Tag Archive | jomblo

Pribadi Tidak Bertanggung Jawab dan kekanak-kanakan

Mr./Ms .Wrong 4

Pribadi Tidak Bertanggung jawab dan Kekanak-kanakan

Mau menyimak Siaran Dating INSIGHT di YouTube, KLIK aja di sini

5 tipe dari Mr./Ms. Wrong:

  1. Tidak seiman, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Abusive (suka menganiaya)
  3. Addictive (kecanduan)
  4. Infidelity (tidak setia)
  5. Irresponsibility dan Immature (Tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan)

Tipe ke 1 sampai 4, silahkan baca dalam bahasan Mr./Ms.Wrong sebelumnya.

tidak bertanggungjawab dan kekanak-kanakan

Seperti apakah pribadi Irresponsibility dan Immature?

Bicara soal pribadi yang irresponsible dan immature, fenomenanya ini bukan cuma sekali-sekali. Yang kami maksud adalah sebuah pola (pattern) atau kebiasaannya (habits) sehari-hari. Bukan temporer, tapi satu keadaan di mana seseorang benar-benar merasa nyaman dengan childish-nya. Orang dewasa tapi kekanak-kanakan, sudah punya tanggung jawab tapi senang mengelak, sukanya main-main terus.

Contohnya Riko, dia mencari pacar yang lebih tua usianya. Dia betah dengan sikap kekanak-kanakannya. Secara langsung atau tidak, kala bicara, ada message yang ingin disampaikan, “Aku ingin begini terus, kamu urusin aku ya…” “Aku suka dengan cewek yang bisa ngemong…” “Kamu aja yang tentuin, aku ikut aja…,”sering Riko berkata begitu ke pacarnya. Sebagai perempuan, tentunya mengharapkan seorang pria yang berperan memimpin keluarga, dan sigap mengambil keputusan. Jika kekanak-kanakan, bagaimana bisa direspect?

Untuk mendeteksinya, ada beberapa karakteristik seorang yang irresponsibility dan immature:

  1. Tidak punya arah/target/goal dalam hidup.
  • Tidak punya arah karena ga ada target. Ketika ditanya, “Apa rencanamu sehabis ini?” ”Yah, kita lihat saja nanti” jawabnya. Sebenernya sih, dia ga tau mau ngapain…Normally, orang kuliah menargetkan lulus dalam jangka waktu tertentu. Kuliah harus lulus dalam waktu 4 tahun. Jika tidak punya target, bisa jadi tidak lulus-lulus, terus saja menikmati statusnya sebagai mahasiswa. Gelarnya MA (Mahasiswa Abadi) atau DO (Drop Out).
  • Tidak punya tujuan hidup. Sayang loh, waktu terus berjalan. Teman-teman yang dulu bersama-sama, mungkin sudah berhasil. Si Boy teman sebangku di SMA, sukses lulus S-2. Si Fei teman SD dulu, sudah menikah. Si Bobi yang kocak sekarang udah berkeluarga dan punya dua anak. Win, yang selalu dapat A di kuliah sekarang telah jadi direktur. Teman baik si Ocha sudah jadi pengusaha seperti yang dia dulu impikan. Sebagai orang normal, melihat teman-teman sudah berhasil dibanding diri yang belum mencapai ini dan itu, pastilah stress berat!!! But, yang namanya immature people, tidak ambil pusing. “Santai aja… itukan mereka. Kalo aku, yang penting hepi…,” jawabnya setiap kali ditanya.
  • Tidak dapat membuat keputusan dalam banyak aspek, so menimbulkan banyak ketidakpastian. Yang sederhana, pacarnya nanya, “Kita mau makan dimana nih?” Dijawab, “Terserah aja…sembaranglah.”
  • Tidak punya pendirian, tidak tau apa yang diinginkannya, tidak bisa mengambil keputusan, tidak berani mengemban tanggung jawab karena takut perubahan. Takut menjadi dewasa.

2. Last minute Person.

Waduh besok harus kumpul tugas nih… tapi ini film bagus banget. Nonton aja lah ga apa-apa. Ntar malem begadangan ngerjain tugas. Masih ada waktu kok,” pikirnya. Orientasinya adalah mengerjakan yang disuka atau yang ingin dilakukan saja. Akhirnya, hasil kurang maksimal, apa yang dikerjakan tidak pernah memuaskan dosen atau atasannya (jika sudah bekerja).

