Tag Archive | jatuh cinta

Respecting Your Date: Arah ketertarikan Seksual

Respecting Your Date 1

Friendship – Dating – Married

Dating INSIGHT Live @YouTube. Kilk link ini ya

Ibrani 13:4  Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Bagaimana sih proses sebuah hubungan itu terjalin?

Zaman dahulu kala, hubungan dua insan terjalin karena hasil penjodohan orang tua. Cowok- cewek, ga pernah kenal, tahu-tahu disuruh kawin oleh papa mamanya. Boro-boro pacaran, temenan aja ga pernah, eh sontak mesti nikah. Terpaksa deh menerima.

Sekarang, sudah bebas, tidak lagi seperti jaman dulu. Di masa kini, pria dan wanita mengikat hubungan karena saling tertarik. Mulanya biasa saja. Lama-lama kenal, eh jatuh cinta. Cinta yang  romantis dan bikin panas dingin.

Setiap manusia berhak jatuh cinta, boleh memilih dan menentukan pasangannya sendiri. Mereka akan bersama-sama mengarungi kehidupan yang panjang di dunia. Sungguh anugrah besar! Kita patut bersyukur. Saya sendiri (Liana) membayangkan betapa menakutkan rasanya, jika harus menjalani pernikahan seumur hidup dengan orang yang saya tidak sukai.

Bicara soal cinta, pasti kebayang yang indah-indah. Seru. Asyik. WOW gitu… namun waspada deh, karena nyatanya banyak juga yang kecewa karena cinta. Bukan kecewa aja lho, tapi ada juga yang hidupnya hancur berantakan karena cinta.

Dalam buku “GARAM & TERANG for Youth” ada satu bab khusus mengupas akan cinta. Bab 3 “Romance in Fire!”  Baca deh bukunya.

Jatuh cinta adalah karunia Tuhan. Berbahagialah jika dapat merasakan jatuh cinta; apalagi kalau cintanya bersambut. Kan perlu dua orang untuk saling mencintai. Cinta itu sesuatu yang  teramat indah, agung dan mulia. Kalau udah cinta, tidak akan ada yang bisa memisahkan. Ada keinginan untuk selalu bersama, saling berkorban, saling membela, ada kesalingan. Kekuatannya sangat dahsyat. Cinta kuat seperti maut. Ditambah Firman Tuhan menyatakan, “Apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Jelas, ini adalah meterai yang Tuhan berikan untuk jaminan cinta. Cinta diikat seumur hidup.

Senang banget lho, mengetahui bahwa Tuhan sendiri yang menggariskan dan meneguhkan hal ini. Bayangkan, dia yang kucinta dan mencintaiku akan menemaniku seumur hidup. Ciee… asyik kan! Dalam hidup yang sementara ini, kita diijinkan mencicipi kebersatuan, sampai maut memisahkan! Bersamanya, berkarya, melayani Tuhan sang pencipta, memberkati dunia ini. Sungguh luar biasa, Amazing rancangan Tuhan bagi manusia.

Kalo cinta begitu amazing, lantas apa yang perlu diwaspadai?

Dalam Kidung Agung 8:6, melukiskan cinta seperti nyala api, bahkan seperti nyala api Tuhan! Anak muda harus pandai-pandai mengendalikan api cinta yang membara itu. Jika tidak bisa menguasainya, sangat berbahaya! Api, jika terkendali, amat bermanfaat; tapi jika tidak bisa menguasainya, api kecil lama-lama jadi bahaya besar! Bikin kebakaran! Pohon-pohon yang indah di hutan, semua dilalap. Binatang-binatang yang berteduh kabur semua.  Asap pekatnya masuk ke rumah-rumah penduduk, membawa racun dalam gas, menjadi biang kerok ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Jangan bermain api! Jangan mencemarkan tempat tidur! Sudah terlalu banyak kasus MBA (Married By Accident). Walhasil, buru-buru menikah karena hamil di luar nikah.

Tidak boleh berasumsi, asal udah Kristen pasti aman, ga bakalan deh jatuh dalam dosa seksual, apalagi melakukan hubungan seks di luar nikah. Nyatanya, ndak tuh… banyak anak muda yang ga kuat imannya.

