Tag Archive | pranikah

Pribadi Tidak Bertanggung Jawab dan kekanak-kanakan

Mr./Ms .Wrong 4

Pribadi Tidak Bertanggung jawab dan Kekanak-kanakan

Mau menyimak Siaran Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini

5 tipe dari Mr./Ms. Wrong:

  1. Tidak seiman, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Abusive (suka menganiaya)
  3. Addictive (kecanduan)
  4. Infidelity (tidak setia)
  5. Irresponsibility dan Immature (Tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan)

Tipe ke 1 sampai 4, silahkan baca dalam bahasan Mr./Ms.Wrong sebelumnya.

tidak bertanggungjawab dan kekanak-kanakan

Seperti apakah pribadi Irresponsibility dan Immature?

Bicara soal pribadi yang irresponsible dan immature, fenomenanya ini bukan cuma sekali-sekali. Yang kami maksud adalah sebuah pola (pattern) atau kebiasaannya (habits) sehari-hari. Bukan temporer, tapi satu keadaan di mana seseorang benar-benar merasa nyaman dengan childish-nya. Orang dewasa tapi kekanak-kanakan, sudah punya tanggung jawab tapi senang mengelak, sukanya main-main terus.

Contohnya Riko, dia mencari pacar yang lebih tua usianya. Dia betah dengan sikap kekanak-kanakannya. Secara langsung atau tidak, kala bicara, ada message yang ingin disampaikan, “Aku ingin begini terus, kamu urusin aku ya…” “Aku suka dengan cewek yang bisa ngemong…” “Kamu aja yang tentuin, aku ikut aja…,”sering Riko berkata begitu ke pacarnya. Sebagai perempuan, tentunya mengharapkan seorang pria yang berperan memimpin keluarga, dan sigap mengambil keputusan. Jika kekanak-kanakan, bagaimana bisa direspect?

Untuk mendeteksinya, ada beberapa karakteristik seorang yang irresponsibility dan immature:

  1. Tidak punya arah/target/goal dalam hidup.
  • Tidak punya arah karena ga ada target. Ketika ditanya, “Apa rencanamu sehabis ini?” ”Yah, kita lihat saja nanti” jawabnya. Sebenernya sih, dia ga tau mau ngapain…Normally, orang kuliah menargetkan lulus dalam jangka waktu tertentu. Kuliah harus lulus dalam waktu 4 tahun. Jika tidak punya target, bisa jadi tidak lulus-lulus, terus saja menikmati statusnya sebagai mahasiswa. Gelarnya MA (Mahasiswa Abadi) atau DO (Drop Out).
  • Tidak punya tujuan hidup. Sayang loh, waktu terus berjalan. Teman-teman yang dulu bersama-sama, mungkin sudah berhasil. Si Boy teman sebangku di SMA, sukses lulus S-2. Si Fei teman SD dulu, sudah menikah. Si Bobi yang kocak sekarang udah berkeluarga dan punya dua anak. Win, yang selalu dapat A di kuliah sekarang telah jadi direktur. Teman baik si Ocha sudah jadi pengusaha seperti yang dia dulu impikan. Sebagai orang normal, melihat teman-teman sudah berhasil dibanding diri yang belum mencapai ini dan itu, pastilah stress berat!!! But, yang namanya immature people, tidak ambil pusing. “Santai aja… itukan mereka. Kalo aku, yang penting hepi…,” jawabnya setiap kali ditanya.
  • Tidak dapat membuat keputusan dalam banyak aspek, so menimbulkan banyak ketidakpastian. Yang sederhana, pacarnya nanya, “Kita mau makan dimana nih?” Dijawab, “Terserah aja…sembaranglah.”
  • Tidak punya pendirian, tidak tau apa yang diinginkannya, tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengemban tanggung jawab karena takut perubahan. Takut menjadi dewasa.

