Tag Archive | love

Strategi Menjaga Kekudusan Seksual Di Masa Pacaran

Respecting Your Date 3

Say No to Premarital Sex: How?

Strategi Menjaga Kekudusan Seksual Di Masa Pacaran

“Saya baru saja bertunangan dengan seorang pemuda yang menyenangkan. Dia meminta saya untuk menikah dengannya, karena dia mencintai saya. Senang sekali rasanya mengalami cinta, ingin rasanya selalu berdekatan dengan dia. Makin lama, kami semakin dekat secara seksual, lebih dari apa yang pernah kami bayangkan. Kami mulai bercumbu, tidak sering hanya sekali-sekali saja. Akhir-akhir ini, saya ingin melakukannya lebih jauh, dia pun demikian. Tidak seorangpun dari kami yang merasa tertekan. Kadang-kadang, saya tertarik untuk melakukan hubungan seks dengannya karena saya merasa senang bersamanya. Saya tahu dia pun demikian. Dia tidak pernah menjebak saya dengan perasaan bersalah, sewaktu saya memintanya untuk berhenti. Namun terkadang saya pun tidak ingin memintanya untuk berhenti. Pertanyaannya: Apakah perasaan ketertarikan ini salah? Apa yang harus saya lakukan ketika perasaan ini muncul?”

Pernyataan yang jujur dan terbuka di atas, datang dari seorang gadis. Masalah yang diungkap, mewakili pergumulan banyak insan muda yang sedang berpacaran.

Firman Tuhan mengatakan dalam Mazmur 119: 9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Firman Tuhan mendorong anak-anak muda untuk mempertahankan kelakuan yang bersih. Dengan apa? Dengan menjaga sesuai firman Tuhan.

Memang masa-masa berpacaran adalah masa yang sangat menyenangkan. Segala hal dirasa sungguh sangat baik.  Ada kobaran api yang membara dalam seluruh sanubari. Apa yang biasanya dirasa tidak mungkin, menjadi mungkin. Bersama sang kekasih, saya mampu melampaui segala rintangan! Kenapa begitu? Ya…Semua karena cinta! Ada apa dengan cinta? Cinta memang kuat seperti maut! Karenanya mesti ekstra hati-hati!

Dalam urusan cinta mencintai, pasti ada perasaan tertarik secara seksual. Muncul keinginan untuk selalu berdekatan fisik. Apakah perasaan tertarik untuk berhubungan seks, itu salah?

Continue reading

Jatuh Cinta, Keintiman, Komitmen

True Love 2
Jatuh Cinta, Keintiman, dan Komitmen

Nonton Dating INSIGHT via YouTube Klik di sini ya

Cinta mempunyai tiga unsur. Biasanya disebut The Triangle of Love. Bentuknya segitiga sama sisi. Sisi kanan adalah Passion, sisi kiri Intimacy, sisi bawah yang mendatar adalah Commitment.

PASSION
Apa sih Passion? Passion adalah perasaan yang sangat kuat. Perasaan kuat seperti apa?

Dalam arti umum, misalnya: Seseorang yang mencintai lukisan, maka perasaan yang kuat itu akan mendorongnya untuk mencari dan mengejar lukisan kemana pun. Jika uangnya banyak, pasti lukisan itu dibeli. Dipajang di rumah, supaya dapat ditatap setiap hari.
Passion lainnya, passion menolong sesama. Banyak orang mendirikan lembaga supaya lembaga tersebut dapat bergerak untuk menyalurkan passionnya itu. Lembaga untuk lingkungan hidup, lembaga menolong orang-orang yang marginal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga bantuan hukum dll.
Saya pribadi punya passion: Memberikan edukasi, mengadakan ceramah, melakukan bimbingan kepada banyak orang, supaya mereka dapat mempertahankan dan menikmati pernikahan seumur hidup.
Pernikahan yang kuat dimulai dari pemilihan pasangan yang tepat dan kemampuan membina relasi. Dibentuknya sejak masa pacaran. Karena itu, saya dan isteri tercinta, Liana, secara khusus mendalami topik-topik penting dalam dating. Passion kami, Siaran Dating INSIGHT menjadi referensi jawaban buat pergumulan muda-mudi di masa pacaran dan pranikah.
Secara khusus, passion berarti perasaan yang kuat terhadap lawan jenis. Bahasa Yunaninya “Eros”. Maksudnya, seksual desire/ketertarikan seksual. Ada ketertarikan fisikal. Waktu melihat seseorang, tiba-tiba muncul getaran dalam hati. Dag dig dug dueeer! Telapak tangan jadi dingin, ada debaran jantung yang tak beraturan karena adrenalin yang berpacu. Seperti lagu jadulnya Titik Puspa “Jatuh Cinta…. berjuta rasanya….!” (silahkan nyanyi rame-rame)

