dapat diselesaikan dengan lebih cepat, tidak perlu berlarut-larut.

Apa sih emosi itu? Emosi adalah tanggapan atau respon dari dalam diri terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi silih berganti. Masalah-masalah yang suka mampir dalam hidup, tidak bisa diatur dan seringkali di luar kendali.
Misal: Pagi hari, begitu mau pergi, ehhhh jalanan macet! Orang yang kurang matang, kemacetan akan bikin dia marah-marah dan ngomel sepanjang jalan, bahkan bikin dia bete sepanjang hari. Sebaliknya, orang yang stabil emosi, dapat bersikap tetap tenang, karena sadar mau ngamukpun macet tetap macet, toh pelan-pelan juga pasti sampai. Santai aja.
Sekarang, bagaimana mengukur kematangan emosi? Kematangan emosi diukur dari kecakapan menyampaikan emosi dengan sehat.

richness emotions

Continue reading

Perfect in God’s Design

Dating Insight A4

Perfect in God’s Design

28 April 2014

Dating INSIGHT Am I The Perfect Candidate bersama Ev. Chang Khui Fa dan isterinya Liana, dapat disaksikan klik di sini Youtube.

Kali ini,  kami hadirkan seorang pakar di bidang Counseling Keluarga, Bp. Ichwan Chahyadi. Beliau alumni Denver Seminary, USA dengan gelar Master of Counseling. Pak Ichwan juga adalah founder dan owner VISI Book Store. BTW, langsung saja kunjungi VISI atau VISI online sebagai resource pertumbuhan kerohanian dan kehidupan Anda.

Firman Tuhan yang menjadi perenungan kita hari ini terambil dari Mazmur 139: 13-16

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

 

Manusia adalah ciptaan yang sempurna di mata Allah. Bayangkan! Tuhan sendiri yang membentuk buah pinggangnya, menenunnya dalam kandungan. Dalam pandangan Tuhan, manusia sungguh sempurna!

Tetapi, sayang sekali! Manusia telah jatuh ke dalam dosa.Dosa mendistorsi design sempurna yang telah Allah ciptakan.

Puji Tuhan! 2000 tahun yang lalu, Yesus telah lahir. Dia telah mati dan bangkit! Dia memungkinkan kita disempurnakan kembali.

 

Menurut pandangan Pak Ichwan, sempurna” dalam design Tuhan itu apa maksudnya?

Setiap orang diciptakan dashyat dan ajaib. Kesempurnaan itu bukan berarti tanpa cacat atau kelemahan, tetapi yang dimaksud adalah bagaimana seseorang dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan design yang sudah Allah tetapkan.

Ambil contoh: piring dan gelas. Masing-masing sempurna jika digunakan sesuai dengan fungsi designnya. Gelas berfungsi baik jika digunakan untuk minum, sedangkan piring sebagai wadah makanan. Seandainya digunakan terbalik, menjadi tidak sempurna. Jadi kesempurnaan lebih dilihat dari fungsi dan peran sesuai design kita masing-masing.

Kesempurnaan itu relatif karena setiap orang unik. Tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang ekstrovert ada juga yang introvert. Ada yang thinking saat mengambil keputusan, ada juga yang feeling.

Seorang ekstrovert mendapat energi sebagai sumber kekuatannya dari luar yaitu dari orang-orang di sekitarnya; sebaliknya introvert, energinya dari dalam diri sendiri.

introvert-vs-extrovert

Bagaimana mendekteksi pribadi, apakah saya ekstrovert ataukah introvert?

Continue reading

Pribadi yang trustworthy, Am I Trustworthy?

 Am I The Perfect Candidate?

Pribadi yang Trustworthy

 

21 April 2014 Nonton Dating INSIGHT di YouTube yuk  🙂

Apa makna Perfect Candidate? Kata “Perfect” dalam pengertian ini harus dikaitkan dengan kecakapan membina dan mengelola relasi jangka panjang dengan orang lain khususnya tentu dengan pasangan kita. Dalam relasi jangka panjang, tak terhindarkan konflik, masalah yang datang bertubi-tubi, ketidakcocokan di sana-sini. Seorang yang sempurna, telah belajar dari Kristus untuk dapat menerima satu dengan yang lain, sehingga dapat mempertahankan relasi. “Saya mungkin belum sempurna sekarang, tapi saya already in the right way!” Saat Allah yang sempurna hadir dalam hidup kita, Anda berada dalam sebuah perjalanan kekal menuju kesempurnaan.

Dalam sebuah berita yang dimuat Republika 22 Januari 2014,  “Ketidaksetiaan,” inilah kata kunci yang kerap menjadi pemicu utama retaknya rumah tangga. Berikut pengalaman Prof. Dr. Dadang Hawari yang menangani konsultasi perkawinan, menunjukkan bahwa kasus-kasus perceraian umumnya diakibatkan ketidaksetiaan pasangan.

”Sebagian besar didominasi oleh ketidaksetiaan para suami. Istri juga ada tapi lebih sedikit,” ujarnya kepada Republika. Meski beliau mengaku belum memiliki data lengkap, namun dari pengalamannya membuka praktik konsultasi keluarga, faktanya 90 persen kasus retaknya perkawinan disebabkan perselingkuhan suami dan 10 persen oleh isteri.

Mengutip data dari Departemen Agama, Dadang menyebutkan, setiap tahun hampir 50 ribu pasangan suami-istri mengajukan perceraian. Dari jumlah itu, 20 ribu di antaranya berhasil diselamatkan oleh BP4. Sisanya, berakhir dengan perceraian. Sungguh tragis!