2. Last minute Person.

Waduh besok harus kumpul tugas nih… tapi ini film bagus banget. Nonton aja lah ga apa-apa. Ntar malem begadangan ngerjain tugas. Masih ada waktu kok,” pikirnya. Orientasinya adalah mengerjakan yang disuka atau yang ingin dilakukan saja. Akhirnya, hasil kurang maksimal, apa yang dikerjakan tidak pernah memuaskan dosen atau atasannya (jika sudah bekerja).

Jaman dulu ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Mengerjakan apa saja di menit-menit terakhir. Buat tugas cepat-cepat, pokoknya beres… selesainya asal-asalan. “

3. Dia selalu terlambat bahkan lupa untuk jadwal yang penting sekalipun. Bahkan ultah pacarnya juga terlupakan. “O Iya….Kamu ultah ya….” Ini terjadi karena hidupnya unscheduled (tidak terencana).

4. Tidak punya inisiatif. Selalu menunggu. Kenalan aja tidak bisa duluan, mesti ada yang mengenalkan. Apa-apa mesti disuruh-suruh dan diminta-minta.

5. Sulit mempertahankan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Berpindah pekerjaan untuk kemajuan karir tentu OK, tetapi kalau berhenti sebelum dapat yang lebih baik? Pribadi immature biasanya keluar karena merasa tugasnya terlalu berat, adanya tuntutan atasan yang tidak mau diperjuangkan, bosan… Langsung saja berhenti kerja, walau belum ada yang baru. Memang dia hidup dalam dunianya sendiri. Segala sesuatu ditimbang berdasarkan apakah itu asyik apa ndak buat dia. Susah dibilangin karena dia punya pendapat sendiri yang selalu benar menurut dirinya.

6. Ketidakmampuan memanage keuangan.

Dia punya kebiasaan buruk dalam keuangan. Sering berhutang. Pengeluaran selalu lebih besar dari penerimaan. Hal ini bahaya sekali, terlebih dalam pernikahan. Jika memiliki pasangan yang spending money-nya itu tidak terkontrol, bisa-bisa kelibas hutang.

Jika lagi mau, biar mahal akan dibayar; bahkan bila perlu berhutang. Bagaimana bayarnya? Sanggup ndak mencicilnya? Tidak pusing! Yang penting “Kudapat yang kumau SEKARANG!” Persis anak kecil yang maksa ibunya membelikan mainan sampai nangis-nangis, ngambek, teriak-teriak…Makanya, anak dari kecil sudah harus dididik supaya tidak terjebak pola: “Harus selalu dapat yang diinginkan”.

7. Kamarnya selalu berantakan. Jika sedang wakuncar (waktu berkunjung ke rumah pacar), liat-liat kamarnya. Kamar yang berantakan adalah tanda bahwa hidupnya tidak terorganisir dengan baik.

 

Kenapa seringkali kita tidak memperhatikan tanda-tanda Mr./Ms. Wrong?

  1. Familiar. Apa maksudnya? Sungguh aneh, ini riset di Amerika. Seorang anak gadis yang memiliki ayah alcoholic, ternyata sadar tidak sadar akan memilih untuk menikah dengan pria alcoholic juga. Seorang gadis yang ayahnya abusive, cenderung bisa menerima perlakuan abusive terhadap dirinya. Ujung-ujungnya, dia OK saja dengan pria yang abusive.Seorang gadis yang dibesarkan ayah tidak bertanggung jawab, anehnya akan jatuh juga ke pelukan seorang pria yang sami mawon.Kok bisa begitu? Ini yang disebut familiar, jadinya tidak peka terhadap seseorang yang Wrong. Sungguh harus ada seseorang yang berteriak di kupingnya,”Kamu bakal WRONG kalau pacaran sama orang WRONG! Sadar ga sih?!!!”
  2. Saya merasa tidak layak mendapat yang terbaik. Saya juga elek kok. Dari familiar, muncullah perasaan ini: “Saya jelek, mana boleh saya dapat yang bagus?”
  3. Mendingan lah daripada ga ada. Padahal mendingan ga ada daripada ada tapi Wrong. Jika tidak ada, toh bisa berseru pada Tuhan untuk membuka lembaran baru, bisa memperluas pergaulan dengan bebas merdeka, ketimbang ada tapi Wrong, pastinya akan jauh lebih pusing, tujuh keliling, makin lama makin ribet.
  4. Have same problem. Kita ada dalam suatu masyarakat yang rasanya tabu, malu menceritakan masalah atau keburukan keluarga kita. Akhirnya kita hanya dapat menyembunyikan menjadi rahasia keluarga. Kalau sampai cerita, adalah kepada orang yang kita yakin ada mirip-mirip masalahnya dengan kita. Karena sering cerita, akhirnya berlayarlah bersamanya dalam masalah yang makin menenggelamkan hidup.