Alkitab menuliskan dalam Kidung Agung 8:6b-7a,“Karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.”
Passion ini sangat menggebu-gebu, boombastis, dahsyat, hebat, dan kuat! Namun, walau perasaannya begitu dahsyat, belum berarti cinta sejati. Ko gitu? Ya Iyalah…yang namanya perasaan kan gampang berubah dan sifatnya sebentar saja.

Seorang cowok yang jatuh cinta banget pada seorang gadis. Saking cintanya, dia mau melakukan apapun demi menyenangkan sang kekasih hati. Demikian pula sebaliknya. Tapi, seiring berjalannya waktu, perasaan kan pasti jadi biasa-biasa saja. Masak ketemu kekasih girang selalu? Setelah sekian lamanya melayang di awan, ada waktunya kembali berpijak di bumi!
Saat berpijak di bumi, getaran-getaran dalam hati mulai stabil, hormon adrenalinpun tidak terpicu seperti semula, ga ada kegirangan yang melonjak-lonjak. Saat perasaan cinta hilang, cinta yang sejati sesungguhnya baru dimulai…jatuhcinta Continue reading

True Love 1: Seperti Apa Cinta Sejati?

True Love 1

Seperti Apa Cinta Sejati?

Simak Dating INSIGHT via YouTube KLIK di sini

“I Love you!” “Saya mencintaimu!” Kalimat ini rasanya sering banget kita dengar. Bahkan, meluncur dari mulut bibir kita dengan gampang. Namun, jika diminta menjelaskan, apa itu cinta? Apa kira-kira jawaban Anda? Mendefinisikannya susah-susah gampang.

Firman Tuhan berkata: Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. I Yohanes 4: 7-8

 

Allah adalah kasih. Dalam bahasa Inggrisnya, “God is Love”. Kasih berasal dari ALLAH. Sebagai anak-anak Allah, kitapun didorong untuk saling mengasihi.

Banyak hal di dunia ini terinspirasi cinta. Saat mencipta Lyric lagu, puisi, karya sastra, lukisan, novel fiksi, non fiksi, film, cinematografi, design, dan lain-lain.

Semua orang pasti pernah mengalami indahnya jatuh cinta, sedihnya putus cinta, termasuk jungkir baliknya hubungan cinta. Makanya, para novelis menuangkan cinta dalam kisah-kisah yang mengharu-biru. Tidak habis-habis!

Pembuat filmpun tahu, jika tidak ada unsur cinta, filmnya ga bakal laku. Hilang gregetnya. Garing. Lihat saja film action, pasti ada sang jagoan yang harus berjuang membebaskan orang yang dicintainya dari penjahat. Begitu bebas, happy end deh! Tanpa cinta, segalanya jadi ga asyik!

Cinta merupakan sesuatu yang sangat besar, terlalu dalam untuk dapat dipahami atau diukur, sehingga sulit dideskripsikan dalam kerangka kata-kata yang terbatas.

Kami akan mencoba mengupas bagian-bagiannya. Memberikan gambaran, agar kita dapat melihat kesejatian cinta. Cinta yang bukan sembarang cinta, tapi cinta sejati. Jangan terjebak dalam cinta palsu yang “katanya” cinta tapi “nyatanya” bukan!