Menurut data yang diambil tahun 2011 di USA dari CNN Believe Article, 80% orang Kristen yang berumur 18 sampai 29 tahun (usia pemuda-pemudi), mengatakan bahwa mereka telah melakukan pre-marital seksual.

Data lainnya, di tahun 2012: Mereka yang melakukan aborsi ternyata 30% nya orang-orang Kristen. Ada lagi 56% yang mengaku Kristen berkata, “Tidak apa-apa tinggal bersama, jika sudah berpacaran lebih dari 6 bulan.” Semua ini jelas melanggar firman Tuhan. Kita patut merasa sedih, prihatin dan seyogyanya tidak ikut-ikutan.

Jadi, bagaimana? Garis batas yang tegas sesuai firman Tuhan haruslah tetap ditegakkan, jika kita meminta Tuhan memberkati masa-masa pacaran, tapi melanggar firman-Nya…mana mungkin kita mengalami penyertaan-Nya?

Karena itu, mari kita mencoba memahami lebih utuh akan arah ketertarikan seksual, supaya di masa-masa pacaran tidak sampai jatuh dalam dosa seksual.

Manusia diciptakan sebagai sexual being. Ada gender cowok; ada cewek. Sangat normal, jika seorang pria tertarik kepada wanita, demikian sebaliknya. Dalam ketertarikan itu, pastinya ada unsur seksual.

Perhatikan ada tiga (3) Zone dalam arah ketertarikan seksual:

  1. Zone Persahabatan

Anak-anak muda biasanya senang sekali ngumpul bareng teman-teman sebayanya. Mereka punya grup. Nonton bareng-bareng, minum kopi di cafe rame-rame, ketemu just buat ngobrol-ngobrol, kongkow-kongkow ga bertujuan. Pokoknya, asal bisa ngumpul sudah senang banget. Semuanya teman biasa. Teman se-grup. Masih dalam Friendzone.

Dari teman biasa, jika ditambahkan rasa percaya pasti jadi sahabat (teman dekat). Kalau timbul rasa percaya, setiap ingin bicara perkara penting, pasti nyarinya dia terus buat teman curhat. Kita percaya, kalau dia bisa mengerti pergumulan kita dan tidak akan menceritakannya pada orang lain.

Sahabat boleh sama-sama cowok atau sama-sama cewek. Berbeda jenis kelamin juga boleh. Tapi perhatikan, jika beda gender, kedekatan ini mudah sekali ditunggangi perasaan tertarik. Biasanya, tidak ada tuh persahabatan antara pria-wanita untuk selamanya.

Dalam relasi pria-wanita yang saling tertarik, pasti akan masuk unsur fisik. Unsur fisik misalnya keinginan menggandeng tangannya, membelai rambutnya, merangkul, sampai memeluk. Kalau unsur fisik masuk, inilah tandanya persahabatan sudah berubah menjadi hubungan cinta.

Ada seorang gadis bernama Nita. Dia punya seorang sahabat pria yang sudah dekat sekali. Walau dekat, tetap ga jelas statusnya: Apakah pacar atau bukan? Karena si pria tidak pernah menyatakan cinta…Nita bingung, rasa-rasanya mungkin sudah jadian karena cowok ini sangat perhatian. Nita juga sudah digandeng kalo lagi pergi jalan-jalan, pernah dibelai, dan Nita mau saja. Walhasil, Nita merasa “jatuh cinta” pada sahabatnya ini.

Tiba-tiba, suatu hari, si cowok curhat bahwa ada seorang gadis namanya Dewi yang dia lagi taksir. Menanyakan, apa yang harus diperbuat supaya bisa mendapatkan Dewi. Tinggal sekarang, Nita kebingungan akan perasaannya. Serba salah! Cowok itu sahabatnya, tapi sudah memperlakukannya seperti pacar,…eh malah mau jadian sama cewek lain. So, harus bagaimana? Kalo ngomong jujur, takut dibilang ke “G-R an.” Kalo diam, tambah sakit hati. Berlagak tulus membantu si cowok dapatin cewek lain, tidak sanggup. Aduh sakitnya! Sakitnya itu disini! (sambil nunjuk dada)

Maka, sebelum terjadi seperti kasus Nita, pahami batasannya. Jika persahabatan sudah ditambahkan unsur rasa tertarik dan keinginan fisik, seharusnyalah stop tahap sahabat dan berani move on ke tahapan berikutnya.