Padahal jika itu sebuah fakta yang gelap, adakah satu keinginan untuk keluar? Atau kita mengulangi lagi sejarah yang buruk? Mengulangi lagi kisah orang tua ke dalam hidup kita? Kenapa tidak mau mencari konselor? Kenapa tidak mau mendiskusikan masalah dengan orang yang berkompeten?

Mari mengundang intervensi Tuhan, untuk menghadirkan yang baru, karena yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang!

5. Takut breaking up. Kalo putus…siapa yang mau sama saya?

 

Mari kita perhatikan firman di bawah ini.

(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12 menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami pembaharuan budi. Tandanya, kita semakin cermat dan teliti sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah. Pastilah kehendak-NYA adalah yang terbaik dan sempurna.

Dating INSIGHT dengan seluruh programnya bertujuan mengedukasi muda-mudi. Mengungkapkan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai pacaran. Akhirnya, anda dapat menilai, pacaran seperti apa sih yang baik? Pasanganku ini sudah tepat atau belum? Bagaimana membina relasi yang langgeng seumur hidup? Saya sedang dalam relasi yang baik atau buruk?

Sering kali masalah timbul karena kurang paham saja. Hal sepele dibesar-besarkan, yang primer malah diabaikan. Hati-hati! Bisa jadi saat pacaran, segala kekurangan pasangan dimaklumi, “Ah ga pa-pa lah…dia emang orangnya begitu, yang pentingkan saling cinta.”

Dating INSIGHT melalui serial Mr./Ms. Wrong sudah memberikan informasi: Yang kayak begini berpeluang merusak relasi bahkan kehidupan pribadi. Ini bukan masalah kecil, so tidak boleh dianggap sepele. Masalah tetap masalah, entah disadari atau tidak, bahkan bisa menjadi potensi yang dapat “merobek-robek” kehidupan.

Pembaharuan budi didapat dari sumber-sumber yang tepat, bukan sumber sembarangan, tidak kompeten, atau menyesatkan. Firman Tuhan seharusnya menjadi sumber paling komprehensif dan terpercaya.

Apa bedanya orang bodoh dan pintar? Orang pintar dapat menggali informasi-informasi yang diperlukan agar dapat membuat keputusan yang tepat; yang bodoh, tidak memiliki akses terhadap informasi-informasi yang benar, bahkan seringkali tidak ingin mencari tahu. Jangan menjadi bodoh, tapi carilah hikmat Allah, mumpung segalanya belum terlambat!

Melalui kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Dating INSIGHT, saya berharap insan muda semakin cerdas dalam memilih, tambah mengenal apa maunya Tuhan. Akhirnya, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna menjadi bagian dalam kehidupanmu. Terlebih, hikmat Tuhan, kebenaran-kebenaran yang disingkapkan, haruslah dilaksanakan dengan penuh keberanian!

Setelah memahami kebenaran, umpama ternyata Tuhan membukakan bahwa pasanganmu termasuk salah satu tipe Mr./Ms. Wrong. Nah, bagaimana langkah selanjutnya?

1. Konfrontasikan dengan pasangan. Bukan ajakin berantem, tapi sama-sama menyimak Dating INSIGHT (bisa via youtube, compact disc atau membaca web ini) dan kemudian diskusikan, ”Koq sepertinya permasalahan kita sama dengan yang dibicarakan? Bagaimana kita harus menyikapinya?” Harap-harap Roh Kudus memberikan kesadaran baru. Apa tahapan berikutnya?