Dua dimensi cinta: Natural Love & Supranatural Love.

unconditional love Continue reading

Pribadi Tidak Bertanggung Jawab dan kekanak-kanakan

Mr./Ms .Wrong 4

Pribadi Tidak Bertanggung jawab dan Kekanak-kanakan

Mau menyimak Siaran Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini

5 tipe dari Mr./Ms. Wrong:

  1. Tidak seiman, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Abusive (suka menganiaya)
  3. Addictive (kecanduan)
  4. Infidelity (tidak setia)
  5. Irresponsibility dan Immature (Tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan)

Tipe ke 1 sampai 4, silahkan baca dalam bahasan Mr./Ms.Wrong sebelumnya.

tidak bertanggungjawab dan kekanak-kanakan

Seperti apakah pribadi Irresponsibility dan Immature?

Bicara soal pribadi yang irresponsible dan immature, fenomenanya ini bukan cuma sekali-sekali. Yang kami maksud adalah sebuah pola (pattern) atau kebiasaannya (habits) sehari-hari. Bukan temporer, tapi satu keadaan di mana seseorang benar-benar merasa nyaman dengan childish-nya. Orang dewasa tapi kekanak-kanakan, sudah punya tanggung jawab tapi senang mengelak, sukanya main-main terus.

Contohnya Riko, dia mencari pacar yang lebih tua usianya. Dia betah dengan sikap kekanak-kanakannya. Secara langsung atau tidak, kala bicara, ada message yang ingin disampaikan, “Aku ingin begini terus, kamu urusin aku ya…” “Aku suka dengan cewek yang bisa ngemong…” “Kamu aja yang tentuin, aku ikut aja…,”sering Riko berkata begitu ke pacarnya. Sebagai perempuan, tentunya mengharapkan seorang pria yang berperan memimpin keluarga, dan sigap mengambil keputusan. Jika kekanak-kanakan, bagaimana bisa direspect?

Untuk mendeteksinya, ada beberapa karakteristik seorang yang irresponsibility dan immature:

  1. Tidak punya arah/target/goal dalam hidup.
  • Tidak punya arah karena ga ada target. Ketika ditanya, “Apa rencanamu sehabis ini?” ”Yah, kita lihat saja nanti” jawabnya. Sebenernya sih, dia ga tau mau ngapain…Normally, orang kuliah menargetkan lulus dalam jangka waktu tertentu. Kuliah harus lulus dalam waktu 4 tahun. Jika tidak punya target, bisa jadi tidak lulus-lulus, terus saja menikmati statusnya sebagai mahasiswa. Gelarnya MA (Mahasiswa Abadi) atau DO (Drop Out).
  • Tidak punya tujuan hidup. Sayang loh, waktu terus berjalan. Teman-teman yang dulu bersama-sama, mungkin sudah berhasil. Si Boy teman sebangku di SMA, sukses lulus S-2. Si Fei teman SD dulu, sudah menikah. Si Bobi yang kocak sekarang udah berkeluarga dan punya dua anak. Win, yang selalu dapat A di kuliah sekarang telah jadi direktur. Teman baik si Ocha sudah jadi pengusaha seperti yang dia dulu impikan. Sebagai orang normal, melihat teman-teman sudah berhasil dibanding diri yang belum mencapai ini dan itu, pastilah stress berat!!! But, yang namanya immature people, tidak ambil pusing. “Santai aja… itukan mereka. Kalo aku, yang penting hepi…,” jawabnya setiap kali ditanya.
  • Tidak dapat membuat keputusan dalam banyak aspek, so menimbulkan banyak ketidakpastian. Yang sederhana, pacarnya nanya, “Kita mau makan dimana nih?” Dijawab, “Terserah aja…sembaranglah.”
  • Tidak punya pendirian, tidak tau apa yang diinginkannya, tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengemban tanggung jawab karena takut perubahan. Takut menjadi dewasa.

2. Last minute Person.

Waduh besok harus kumpul tugas nih… tapi ini film bagus banget. Nonton aja lah ga apa-apa. Ntar malem begadangan ngerjain tugas. Masih ada waktu kok,” pikirnya. Orientasinya adalah mengerjakan yang disuka atau yang ingin dilakukan saja. Akhirnya, hasil kurang maksimal, apa yang dikerjakan tidak pernah memuaskan dosen atau atasannya (jika sudah bekerja).