Bagi wanita, jangan mau digandeng, dibelai, dirangkul oleh pria yang bukan pacar. Tidak ada komitmen. Pacar bukan, suami bukan. Sorry ya. Sebagai wanita, harus ada pride, harga diri.

Bagi para pria, jika berani menggandeng tangan seorang wanita, jelas harus punya keberanian untuk berkomitmen. Kalo cinta, nyatakan cinta! Jangan asal pegang, gandeng, terus se-enaknya berkata, “Dia cuma teman biasa saja kok.” Emangnya truk gandeng!

  1. Zona Pacaran

Inilah zone Dating INSIGHT: Memberikan prinsip pacaran Kristiani yang insightful. Dengarkan Dating INSIGHT ya. Diskusikan dengan pacarmu: Poin-poin penting yang kami sampaikan.

Kalo masuk Zona Pacaran, udah beda banget dengan Zona Temanan. Zona pacaran lebih eksklusif. Dulu kan kalo pergi selalu beramai-ramai, sekarang pengennya pergi berdua saja.  Sebelumnya, tidak terlalu perduli, sekarang…mau tahu banyak tentang dirinya. Biasanya ketemuan di tempat-tempat umum, sekarang mau ke rumahnya.

Kala itu, tidak pernah ada perasaan rindu, sekarang sulit menahan rindu ini. Kepingin ketemu terus, maunya dekatan mulu.  Kalau satu kota, mungkin setiap hari disatronin kayak satpam. Kalau beda kota, misalnya satu di Bandung, satu di Jakarta, masih bisa ketemu seminggu sekali; yang rasanya sooo long (lama banget) untuk bisa ketemuan melepas rasa kangen.

Nah, saat kangen-kangenan ini, apalagi ditambah keinginan fisik, maka harus full control. Keinginan mau keberduaan pasti ada. Perlu strategi yang tepat supaya tidak meluncur, bablas dan jatuh dalam dosa.

Respecting Your Date. Tema ini sangat penting. Kekudusan seks paling sering dilanggar sewaktu pacaran. Mengganggap pacar sebagai milik atau hak pribadi. Hati-hati! Kalau belum nikah ya…belum menjadi milik dong! Ketertarikan seksual tanpa kendali, mendatangkan kesedihan yang sangat mendalam. Kita perlu pemahaman yang tepat untuk dapat mengendalikan nafsu/keinginan daging. Langkah-langkah apa sajakah yang perlu dilakukan untuk menjaga kekudusanmu dan kekasihmu, perlu dibicarakan dan disepakati.

Dalam masa persahabatan, tentu seks tidak menjadi masalah. Dalam persahabatan, tidak eksklusif. Pergi aja masih rame-rame. Happy-happy bersama-sama. Lain halnya kalau udah pacaran. Sudah terikat komitmen untuk mau lebih intim dengan dia seorang. Kenapa sih  mau dengan rela mengikatkan diri kepada seseorang? Pastilah karena sudah  naksir berat sama si”dia”.

Komitmen untuk lebih intim, ditanggapi berbeda antara pria dan wanita. Bagi pria, keintiman fisik mendahului keterlibatan emosi; sedang buat wanita, terlibat emosi dulu baru mau intim secara fisik.

Nah, pria mengungkapkan cintanya, secara fisikal. Mulai dengan memegang tangan, lalu meningkat dengan membelai rambut, tambah mengecup pipi, kemudian merangkul pinggang, eh… makin-makin banyak maunya. Di sini, pria harus mengendalikan keinginannya akan keintiman fisik. Seks itu ibarat orang yang terjun payung. Ada gaya gravitasi bumi yang membuatnya jatuh ke bawah. Jika terjun bebas tanpa bantuan, pasti jatuh dengan cepat dan hasilnya hancur belur ketika berjumpa daratan. Karenanya, perlu pake parasut. Parasut akan memperlambat jatuhnya dan hasilnya pasti selamat. Saat turun memakai parasut, pasti berbahagia karena banyak yang dapat dinikmati selama di udara. Sampai tiba waktunya, dia menyentuh tanah dengan sukacita. Ada perasaan puas!