2. Mencari pertolongan, bisa ke konselor atau hamba Tuhan untuk memberikan pandangan dan masukan-masukan. Jika ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan buat appointment melalui BBM/ SMS/ WA. 0812 2099 7939/ BBM: 759246 BB.

3. Sambil melakukan semua itu, sembari berseru meminta campur tangan Tuhan. Lihatlah! Allah kita hidup, Dia bukan Allah yang mati! Dia akan mengintervensi hidupmu, dan memberikan pertolongan.

4. Setelah semua tahap dicoba, bagaimana kalau hubungan tetap tidak membaik? Langkah terakhir adalah segera akhiri hubungan tersebut! Sebelum terlanjur masuk dalam komitmen pernikahan kudus seumur hidup. Putus memang sakit, namun hanya sebentar kok, daripada seumur hidup bercucuran air mata.

Setiap insan muda yang mendengar siaran ini, harus tertantang untuk grow up! Karena hidup bukan hanya bagi diri sendiri saja. Suatu saat anda pasti akan berkeluarga.

keluarga bahagia

Ayo GROW UP!

God Bless You,

Ev. Chang Khui Fa & Liana

 

Kematangan Emosi: Ekspresi Emosi yang Sehat

R3- Kematangan Emosi
Ini masih di dalam pembahasan huruf ke-3 “R”-Ready or not for dating.

Menyimak via YouTube silahkan KLIK di sini
Amsal 15: 13 “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. “

Apa sih pentingnya kematangan emosi?

Emosi memengaruhi pikiran dan tingkah laku seseorang, juga mendasari motivasinya. Misal: Alasan atau motivasi seseorang mencari pacar. Ada yang mencari pasangan hidup karena dilandasi perasaan takut. “Saya takut tidak dapat pasangan hidup, maka harus cepat-cepat mencari pacar.” Jelas, drivenya adalah “fear” (perasaan takut).

Sebuah survey yang ditujukan pada anak-anak SMP dan SMA mempertanyakan, “Kenapa kalian berpacaran?” Sebagian besar menjawab karena: “Kuatir di”cap” teman-temannya “tidak laku.”
Mengambil keputusan untuk pacaran dengan motivasi takut ga laku bukanlah alasan yang tepat, terlebih emosi remaja belumlah matang.
Nah, emosi seperti apa yang seharusnya ada saat seseorang ingin berpacaran? Apakah emosi yang menggebu-gebu? Panas dingin ga karuan? Apakah kalau emosi jatuh cinta muncul, itu pertanda seseorang boleh pacaran?
Emosi yang terbaik saat seseorang ingin memulai hubungan dengan lawan jenis adalah munculnya perasaan tenang dan bukan didominasi perasaan kuatir atau takut.
Tenang bahwa pada masanya nanti, saya pasti akan menemukan dan menjalin hubungan dengan orang yang benar. Pikiran yang jernih sangat erat kaitannya dengan perasaan tenang. Pikiran yang jernih akan memampukan kita mengambil keputusan lebih baik. Apalagi masalah calon suami/isteri yang akan menemani Anda seumur hidup! Sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa mengajak menjalin hubungan yang serius pada saat kondisi emosinya sedang labil.

Mengapa untuk memulai hubungan yang serius perlu kematangan emosi?
1. Dapat meminimalisir pengambilan keputusan yang salah.

Seringkali kita bisa keliru mengambil keputusan. Membeli barang yang tidak sesuai, salah pilih tempat rekreasi, makan di resto yang tidak enak…Pilih pacar yang dampaknya seumur hidup, so pasti jangan sampai salah pilih dong! Kalau salah pilih bisa gawat, itu berarti penderitaan selama sisa hidup kita. Supaya dapat memilih dengan tepat dibutuhkan kematangan emosi yang cukup.