Jaman dulu ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Mengerjakan apa saja di menit-menit terakhir. Buat tugas cepat-cepat, pokoknya beres… selesainya asal-asalan. “

3. Dia selalu terlambat bahkan lupa untuk jadwal yang penting sekalipun. Bahkan ultah pacarnya juga terlupakan. “O Iya….Kamu ultah ya….” Ini terjadi karena hidupnya unscheduled (tidak terencana).

4. Tidak punya inisiatif. Selalu menunggu. Kenalan aja tidak bisa duluan, mesti ada yang mengenalkan. Apa-apa mesti disuruh-suruh dan diminta-minta.

5. Sulit mempertahankan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Berpindah pekerjaan untuk kemajuan karir tentu OK, tetapi kalau berhenti sebelum dapat yang lebih baik? Pribadi immature biasanya keluar karena merasa tugasnya terlalu berat, adanya tuntutan atasan yang tidak mau diperjuangkan, bosan… Langsung saja berhenti kerja, walau belum ada yang baru. Memang dia hidup dalam dunianya sendiri. Segala sesuatu ditimbang berdasarkan apakah itu asyik apa ndak buat dia. Susah dibilangin karena dia punya pendapat sendiri yang selalu benar menurut dirinya.

6. Ketidakmampuan memanage keuangan.

Dia punya kebiasaan buruk dalam keuangan. Sering berhutang. Pengeluaran selalu lebih besar dari penerimaan. Hal ini bahaya sekali, terlebih dalam pernikahan. Jika memiliki pasangan yang spending money-nya itu tidak terkontrol, bisa-bisa kelibas hutang.

Jika lagi mau, biar mahal akan dibayar; bahkan bila perlu berhutang. Bagaimana bayarnya? Sanggup ndak mencicilnya? Tidak pusing! Yang penting “Kudapat yang kumau SEKARANG!” Persis anak kecil yang maksa ibunya membelikan mainan sampai nangis-nangis, ngambek, teriak-teriak…Makanya, anak dari kecil sudah harus dididik supaya tidak terjebak pola: “Harus selalu dapat yang diinginkan”.

7. Kamarnya selalu berantakan. Jika sedang wakuncar (waktu berkunjung ke rumah pacar), liat-liat kamarnya. Kamar yang berantakan adalah tanda bahwa hidupnya tidak terorganisir dengan baik.

 

Kenapa seringkali kita tidak memperhatikan tanda-tanda Mr./Ms. Wrong?

  1. Familiar. Apa maksudnya? Sungguh aneh, ini riset di Amerika. Seorang anak gadis yang memiliki ayah alcoholic, ternyata sadar tidak sadar akan memilih untuk menikah dengan pria alcoholic juga. Seorang gadis yang ayahnya abusive, cenderung bisa menerima perlakuan abusive terhadap dirinya. Ujung-ujungnya, dia OK saja dengan pria yang abusive.Seorang gadis yang dibesarkan ayah tidak bertanggung jawab, anehnya akan jatuh juga ke pelukan seorang pria yang sami mawon.Kok bisa begitu? Ini yang disebut familiar, jadinya tidak peka terhadap seseorang yang Wrong. Sungguh harus ada seseorang yang berteriak di kupingnya,”Kamu bakal WRONG kalau pacaran sama orang WRONG! Sadar ga sih?!!!”
  2. Saya merasa tidak layak mendapat yang terbaik. Saya juga elek kok. Dari familiar, muncullah perasaan ini: “Saya jelek, mana boleh saya dapat yang bagus?”
  3. Mendingan lah daripada ga ada. Padahal mendingan ga ada daripada ada tapi Wrong. Jika tidak ada, toh bisa berseru pada Tuhan untuk membuka lembaran baru, bisa memperluas pergaulan dengan bebas merdeka, ketimbang ada tapi Wrong, pastinya akan jauh lebih pusing, tujuh keliling, makin lama makin ribet.
  4. Have same problem. Kita ada dalam suatu masyarakat yang rasanya tabu, malu menceritakan masalah atau keburukan keluarga kita. Akhirnya kita hanya dapat menyembunyikan menjadi rahasia keluarga. Kalau sampai cerita, adalah kepada orang yang kita yakin ada mirip-mirip masalahnya dengan kita. Karena sering cerita, akhirnya berlayarlah bersamanya dalam masalah yang makin menenggelamkan hidup.

Padahal jika itu sebuah fakta yang gelap, adakah satu keinginan untuk keluar? Atau kita mengulangi lagi sejarah yang buruk? Mengulangi lagi kisah orang tua ke dalam hidup kita? Kenapa tidak mau mencari konselor? Kenapa tidak mau mendiskusikan masalah dengan orang yang berkompeten?