Kutipan dari Koran Tempo 24 Januari 2013: TEMPO.CO, Sleman – Salah satu dampak negatif dari sertifikasi guru adalah perselingkuhan. Sebab, dengan dana sertifikasi yang lumayan besar guru sangat rentan terhadap perselingkuhan. “Dana sertifikasi guru lumayan tinggi, dari uang gaji yang diterima setiap bulan sebenarnya sudah mencukupi. Ditambah lagi dengan dana yang besar, guru sangat rentan perselingkuhan,” kata Rani Pribadi, Direktur Aksara, lembaga pembela hak-hak perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2013. Pernyataan itu bukan tanpa alasan dan landasan. Dari pengakuan teman-temannya yang suaminya berprofesi guru, perselingkuhan karena ada uang berlebih terjadi di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perselingkuhan yang sangat rentan merusak harmoni keluarga disebutkan adalah perselingkuhan yang diimbangi dengan cinta atau yang berkelanjutan. Sehingga sangat mengganggu kehidupan keluarga yang berdampak pada isteri/suami, bahkan anak-anak. Data di atas kebetulan yang diriset adalah profesi guru.

Faktanya, tidak hanya guru yang berselingkuh, tetapi semua orang rentan jatuh ke dalam perselingkuhan. Tentu Anda tidak ingin menjadi orang yang tidak setia, bukan?

Nah, Perfection seperti apa yang harus diasah dan dikembangkan? Karakter apakah yang seharusnya kita bentuk dengan pertolongan Tuhan?    Jawabannya: Pribadi yang Trustworthy (dapat dipercaya).

Dalam buku pertama saya, “GARAM & TERANG bagi Keluarga,” di bab 6 huruf ”T“ singkatannya dari “Trust Between Husband and Wife” – meneropong Trust secara mendetail dan aplikatif dalam konteks hubungan suami isteri. Buku ini tersedia di Toko Buku Visi atau  juga bisa melalui klik aja untuk pemesanan via  Visi On Line.

Apa sih hubungan Trust dengan Dating? Manusia memiliki kecenderungan tidak bisa dipercaya, hari ini bilang: “Iya.” Besok bilang: “Nggak!” Lusa? “Mungkin Iya, mungkin Nggak.” Ingat sebuah iklan Televisi, ada seorang pria ditanya: Kapan menikah? Jawabnya, “Mei!” Maybe yes, Maybe no!” sambil senyam-senyum.

Pernah tidak punya pengalaman begini: Anda mengundang teman untuk datang ke pertemuan, “Datang ya nanti ke acara ini…” Dijawab teman,”Saya usahakan ya…” Anda yang ingin memastikan mungkin melanjutkan,”Bisa datang ga?” Direspon,”Nanti deh lihat dulu…” So, apa sih artinya? Jelas maksudnya: “Saya ga bisa atau ga mau datang.” Tetapi kenapa tidak secara lugas dan tegas menyatakan ga bisa hadir?

Baru-baru ini, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan. Langsung saya cek skedul di HP, ternyata kami tidak bisa. Lantas, to the point, but gently dengan sopan saya katakan: “Kami tidak bisa datang, karena saya ada pelayanan di Jakarta, jamnya pas sama.

”Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:37

Tuhan ingin menegakkan diri kita sebagai pribadi yang trustworthy.  Pribadi yang demikianlah yang memiliki kecakapan untuk mempertahankan relasi pernikahan yang indah seumur hidup. Karakter  “dapat dipercaya” harus dibentuk sejak kecil dan terus diasah sepanjang kehidupan.

Seperti apakah pribadi yang dapat dipercaya?

DatingINSIGHT trustworthy

Continue reading

Dating INSIGHT G-1: Seek His Kingdom and His Righteousness (the Begining)

God’s Will in Dating (masa pacaran): Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Senin, 10 Maret 2014

T3: Timeless Words of God, Transparent Life of The Speakers (Ev.Chang Khui Fa dan Liana) & Definitely Will Transformed Your Life.

Mau lihat pembahasan ini via youtube? Silahkan klik link ini. 

Siaran kami biasanya diawali dengan doa bersama, ada baiknya Anda berdoa dulu sebelum melanjutkan membaca.

Mari kita mulai, pertanyaan apa yang sering ditanyakan anak-anak Tuhan? “Apa sih kehendak Tuhan bagiku?” atau bagi Anda yang mungkin sedang mencari pasangan hidup, “Siapa atau seperti apa sih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan?”

Karena pertanyaannya adalah Kehendak Tuhan, mari kita langsung aja melihat jawabannya pada Firman Tuhan.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Kata “carilah” menimbulkan sebuah pertanyaan dalam benak saya. “Apa sih yang kita cari dalam hidup ini?” So pasti banyak banget! Di bursa kerja tidak pernah kurang orang yang mencari pekerjaan, setiap hari orang mencari kekayaan, banyak juga yang mencari makanan sehingga marak kuliner dimana-mana. Dengan maraknya aplikasi jaringan sosial tidak sedikit pula yang mencari ketenaran dari yang namanya narsis sampai selfie. Banyak pula ibu-ibu rumah tangga yang searching barang-barang diskon. Secara khusus yang kita diskusikan adalah bagi para insan muda: Mencari pasangan hidup.

Dating INSIGHT begin

 

Continue reading