2. Saat memasuki relasi jangka panjang, membutuhkan kestabilan emosi dan rohani.

Stabil artinya ndak gampang berubah-ubah dan tidak emosional. Orang yang stabil emosinya, bisa menerima orang yang berbeda darinya.
Sebaliknya, orang yang emosinya kurang matang, menuntut orang lain untuk berpikir seperti dia; melakukan segala sesuatu sesuai caranya, jika lain sedikit langsung kesal dan marah ga karuan.

Kematangan emosi dapat menjembatani berbagai perbedaan. Kala dua insan memasuki pernikahan, pasti banyak bedanya: Cara berpikir, latar belakang keluarga, kebiasaan memakai uang, juga ketidaksamaan prinsip (penting bagi seseorang, belum tentu penting bagi yang lain).

Contoh yang pernah kami alami, dalam hal keuangan. Sebelum menikah, saya bekerja mendapatkan penghasilan. Jelas, uang itu hak saya pribadi. Rasanya bebas merdeka mau pakai uang itu untuk apa saja. Namun, saat menikah dengan Liana, dia mengharapkan saya untuk berdiskusi dulu dengannya jika berniat membeli sesuatu. Apalagi jika yang dibeli harganya mahal.

Dengan kematangan emosi yang cukup, perbedaan pendapat seperti ini dapat diselesaikan dengan lebih cepat, tidak perlu berlarut-larut.

Apa sih emosi itu? Emosi adalah tanggapan atau respon dari dalam diri terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi silih berganti. Masalah-masalah yang suka mampir dalam hidup, tidak bisa diatur dan seringkali di luar kendali.
Misal: Pagi hari, begitu mau pergi, ehhhh jalanan macet! Orang yang kurang matang, kemacetan akan bikin dia marah-marah dan ngomel sepanjang jalan, bahkan bikin dia bete sepanjang hari. Sebaliknya, orang yang stabil emosi, dapat bersikap tetap tenang, karena sadar mau ngamukpun macet tetap macet, toh pelan-pelan juga pasti sampai. Santai aja.
Sekarang, bagaimana mengukur kematangan emosi? Kematangan emosi diukur dari kecakapan menyampaikan emosi dengan sehat.

richness emotions

Continue reading

Perfect in God’s Design

Dating Insight A4

Perfect in God’s Design

28 April 2014

Dating INSIGHT Am I The Perfect Candidate bersama Ev. Chang Khui Fa dan isterinya Liana, dapat disaksikan klik di sini Youtube.

Kali ini,  kami hadirkan seorang pakar di bidang Counseling Keluarga, Bp. Ichwan Chahyadi. Beliau alumni Denver Seminary, USA dengan gelar Master of Counseling. Pak Ichwan juga adalah founder dan owner VISI Book Store. BTW, langsung saja kunjungi VISI atau VISI online sebagai resource pertumbuhan kerohanian dan kehidupan Anda.

Firman Tuhan yang menjadi perenungan kita hari ini terambil dari Mazmur 139: 13-16

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

 

Manusia adalah ciptaan yang sempurna di mata Allah. Bayangkan! Tuhan sendiri yang membentuk buah pinggangnya, menenunnya dalam kandungan. Dalam pandangan Tuhan, manusia sungguh sempurna!

Tetapi, sayang sekali! Manusia telah jatuh ke dalam dosa.Dosa mendistorsi design sempurna yang telah Allah ciptakan.

Puji Tuhan! 2000 tahun yang lalu, Yesus telah lahir. Dia telah mati dan bangkit! Dia memungkinkan kita disempurnakan kembali.

 

Menurut pandangan Pak Ichwan, sempurna” dalam design Tuhan itu apa maksudnya?

Setiap orang diciptakan dashyat dan ajaib. Kesempurnaan itu bukan berarti tanpa cacat atau kelemahan, tetapi yang dimaksud adalah bagaimana seseorang dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan design yang sudah Allah tetapkan.

Ambil contoh: piring dan gelas. Masing-masing sempurna jika digunakan sesuai dengan fungsi designnya. Gelas berfungsi baik jika digunakan untuk minum, sedangkan piring sebagai wadah makanan. Seandainya digunakan terbalik, menjadi tidak sempurna. Jadi kesempurnaan lebih dilihat dari fungsi dan peran sesuai design kita masing-masing.