Mari mengundang intervensi Tuhan, untuk menghadirkan yang baru, karena yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang!

5. Takut breaking up. Kalo putus…siapa yang mau sama saya?

 

Mari kita perhatikan firman di bawah ini.

(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12 menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kita mengalami pembaharuan budi. Tandanya, kita semakin cermat dan teliti sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah. Pastilah kehendak-NYA adalah yang terbaik dan sempurna.

Dating INSIGHT dengan seluruh programnya bertujuan mengedukasi muda-mudi. Mengungkapkan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai pacaran. Akhirnya, anda dapat menilai, pacaran seperti apa sih yang baik? Pasanganku ini sudah tepat atau belum? Bagaimana membina relasi yang langgeng seumur hidup? Saya sedang dalam relasi yang baik atau buruk?

Sering kali masalah timbul karena kurang paham saja. Hal sepele dibesar-besarkan, yang primer malah diabaikan. Hati-hati! Bisa jadi saat pacaran, segala kekurangan pasangan dimaklumi, “Ah ga pa-pa lah…dia emang orangnya begitu, yang pentingkan saling cinta.”

Dating INSIGHT melalui serial Mr./Ms. Wrong sudah memberikan informasi: Yang kayak begini berpeluang merusak relasi bahkan kehidupan pribadi. Ini bukan masalah kecil, so tidak boleh dianggap sepele. Masalah tetap masalah, entah disadari atau tidak, bahkan bisa menjadi potensi yang dapat “merobek-robek” kehidupan.

Pembaharuan budi didapat dari sumber-sumber yang tepat, bukan sumber sembarangan, tidak kompeten, atau menyesatkan. Firman Tuhan seharusnya menjadi sumber paling komprehensif dan terpercaya.

Apa bedanya orang bodoh dan pintar? Orang pintar dapat menggali informasi-informasi yang diperlukan agar dapat membuat keputusan yang tepat; yang bodoh, tidak memiliki akses terhadap informasi-informasi yang benar, bahkan seringkali tidak ingin mencari tahu. Jangan menjadi bodoh, tapi carilah hikmat Allah, mumpung segalanya belum terlambat!

Melalui kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Dating INSIGHT, saya berharap insan muda semakin cerdas dalam memilih, tambah mengenal apa maunya Tuhan. Akhirnya, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna menjadi bagian dalam kehidupanmu. Terlebih, hikmat Tuhan, kebenaran-kebenaran yang disingkapkan, haruslah dilaksanakan dengan penuh keberanian!

Setelah memahami kebenaran, umpama ternyata Tuhan membukakan bahwa pasanganmu termasuk salah satu tipe Mr./Ms. Wrong. Nah, bagaimana langkah selanjutnya?

1. Konfrontasikan dengan pasangan. Bukan ajakin berantem, tapi sama-sama menyimak Dating INSIGHT (bisa via youtube, compact disc atau membaca web ini) dan kemudian diskusikan, ”Koq sepertinya permasalahan kita sama dengan yang dibicarakan? Bagaimana kita harus menyikapinya?” Harap-harap Roh Kudus memberikan kesadaran baru. Apa tahapan berikutnya?

2. Mencari pertolongan, bisa ke konselor atau hamba Tuhan untuk memberikan pandangan dan masukan-masukan. Jika ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan buat appointment melalui BBM/ SMS/ WA. 0812 2099 7939/ BBM: 759246 BB.

3. Sambil melakukan semua itu, sembari berseru meminta campur tangan Tuhan. Lihatlah! Allah kita hidup, Dia bukan Allah yang mati! Dia akan mengintervensi hidupmu, dan memberikan pertolongan.

4. Setelah semua tahap dicoba, bagaimana kalau hubungan tetap tidak membaik? Langkah terakhir adalah segera akhiri hubungan tersebut! Sebelum terlanjur masuk dalam komitmen pernikahan kudus seumur hidup. Putus memang sakit, namun hanya sebentar kok, daripada seumur hidup bercucuran air mata.

Setiap insan muda yang mendengar siaran ini, harus tertantang untuk grow up! Karena hidup bukan hanya bagi diri sendiri saja. Suatu saat anda pasti akan berkeluarga.

keluarga bahagia

Ayo GROW UP!

God Bless You,

Ev. Chang Khui Fa & Liana

 

Mr./Ms. Wrong 1: Tau dari mana?