Jaman dulu ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Mengerjakan apa saja di menit-menit terakhir. Buat tugas cepat-cepat, pokoknya beres… selesainya asal-asalan. “

3. Dia selalu terlambat bahkan lupa untuk jadwal yang penting sekalipun. Bahkan ultah pacarnya juga terlupakan. “O Iya….Kamu ultah ya….” Ini terjadi karena hidupnya unscheduled (tidak terencana).

4. Tidak punya inisiatif. Selalu menunggu. Kenalan aja tidak bisa duluan, mesti ada yang mengenalkan. Apa-apa mesti disuruh-suruh dan diminta-minta.

5. Sulit mempertahankan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Berpindah pekerjaan untuk kemajuan karir tentu OK, tetapi kalau berhenti sebelum dapat yang lebih baik? Pribadi immature biasanya keluar karena merasa tugasnya terlalu berat, adanya tuntutan atasan yang tidak mau diperjuangkan, bosan… Langsung saja berhenti kerja, walau belum ada yang baru. Memang dia hidup dalam dunianya sendiri. Segala sesuatu ditimbang berdasarkan apakah itu asyik apa ndak buat dia. Susah dibilangin karena dia punya pendapat sendiri yang selalu benar menurut dirinya.

6. Ketidakmampuan memanage keuangan.

Dia punya kebiasaan buruk dalam keuangan. Sering berhutang. Pengeluaran selalu lebih besar dari penerimaan. Hal ini bahaya sekali, terlebih dalam pernikahan. Jika memiliki pasangan yang spending money-nya itu tidak terkontrol, bisa-bisa kelibas hutang.

Jika lagi mau, biar mahal akan dibayar; bahkan bila perlu berhutang. Bagaimana bayarnya? Sanggup ndak mencicilnya? Tidak pusing! Yang penting “Kudapat yang kumau SEKARANG!” Persis anak kecil yang maksa ibunya membelikan mainan sampai nangis-nangis, ngambek, teriak-teriak…Makanya, anak dari kecil sudah harus dididik supaya tidak terjebak pola: “Harus selalu dapat yang diinginkan”.

7. Kamarnya selalu berantakan. Jika sedang wakuncar (waktu berkunjung ke rumah pacar), liat-liat kamarnya. Kamar yang berantakan adalah tanda bahwa hidupnya tidak terorganisir dengan baik.

 

Kenapa seringkali kita tidak memperhatikan tanda-tanda Mr./Ms. Wrong?

  1. Familiar. Apa maksudnya? Sungguh aneh, ini riset di Amerika. Seorang anak gadis yang memiliki ayah alcoholic, ternyata sadar tidak sadar akan memilih untuk menikah dengan pria alcoholic juga. Seorang gadis yang ayahnya abusive, cenderung bisa menerima perlakuan abusive terhadap dirinya. Ujung-ujungnya, dia OK saja dengan pria yang abusive.Seorang gadis yang dibesarkan ayah tidak bertanggung jawab, anehnya akan jatuh juga ke pelukan seorang pria yang sami mawon.Kok bisa begitu? Ini yang disebut familiar, jadinya tidak peka terhadap seseorang yang Wrong. Sungguh harus ada seseorang yang berteriak di kupingnya,”Kamu bakal WRONG kalau pacaran sama orang WRONG! Sadar ga sih?!!!”
  2. Saya merasa tidak layak mendapat yang terbaik. Saya juga elek kok. Dari familiar, muncullah perasaan ini: “Saya jelek, mana boleh saya dapat yang bagus?”
  3. Mendingan lah daripada ga ada. Padahal mendingan ga ada daripada ada tapi Wrong. Jika tidak ada, toh bisa berseru pada Tuhan untuk membuka lembaran baru, bisa memperluas pergaulan dengan bebas merdeka, ketimbang ada tapi Wrong, pastinya akan jauh lebih pusing, tujuh keliling, makin lama makin ribet.
  4. Have same problem. Kita ada dalam suatu masyarakat yang rasanya tabu, malu menceritakan masalah atau keburukan keluarga kita. Akhirnya kita hanya dapat menyembunyikan menjadi rahasia keluarga. Kalau sampai cerita, adalah kepada orang yang kita yakin ada mirip-mirip masalahnya dengan kita. Karena sering cerita, akhirnya berlayarlah bersamanya dalam masalah yang makin menenggelamkan hidup.