Kesempurnaan itu relatif karena setiap orang unik. Tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang ekstrovert ada juga yang introvert. Ada yang thinking saat mengambil keputusan, ada juga yang feeling.

Seorang ekstrovert mendapat energi sebagai sumber kekuatannya dari luar yaitu dari orang-orang di sekitarnya; sebaliknya introvert, energinya dari dalam diri sendiri.

introvert-vs-extrovert

Bagaimana mendekteksi pribadi, apakah saya ekstrovert ataukah introvert?

Continue reading

Pribadi yang trustworthy, Am I Trustworthy?

 Am I The Perfect Candidate?

Pribadi yang Trustworthy

 

21 April 2014 Nonton Dating INSIGHT di YouTube yuk  🙂

Apa makna Perfect Candidate? Kata “Perfect” dalam pengertian ini harus dikaitkan dengan kecakapan membina dan mengelola relasi jangka panjang dengan orang lain khususnya tentu dengan pasangan kita. Dalam relasi jangka panjang, tak terhindarkan konflik, masalah yang datang bertubi-tubi, ketidakcocokan di sana-sini. Seorang yang sempurna, telah belajar dari Kristus untuk dapat menerima satu dengan yang lain, sehingga dapat mempertahankan relasi. “Saya mungkin belum sempurna sekarang, tapi saya already in the right way!” Saat Allah yang sempurna hadir dalam hidup kita, Anda berada dalam sebuah perjalanan kekal menuju kesempurnaan.

Dalam sebuah berita yang dimuat Republika 22 Januari 2014,  “Ketidaksetiaan,” inilah kata kunci yang kerap menjadi pemicu utama retaknya rumah tangga. Berikut pengalaman Prof. Dr. Dadang Hawari yang menangani konsultasi perkawinan, menunjukkan bahwa kasus-kasus perceraian umumnya diakibatkan ketidaksetiaan pasangan.

”Sebagian besar didominasi oleh ketidaksetiaan para suami. Istri juga ada tapi lebih sedikit,” ujarnya kepada Republika. Meski beliau mengaku belum memiliki data lengkap, namun dari pengalamannya membuka praktik konsultasi keluarga, faktanya 90 persen kasus retaknya perkawinan disebabkan perselingkuhan suami dan 10 persen oleh isteri.

Mengutip data dari Departemen Agama, Dadang menyebutkan, setiap tahun hampir 50 ribu pasangan suami-istri mengajukan perceraian. Dari jumlah itu, 20 ribu di antaranya berhasil diselamatkan oleh BP4. Sisanya, berakhir dengan perceraian. Sungguh tragis!

Kutipan dari Koran Tempo 24 Januari 2013: TEMPO.CO, Sleman – Salah satu dampak negatif dari sertifikasi guru adalah perselingkuhan. Sebab, dengan dana sertifikasi yang lumayan besar guru sangat rentan terhadap perselingkuhan. “Dana sertifikasi guru lumayan tinggi, dari uang gaji yang diterima setiap bulan sebenarnya sudah mencukupi. Ditambah lagi dengan dana yang besar, guru sangat rentan perselingkuhan,” kata Rani Pribadi, Direktur Aksara, lembaga pembela hak-hak perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2013. Pernyataan itu bukan tanpa alasan dan landasan. Dari pengakuan teman-temannya yang suaminya berprofesi guru, perselingkuhan karena ada uang berlebih terjadi di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perselingkuhan yang sangat rentan merusak harmoni keluarga disebutkan adalah perselingkuhan yang diimbangi dengan cinta atau yang berkelanjutan. Sehingga sangat mengganggu kehidupan keluarga yang berdampak pada isteri/suami, bahkan anak-anak. Data di atas kebetulan yang diriset adalah profesi guru.

Faktanya, tidak hanya guru yang berselingkuh, tetapi semua orang rentan jatuh ke dalam perselingkuhan. Tentu Anda tidak ingin menjadi orang yang tidak setia, bukan?