Dating INSIGHT

Mr or Ms. Wrong 1: Tahu dari mana?

Simak pembahasan kami via YouTube KLIK di sini

Huruf “M” adalah huruf terakhir dari kata G A R A M.

  1. God’s Will in Dating
  2. Am I The Perfect Candidate?
  3. Ready or Not for Dating?
  4. Asking Someone Out
  5. Mr. or Ms. Wrong

Nantikan buku Dating INSIGHT Season 1 yang akan segera terbit.

Mr. or Ms. Wrong. Jika kita menemukan bahwa si “dia” bukanlah pasangan yang tepat sejak awal, sungguh melegakan! Jangan sampai tinggal selangkah menuju pelaminan, eh… baru sadar si dia bukanlah orang yang tepat (gawat sekali).

Yesaya 32:17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

wrong

Continue reading

Deadly D yang bikin Relasi gak Lancar

Dating INSIGHT

Asking Someone Out 5 -Three Deadly D bikin relasi gak lancar

Simak juga via YouTube KLIK di sini

1 Petrus 5: 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

 

Aneh deh… kenapa ya abis nge-date, koq si dia berubah? kalo diajakin lagi selalu nolak bahkan sepertinya menghindar gak mau ketemu.

Saya selalu gagal di tengah jalan dalam membangun hubungan. Diputusin pernah; mutusin juga sering. Akhirnya…ga ada yang jadi deh…

Pernah ngalamin masalah-masalah kayak gini?

Hati-hati! Jangan-jangan kamu terkena salah satu dari tiga Deadly D (3DD) ini.

Tentu, semua orang yang normal mengharapkan dapat membangun relasi jangka panjang. Mulai dari bertemu…jatuh cinta…jadian…terus married and happily ever after. Dongeng kali? But… tidaklah mustahil loh kalo tahu rahasianya.

Apa sih rahasianya? Nah…ikuti terus serial Dating INSIGHT: GARAM & TERANG dan kalau udah mau menikah baca dulu GARAM & TERANG bagi Keluarga karya Ev. Chang Khui Fa.

Balik lagi deh ke topic Deadly D. Mahkluk apa ini?

Death itu artinya kematian. So artinya adalah D yang dapat menyebabkan kematian relasi. Dia sangat substle (terselubung) namun nyata ada dan kerjaannya merusak relasi yang sedang terbangun. Dia bisa muncul dalam 3 macam bentuk: Desperate, Dependent, Detachment.

Wow…sepertinya mengerikan juga ya. Yuk, kita bahas satu per satu, supaya kalau kamu temukan salah satu bentuk itu ada dalam dirimu, cepat usir dan buang jauh-jauh.

konflik

Continue reading

Ruginya Pacaran di masa SMA

Ready or Not for Dating 1:

Ruginya Pacaran di Masa SMA

Monday, May 5, 2014

Nonton via YouTube just klik di sini

 

Kapan sih waktu yang tepat untuk dating?

Raja Salomo mengungkapkan dalamPengkhotbah 3:1

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”

 

Untuk segala sesuatu ada waktunya, termasuk pacaran. Kalau nge-jomblo jangan lama-lama, bisa-bisa ketinggalan kereta. Begitu pula dilarang memasuki masa dating di usia terlalu muda. Ada banyak kerugian dan masalah yang ditimbulkan.

no kids date

Jadi…kapan waktu terbaik? Continue reading

Proses Menuju Kesempurnaan

Am I The Perfect Candidate 2?

Proses Menuju Kesempurnaan.

 

Nonton Am I The Perfect Candidate 2? di Youtube Klik DISINI 

 

 

Perfect Candidate Self view A2

14 APRIL 2014

 

Minggu lalu kita sudah membahas What & How The Perfect Candidate. (Silahkan baca lengkapnya dalam Am I The Perfect Candidate 1)

Apa saja perfection itu?

Ada 4 dimensi yang harus Anda raih: Kesempurnaan dalam karakter, kekudusan dalam pola pikir, kematangan pribadi, dan cinta kasih yang bertahan seumur hidup.

Lantas bagaimana memulainya?

Kesempurnaan dimulai dari kesadaran bahwa: “Saya sungguh tidak sempurna! Saya membutuhkan Tuhan untuk menyempurnakan saya.”  So, langkah pertamanya adalah pertobatan. Bertobat berarti mengaku,”Saya berdosa dan tidak berdaya,” lalu datang kepada Yesus menyerahkan diri secara total kepada-Nya.