Demikian pula halnya sewaktu pacaran, perlengkapi diri agar dapat menikmati masa pacaran dan siap mendarat menapak tanah. Kenali si dia dalam banyak hal.  Bisakah dia setia? Mampukah dia dipercaya? Apakah dia orangnya kasar atau halus? Bagaimanakah dia berespon terhadap kesulitan? Apakah saya bisa hidup dengan orang model gini?

Wanita, mengungkapkan cinta melalui keterlibatan emosi. Seringkali wanita terjebak dalam ikatan emosi yang belum seharusnya. Sulit bagi wanita untuk recover kalo diputusin, jika sudah terikat kuat emosinya. Seperti apa keterikatan emosi? Emosi itu menyangkut perasaan terdalam, mempengaruhi mood, dan tindakan. Belum apa-apa…udah merasa kamu milikku. Ingin mengontrol. Mau tahu segala hal. Dia akan menuntut si pria selalu menunjukkan cintanya dengan perhatian, rayuan, pujian. Banyak mengkhayalkan masa depan bersama. Nanti kalo menikah, mau dimana; mau pesan baju model apa, siapa aja yang mau diundang, lalu punya anak berapa, rumah di mana… sampai-sampai cowoknya pusing.  Wanita harus mengendalikan keinginannya akan keintiman emosi. Jangan memberi komitmen emosi terlalu banyak dalam masa pacaran.

Sampai tiba waktunya untuk menikah. Rayakanlah kebahagiaan itu.

Ada waktunya untuk pacaran, ada waktunya untuk menikah. Pacaran kelamaan, tidak menikah-menikah, ini tidak sehat. Jadi kalau udah pacaran sampai jangka waktu tertentu, tentukan kapan menikah!

  1. Zona Pernikahan

Saat si wanita ingin mengikatkan diri secara emosional, sedangkan pria tertarik secara fisik. Di manakah ujungnya? Muaranya mesti ke mana? Misal: pria dan wanita sudah menjalin hubungan pacaran selama 2 tahun, ketika si wanita bertanya,”Kapan mau menikah?” Si pria harus bisa menjawab! Seperti saat sedang terbang dari Bandung ke Bali, kita punya estimasi waktu sekitar 1,5 jam. Jika dalam waktu 5 jam, ternyata belum sampai-sampai juga ke Bali dan cuma berputar-putar saja di udara! Jelas gawat sekali!

Keterikatan emosi dan keterlibatan fisik, muaranya ini di mana? Inilah yang kita harus berhati-hati karena ujungnya/muaranya adalah hubungan seks.

Ini sudah masuk ke dalam tahap ketiga, yaitu tahapan pernikahan.

Boleh tidak pria dan wanita berhubungan seks? Tentu saja boleh, namun setelah terlebih dahulu mengikatkan diri dalam pernikahan. Yang menjadi tantangan adalah dalam intensitas hubungan yang terjadi, bisakah menjaga kekudusan itu sampai  hari pernikahan? Jangan sampai terjadi hubungan seks di luar nikah.

Nah, bagaimana mengaturnya?

  • Jangan terlalu sering hanya berduaan.
  • Carilah konteks untuk dapat melakukan suatu kegiatan bersama-sama dalam suatu komunitas (ikut grup panjat tebing, grup fotografi, dll)
  • Jangan terlalu eksklusif, tetap terbuka dengan pergaulan dengan teman-teman yang lain.

Bagaimana menjaga intensitas itu?

  • Harus ada kejujuran

Si pria jujur bahwa saya tertarik secara seksual dengan kamu. Tolong doakan agar kita berdua tidak jatuh dalam dosa seksual. Jangan anggap diri kuat, bahwa kita tidak akan jatuh dalam dosa seksual.

  • Konteks kehidupan harus banyak

Ada pelayanan, ada fitness, nonton, dll. Jangan hanya di rumah bahkan di kamar saja berduaan.

Jika intensitas arah ketertarikan seksual dijaga dengan baik, niscaya akan masuk pernikahan kudus dengan sukses dan berhasil. Puji Tuhan!

Ikuti terus kelanjutannya dalam Dating INSIGHT!

Mazmur 119: 9 Dengan apakah seorang muda menjaga kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai firman-Mu.

Chang Khui Fa & Liana.