Padahal jika itu sebuah fakta yang gelap, adakah satu keinginan untuk keluar? Atau kita mengulangi lagi sejarah yang buruk? Mengulangi lagi kisah orang tua ke dalam hidup kita? Kenapa tidak mau mencari konselor? Kenapa tidak mau mendiskusikan masalah dengan orang yang berkompeten?

Mari mengundang intervensi Tuhan, untuk menghadirkan yang baru, karena yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang!

5. Takut breaking up. Kalo putus…siapa yang mau sama saya?

 

Mari kita perhatikan firman di bawah ini.

(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12 menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami pembaharuan budi. Tandanya, kita semakin cermat dan teliti sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah. Pastilah kehendak-NYA adalah yang terbaik dan sempurna.

Dating INSIGHT dengan seluruh programnya bertujuan mengedukasi muda-mudi. Mengungkapkan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai pacaran. Akhirnya, anda dapat menilai, pacaran seperti apa sih yang baik? Pasanganku ini sudah tepat atau belum? Bagaimana membina relasi yang langgeng seumur hidup? Saya sedang dalam relasi yang baik atau buruk?

Sering kali masalah timbul karena kurang paham saja. Hal sepele dibesar-besarkan, yang primer malah diabaikan. Hati-hati! Bisa jadi saat pacaran, segala kekurangan pasangan dimaklumi, “Ah ga pa-pa lah…dia emang orangnya begitu, yang pentingkan saling cinta.”

Dating INSIGHT melalui serial Mr./Ms. Wrong sudah memberikan informasi: Yang kayak begini berpeluang merusak relasi bahkan kehidupan pribadi. Ini bukan masalah kecil, so tidak boleh dianggap sepele. Masalah tetap masalah, entah disadari atau tidak, bahkan bisa menjadi potensi yang dapat “merobek-robek” kehidupan.

Pembaharuan budi didapat dari sumber-sumber yang tepat, bukan sumber sembarangan, tidak kompeten, atau menyesatkan. Firman Tuhan seharusnya menjadi sumber paling komprehensif dan terpercaya.

Apa bedanya orang bodoh dan pintar? Orang pintar dapat menggali informasi-informasi yang diperlukan agar dapat membuat keputusan yang tepat; yang bodoh, tidak memiliki akses terhadap informasi-informasi yang benar, bahkan seringkali tidak ingin mencari tahu. Jangan menjadi bodoh, tapi carilah hikmat Allah, mumpung segalanya belum terlambat!

Melalui kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Dating INSIGHT, saya berharap insan muda semakin cerdas dalam memilih, tambah mengenal apa maunya Tuhan. Akhirnya, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna menjadi bagian dalam kehidupanmu. Terlebih, hikmat Tuhan, kebenaran-kebenaran yang disingkapkan, haruslah dilaksanakan dengan penuh keberanian!

Setelah memahami kebenaran, umpama ternyata Tuhan membukakan bahwa pasanganmu termasuk salah satu tipe Mr./Ms. Wrong. Nah, bagaimana langkah selanjutnya?

1. Konfrontasikan dengan pasangan. Bukan ajakin berantem, tapi sama-sama menyimak Dating INSIGHT (bisa via youtube, compact disc atau membaca web ini) dan kemudian diskusikan, ”Koq sepertinya permasalahan kita sama dengan yang dibicarakan? Bagaimana kita harus menyikapinya?” Harap-harap Roh Kudus memberikan kesadaran baru. Apa tahapan berikutnya?

2. Mencari pertolongan, bisa ke konselor atau hamba Tuhan untuk memberikan pandangan dan masukan-masukan. Jika ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan buat appointment melalui BBM/ SMS/ WA. 0812 2099 7939/ BBM: 759246 BB.

3. Sambil melakukan semua itu, sembari berseru meminta campur tangan Tuhan. Lihatlah! Allah kita hidup, Dia bukan Allah yang mati! Dia akan mengintervensi hidupmu, dan memberikan pertolongan.