Inilah awal proses menuju kesempurnaan, seperti firman Tuhan dalam Yesaya 57: 15 berkata: Allah yang berada di tempat yang maha tinggi dan maha kudus juga mau berada di dalam diri orang yang remuk dan rendah hati. Allah yang sempurna mau menyempurnakan manusia yang tidak sempurna.

 

Nah, yang menjadi pertanyaan: Setelah seseorang bertobat menerima Kristus, mengapa ada orang yang bertahun-tahun tidak ada perubahan, bebal ya tetap bebal? Tapi ada juga orang-orang yang sepertinya dikebut Tuhan menuju kesempurnaan – baru berapa tahun sudah jadi berkat bagi banyak orang…

Background keluarga dimana seseorang dibesarkan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan itu. Sebagai illustrasi, saya mengambil contoh ada dua orang anak, katakanlah si A dan si B.

Si A dilahirkan dalam sebuah keluarga yang miskin perhatian. Ayahnya jarang di rumah dan hampir tidak pernah menyapanya. Eh…ibunya sibuk pula dengan berbagai aktifitas dan teman-temannya. Si A bertambah besar karena diberikan makanan jasmani, tetapi tidak ada makanan bagi jiwanya. Hatinya kosong, kesepian dan miskin kasih sayang…

Sebaliknya Si B, berasal dari keluarga yang hangat, ayah dan ibu suka ngobrol. Sang ayah bersahabat dengan semua anak-anaknya. Si B mendapatkan segala yang diperlukannya sesuai perkembangan umurnya, baik jasmani maupun rohani. Dia diperhatikan, dikasihi, ditegur, diarahkan dan mendapatkan penerimaan.

Katakanlah kedua-duanya di masa remaja bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dengan hati yang remuk dan rendah hati. Nah, apakah hasilnya sama dalam proses menuju kesempurnaan? Kemungkinan sangat berbeda. Bagai langit dan bumi.

Misalnya, waktu firman Tuhan berkata: “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri,” ini diterima dengan respon yang sangat berlainan oleh dua orang tadi.

Berbeda apanya?

Continue reading

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri saja

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri Saja (Kejadian 2: 18)

Hari Senin, 31 Maret 2014 LIVE on air @92.5 FM Maestro, Bandung.

KLIK DI SINI Untuk menyimak pembahasannya & SUBSCRIBE di YouTube

Fall in Love Dating INSIGHT

Kejadian 2:18 Tuhan Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Apa maksudnya “Tidak baik manusia itu seorang diri saja? Apakah berarti lebih baik manusia sewajarnya menikah?”

Ada dua istilah untuk lebih memahami ayat di atas:

  1. Divine Ideal
  2. Original Idea

Divine Ideal adalah sesuatu yang Tuhan lihat terbaik, nan ideal, yang seyogyanya terjadi pada diri manusia.

Original idea merupakan ide awal, ide ori, ide pertama sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Kala Tuhan memberikan tugas bagi Adam untuk memberi nama semua binatang, maka datanglah binatang-binatang itu padanya. Saat memberi nama, Adam melihat semuanya sepasang-sepasang. Ada harimau jantan sedang bercengkrama dengan harimau betina, di atas pohon ada sepasang burung bernyanyi cicitbirds in love cuit cuit dengan mesranya; lalu sambil memberi nama binatang-binatang tersebut, diapun mengamati sekitar – mencari-cari,”Dimanakah yang seperti aku…kok ndak ada ya? ” Adam sadar… tidak ada yang seperti dia.

 

Tuhan Allah sejak semula pun melihat TIDAK BAIK Adam sendirian. Untuk melaksanakan perintah-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya, akan lebih baik jika Adam memiliki penolong yang sepadan. Inilah ide original Allah. Itulah idealnya dari kaca mata Tuhan. Ketika Adam menyadari bahwa dirinya membutuhkan penolong yang sepadan, maka Dia segera menganugerahkan Hawa baginya! (Lihat Kejadian 2: 18 – 25)

Dalam 1 Tessalonika 4:1-5 firman Tuhan berkata,“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Sesuatu yang ideal, hal yang baik sekali, bahkan disarankan Rasul Paulus. Seorang pria mengambil seorang wanita untuk menjadi istrinya, dengan tujuan: Hidup dalam pengudusan dan penghormatan seumur hidup mereka.

Tentu Anda bertanya-tanya, jika demikian: Mengapa ada orang yang tidak menemukan pasangan sehingga tidak menikah?

Continue reading