GOOD NEWS! Teman-teman, buku Dating INSIGHT season 1 akan dilaunching minggu ini. You are invited! Launching akan diadakan di TB VISI Istana Plaza lantai 3. Hari Minggu 9 Nov 2014. Mulai jam 11.00- 15.00. Kami (Chang Khui Fa dan Liana) akan hadir juga. Yuk ketemuan. Bisa foto bareng dan tanda tangan buku juga CDnya… Cu there my friends. God Bless you.

Pasangan Sepadan menuju Mutuality

Equally Yokes Relationship 2

Kerjasama dalam Kesepadanan

Pasangan sepadan seperti apa sih? Nonton via Youtube KLik aja di sini.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Sepadan adalah Corresponding to Himself atau simplenya kita sebut aja ‘nyambung’. Hawa tersambung pada Adam, toh Hawa berasal dari tulang rusuk Adam. Apa tujuan yang direncanakan Tuhan buat sejoli ini? Kala manusia pertama diciptakan, Allah berfirman: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala bintang yang merayap di bumi.”

Mandat yang diberikan Allah ini, jelas tidak bisa dilakukan seorang diri oleh manusia. Allah tahu, karenanya Tuhan Allah berkata, “Tidak baik manusia itu seorang diri saja…”, dan Dia bertindak! Diciptakan-Nya penolong yang sepadan, Hawa. “Ini baru PAS! COCOK! Sepadan! Nyambung!” seru Adam saat dia bertemu Hawa. Sebelumnya, Adam hanya ditemani binatang hutan, ternak, burung… ndak ada yang cocok. Ga equall. Ga nyambung. Adam ngomong apa, di situ nyahutnya cuit cuit, aum-aum, mooo….

‘Nyambung’ buat apa? Buat bekerja sama untuk mengerjakan tugas yang telah dirancangkan Allah. Menjadi Partner-nya sang Pencipta.

Sebelum jatuh dalam dosa, nyambungnya mudah. Langsung Adam berkata kepada Hawa, “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku”. Namun, tatkala mereka sudah jatuh dalam dosa, langsung terpisah. Dosa memisahkan. Pertama, memisahkan hubungan manusia dengan Allah (Penciptanya). Kedua, memisahkan manusia dengan sesama. Ketiga, memisahkan manusia dengan ciptaan lainnya. Adam Hawa yang tadinya love-love-an, sekarang jadi salah-salahan. Tuding-tudingan. Sudah tidak nyambung. (Lihat Kej 3).

Dosa membuat keterpisahan. Mementingkan diri sendiri. Maunya menang sendiri. “Aku yang berkuasa. Aku harus menang.” Satu orang aja yang bicara seperti ini, dunia udah pusing. Apalagi kalau ada dua dan keduanya berebutan mau menang sendiri.

Jadi, ketersambungan antara pria dan wanita bukan perkara gampang. Ini harus diusahakan dan diusahakan bersama. Butuh kerja sama. Cooperation. Jika ada pria dan wanita, diikat oleh Tuhan dalam mahligai pernikahan, nyambung, lalu bersama-sama melayani Tuhan. W.O.W! Ini Luar Biasa! Ini adalah pekerjaan Tuhan. Hanya Tuhan yang dapat membentuk sejoli ini melalui pernikahan mereka, menjadi co-Partner-nya Tuhan Allah. Sejatinya, ini bukan proses yang gampang. Kami sudah mengalami hal itu. Saya dan Liana, dulunya juga pernah jatuh bangun. Berusaha nyambung, tapi ndak nyambung. Konflik. Berdoa. Selesaikan masalah. Jalin kembali sambungan yang retak. Bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil.  Tuhan telah memimpin kami berdua untuk nyambung dan sekarang bisa bersama-sama bersiaran Dating INSIGHT, menjadi saluratn berkat bagi banyak muda-mudi.

Prosesnya mulai dari mana?

Continue reading

Rahasia Mencintai Wanita

True Love 3

Rahasia Mencintai Wanita

Saksikan Dating INSIGHT melalui YouTube  KLIK di sini

“I love you” ucap seorang pria kepada sang gadis kekasihnya.

Bicara ya… gampang. Buktikan dong! Hmm…Apa ya…bukti cinta yang sejati?