4. Setelah semua tahap dicoba, bagaimana kalau hubungan tetap tidak membaik? Langkah terakhir adalah segera akhiri hubungan tersebut! Sebelum terlanjur masuk dalam komitmen pernikahan kudus seumur hidup. Putus memang sakit, namun hanya sebentar kok, daripada seumur hidup bercucuran air mata.

Setiap insan muda yang mendengar siaran ini, harus tertantang untuk grow up! Karena hidup bukan hanya bagi diri sendiri saja. Suatu saat anda pasti akan berkeluarga.

keluarga bahagia

Ayo GROW UP!

God Bless You,

Ev. Chang Khui Fa & Liana

 

Mr./Ms. Wrong: Tidak Seiman dan Abusive

Mr./Ms. Wrong 2: Tidak Seiman dan Abusive

Yuk nonton Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini.

Bagaimana mendeteksi si dia Mr./Ms. Wrong atau bukan?

Gawat! Kalo ternyata dia WRONG …bisa-bisa SENGSARA seumur hidup.

Mari deteksi sejak dini, sebelum hati terpincut. Bagaimana? Ada loh tanda-tandanya…

Ibarat lampu lalu lintas: ada merah, kuning dan hijau. Kalo lampunya hijau berarti aman, jalan terus; tapi bagaimana jika lampu beralih dari kuning menuju merah? Itu pertanda untuk berhati-hati dan siap-siap STOP! Jangan malahan nge-gas dong. Begitupun kalo si dia udah menunjukkan tanda-tanda Mr./Ms Wrong, siap-siap berhentikan saja hubungan itu.

Seperti apa tanda Mr./Ms. Wrong?

 

mr wrong 2: Tidak seiman dan Penganiaya Continue reading

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Dating Me Out

Dating Insight

Asking Someone Out 4 – Dating Me Out

23 Juni 2014

Nonton Dating Insight via Youtube yuk, KLIK aja di sini

Efesus 2: 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Bicara asking someone out, biasanya secara aktif dilakukan para pria. Bagaimana jika seorang wanita yang bergumul tentang tema ini? Pastinya, ada tahapan-tahapan di mana Tuhan ikut campur tangan di dalamnya.

Kali ini, Ibu Ev. Lily Efferin membagikan kisahnya. Sampai saat ini, beliau telah 29 tahun mengarungi mahligai pernikahan. Sudah melewati pernikahan perak. Bersama suaminya Bapak Pdt. Henry Efferin, mereka dipakai Tuhan luar biasa melayani dan memberkati banyak orang dan keluarga. Tentunya hal yang dinikmati hari ini tidak lepas dari pergumulan masa lalu. Bagaimana menemukan orang yang tepat dan menjadi pasangan yang sepadan? Yuk kita ikuti kisah Ibu gembala dalam pergumulannya menemukan “si dia.”

Begini kisahnya:

Seperti yang ditulis dalam Efesus 2:10, saya percaya dan memiliki kesadaran bahwa tangan Tuhan ikut bekerja menyiapkan pekerjaan baik dalam hidup saya. Tuhan mau kita hidup di dalamnya, termasuk perjalanan mencari dan menentukan pasangan hidup. Sejak muda, saya sudah merasakan begitu besar kasih dan anugrah Tuhan. Saya dapat mendengar kebenaran Firman Tuhan dan mengenal Tuhan. Saya yakin Tuhan memiliki rancangan indah atas hidup saya.

Sebagai wanita, saya percaya Tuhan menciptakan saya untuk seseorang. Walau demikian saya harus menyimpannya dalam hati. Kenapa? Karena setelah lulus SMA, saya masuk sekolah Alkitab. Saya masih ingat Pendeta berpesan, ”Ingat ya, kamu harus fokus pada sekolah, tidak boleh pacaran!” Dalam sekolah seminari, peraturan sangat ketat. Apalagi kalau ketahuan pacaran, pasti langsung dilayangkan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, terakhir SP 3, dan langsung dikeluarkan dari sekolah. Tiap kali liburan dan pulang ke rumah, orang tua suka bertanya, ”Sudah punya pacar belum?” Sebaliknya, pendeta terus mengingatkan, ”Tidak pacaran kan?”

my one

Dalam perjalanan itu, saya menyadari beberapa hal penting yang berkaitan dengan dating. Saya singkat jadi 5 K:

Continue reading