Nah, Perfection seperti apa yang harus diasah dan dikembangkan? Karakter apakah yang seharusnya kita bentuk dengan pertolongan Tuhan?    Jawabannya: Pribadi yang Trustworthy (dapat dipercaya).

Dalam buku pertama saya, “GARAM & TERANG bagi Keluarga,” di bab 6 huruf ”T“ singkatannya dari “Trust Between Husband and Wife” – meneropong Trust secara mendetail dan aplikatif dalam konteks hubungan suami isteri. Buku ini tersedia di Toko Buku Visi atau  juga bisa melalui klik aja untuk pemesanan via  Visi On Line.

Apa sih hubungan Trust dengan Dating? Manusia memiliki kecenderungan tidak bisa dipercaya, hari ini bilang: “Iya.” Besok bilang: “Nggak!” Lusa? “Mungkin Iya, mungkin Nggak.” Ingat sebuah iklan Televisi, ada seorang pria ditanya: Kapan menikah? Jawabnya, “Mei!” Maybe yes, Maybe no!” sambil senyam-senyum.

Pernah tidak punya pengalaman begini: Anda mengundang teman untuk datang ke pertemuan, “Datang ya nanti ke acara ini…” Dijawab teman,”Saya usahakan ya…” Anda yang ingin memastikan mungkin melanjutkan,”Bisa datang ga?” Direspon,”Nanti deh lihat dulu…” So, apa sih artinya? Jelas maksudnya: “Saya ga bisa atau ga mau datang.” Tetapi kenapa tidak secara lugas dan tegas menyatakan ga bisa hadir?

Baru-baru ini, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan. Langsung saya cek skedul di HP, ternyata kami tidak bisa. Lantas, to the point, but gently dengan sopan saya katakan: “Kami tidak bisa datang, karena saya ada pelayanan di Jakarta, jamnya pas sama.

”Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:37

Tuhan ingin menegakkan diri kita sebagai pribadi yang trustworthy.  Pribadi yang demikianlah yang memiliki kecakapan untuk mempertahankan relasi pernikahan yang indah seumur hidup. Karakter  “dapat dipercaya” harus dibentuk sejak kecil dan terus diasah sepanjang kehidupan.

Seperti apakah pribadi yang dapat dipercaya?

DatingINSIGHT trustworthy

Continue reading

Dating INSIGHT G-1: Seek His Kingdom and His Righteousness (the Begining)

God’s Will in Dating (masa pacaran): Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Senin, 10 Maret 2014

T3: Timeless Words of God, Transparent Life of The Speakers (Ev.Chang Khui Fa dan Liana) & Definitely Will Transformed Your Life.

Mau lihat pembahasan ini via youtube? Silahkan klik link ini. 

Siaran kami biasanya diawali dengan doa bersama, ada baiknya Anda berdoa dulu sebelum melanjutkan membaca.

Mari kita mulai, pertanyaan apa yang sering ditanyakan anak-anak Tuhan? “Apa sih kehendak Tuhan bagiku?” atau bagi Anda yang mungkin sedang mencari pasangan hidup, “Siapa atau seperti apa sih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan?”

Karena pertanyaannya adalah Kehendak Tuhan, mari kita langsung aja melihat jawabannya pada Firman Tuhan.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Kata “carilah” menimbulkan sebuah pertanyaan dalam benak saya. “Apa sih yang kita cari dalam hidup ini?” So pasti banyak banget! Di bursa kerja tidak pernah kurang orang yang mencari pekerjaan, setiap hari orang mencari kekayaan, banyak juga yang mencari makanan sehingga marak kuliner dimana-mana. Dengan maraknya aplikasi jaringan sosial tidak sedikit pula yang mencari ketenaran dari yang namanya narsis sampai selfie. Banyak pula ibu-ibu rumah tangga yang searching barang-barang diskon. Secara khusus yang kita diskusikan adalah bagi para insan muda: Mencari pasangan hidup.

Dating INSIGHT begin

 

Continue reading