Tag Archive | menikah

Jadi…kapan saya boleh pacaran?

Ready or Not for Dating

# Kapan waktu yang tepat buat nge-date? Jangan terlalu cepat atau terlambat!

Spiritual Age. Kematangan Rohani.

Nonton via YouTube silahkan KLIK di sini 🙂

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya,” ucap Raja Salomo (Pengkhotbah 3:1).

Kita sudah sampai di akhir pembahasan Ready or Not for Dating. Kapan waktu yang terbaik untuk memasuki masa pacaran? Sangat tergantung dari kematangan seseorang. Nah, penutup dari serial ini adalah pembahasan tentang spiritual age atau kematangan rohani.

Spiritual Age merupakan kematangan terpenting dan sangat memengaruhi ke-tiga kematangan sebelumnya: kematangan intelektual, kematangan sosial dan kematangan emosi. Sungguh indah jika Anda mendapatkan seorang kekasih yang sudah matang secara rohani! Atau sembari membaca artikel ini, mari kita merefleksikan hidup dihadapan Tuhan, apakah saya sudah matang secara rohani?

 

Bagaimana mengukur kematangan rohani seseorang?

Kematangan rohani diukur dari hubungannya dengan Tuhan. Dapat dikatakan sebagai Identitas Rohani (Spiritual ID).

Di mata Tuhan hanya ada dua jenis orang:

Pertama, orang yang tidak mengalami keselamatan dari Tuhan Yesus.

Kedua, orang yang mengalami penebusan Tuhan Yesus sehingga seluruh dirinya diperbaiki, diperbaharui dan dipulihkan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Orang dunia yang tidak mengenal Kristus memiliki aturan dan nilai-nilai menurut dirinya sendiri saja. Mereka mengikuti keinginan daging. Dalam hatinya berkata: Okey banget punya satu pacar, dan sah-sah saja SATU lagi sebagai cadangan. Mobil aja ada ban serep, masa aku ga punya serep?” Yang lain berkata: ”Okey saja saya berselingkuh, asal ga ketahuan. Tidak apa-apa kok.”

Hanya orang yang telah ditebus Kristus yang memiliki Identitas Rohani yang baru. Ditandai dengan hadirnya Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus berkarya dan berdiam dalam diri orang yang menerima Kristus dan membersihkan hatinya dari dosa dan memperbaharui seluruh dimensi kehidupan. Cara berpikir, respon emosi dan cara berelasinya diurapi Tuhan, sehingga kehidupannya berbuah lebat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Spiritual ID sangat menentukan bagaimana seseorang menghadapi realita kehidupan. Menentukan values (nilai–nilai) yang harus dipegang misalnya:

Apakah boleh melakukan hubungan seks di luar nikah? So pasti saya ga boleh melakukan karena Tuhan melarang dan memandangnya sebagai perzinahan.

Apakah boleh selingkuh sekali-sekali asal ga ketahuan? Walau ga ketahuan, saya tahu mata Tuhan memandang seluruh bumi, tidak ada satupun yang luput dari-Nya. Maka, saya tidak akan melakukan hal tersebut karena saya takut akan Tuhan.

Jelas, orang yang telah menerima keselamatan seyogyanya mengikuti apa yang Tuhan mau, menuruti aturan dan nilai-nilai yang Tuhan tetapkan. Perjuangan anak-anak Tuhan sepanjang umurnya adalah dengan terus hidup di bawah kehendak Tuhan yang mulia. Karena, apa yang Tuhan rancang adalah yang terbaik bagi setiap orang yang mengasihi-Nya.

Apa saja ciri Kematangan Rohani? Continue reading

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri saja

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri Saja (Kejadian 2: 18)

Hari Senin, 31 Maret 2014 LIVE on air @92.5 FM Maestro, Bandung.

KLIK DI SINI Untuk menyimak pembahasannya & SUBSCRIBE di YouTube

Fall in Love Dating INSIGHT

Kejadian 2:18 Tuhan Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Apa maksudnya “Tidak baik manusia itu seorang diri saja? Apakah berarti lebih baik manusia sewajarnya menikah?”

Ada dua istilah untuk lebih memahami ayat di atas:

  1. Divine Ideal
  2. Original Idea

Divine Ideal adalah sesuatu yang Tuhan lihat terbaik, nan ideal, yang seyogyanya terjadi pada diri manusia.

Original idea merupakan ide awal, ide ori, ide pertama sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Kala Tuhan memberikan tugas bagi Adam untuk memberi nama semua binatang, maka datanglah binatang-binatang itu padanya. Saat memberi nama, Adam melihat semuanya sepasang-sepasang. Ada harimau jantan sedang bercengkrama dengan harimau betina, di atas pohon ada sepasang burung bernyanyi cicitbirds in love cuit cuit dengan mesranya; lalu sambil memberi nama binatang-binatang tersebut, diapun mengamati sekitar – mencari-cari,”Dimanakah yang seperti aku…kok ndak ada ya? ” Adam sadar… tidak ada yang seperti dia.

 

Tuhan Allah sejak semula pun melihat TIDAK BAIK Adam sendirian. Untuk melaksanakan perintah-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya, akan lebih baik jika Adam memiliki penolong yang sepadan. Inilah ide original Allah. Itulah idealnya dari kaca mata Tuhan. Ketika Adam menyadari bahwa dirinya membutuhkan penolong yang sepadan, maka Dia segera menganugerahkan Hawa baginya! (Lihat Kejadian 2: 18 – 25)

Dalam 1 Tessalonika 4:1-5 firman Tuhan berkata,“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Sesuatu yang ideal, hal yang baik sekali, bahkan disarankan Rasul Paulus. Seorang pria mengambil seorang wanita untuk menjadi istrinya, dengan tujuan: Hidup dalam pengudusan dan penghormatan seumur hidup mereka.

Tentu Anda bertanya-tanya, jika demikian: Mengapa ada orang yang tidak menemukan pasangan sehingga tidak menikah?

Continue reading