Mari kita lihat dulu, apa kata Firman Tuhan tentang “cinta”:

1 Korintus 13:4-7

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Cinta sejati tidak sama dengan jatuh cinta. Jatuh cinta jelas perasaan; cinta sejati bukan cuma perasaan. Maksudnya apa?

Jatuh cinta menghadirkan euphoria, tidak riil. Cinta yang sejati baru bisa muncul, ketika euphoria pergi.  Waktu jatuh cinta, rasanya seperti terbang ke angkasa, terbang melayang-layang melintasi lapisan-lapisan awan, menuju langit ke tujuh. Toh tidak selamanya terbang, pelan-pelan, turun kembali ke daratan. Di darat, baru sadar, berhubungan dengan orang lain ternyata tidak selalu manis. Melihat kelemahan kekasih, berbeda pendapat dengannya, ditambah ribut besar, baekan, kesel lagi, sebel lagi, baekan lagi… justru di sinilah, benih cinta bertumbuh.

 love seeds benih cinta

Menanam pohon, perlu usaha. Mulanya sebuah bibit, disiram, dipupuk, disinari matahari. Beberapa waktu kemudian, terlihat tunas mungil, lalu muncul daun-daun muda. Demikian pula cinta, saat benih itu tumbuh, ada tindakan yang tampak dan bisa dirasakan.

Continue reading

Jatuh Cinta, Keintiman, Komitmen

True Love 2
Jatuh Cinta, Keintiman, dan Komitmen

Nonton Dating INSIGHT via YouTube Klik di sini ya

Cinta mempunyai tiga unsur. Biasanya disebut The Triangle of Love. Bentuknya segitiga sama sisi. Sisi kanan adalah Passion, sisi kiri Intimacy, sisi bawah yang mendatar adalah Commitment.

PASSION
Apa sih Passion? Passion adalah perasaan yang sangat kuat. Perasaan kuat seperti apa?

Dalam arti umum, misalnya: Seseorang yang mencintai lukisan, maka perasaan yang kuat itu akan mendorongnya untuk mencari dan mengejar lukisan kemana pun. Jika uangnya banyak, pasti lukisan itu dibeli. Dipajang di rumah, supaya dapat ditatap setiap hari.
Passion lainnya, passion menolong sesama. Banyak orang mendirikan lembaga supaya lembaga tersebut dapat bergerak untuk menyalurkan passionnya itu. Lembaga untuk lingkungan hidup, lembaga menolong orang-orang yang marginal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga bantuan hukum dll.
Saya pribadi punya passion: Memberikan edukasi, mengadakan ceramah, melakukan bimbingan kepada banyak orang, supaya mereka dapat mempertahankan dan menikmati pernikahan seumur hidup.
Pernikahan yang kuat dimulai dari pemilihan pasangan yang tepat dan kemampuan membina relasi. Dibentuknya sejak masa pacaran. Karena itu, saya dan isteri tercinta, Liana, secara khusus mendalami topik-topik penting dalam dating. Passion kami, Siaran Dating INSIGHT menjadi referensi jawaban buat pergumulan muda-mudi di masa pacaran dan pranikah.
Secara khusus, passion berarti perasaan yang kuat terhadap lawan jenis. Bahasa Yunaninya “Eros”. Maksudnya, seksual desire/ketertarikan seksual. Ada ketertarikan fisikal. Waktu melihat seseorang, tiba-tiba muncul getaran dalam hati. Dag dig dug dueeer! Telapak tangan jadi dingin, ada debaran jantung yang tak beraturan karena adrenalin yang berpacu. Seperti lagu jadulnya Titik Puspa “Jatuh Cinta…. berjuta rasanya….!” (silahkan nyanyi rame-rame)

Alkitab menuliskan dalam Kidung Agung 8:6b-7a,“Karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.”
Passion ini sangat menggebu-gebu, boombastis, dahsyat, hebat, dan kuat! Namun, walau perasaannya begitu dahsyat, belum berarti cinta sejati. Ko gitu? Ya Iyalah…yang namanya perasaan kan gampang berubah dan sifatnya sebentar saja.

Seorang cowok yang jatuh cinta banget pada seorang gadis. Saking cintanya, dia mau melakukan apapun demi menyenangkan sang kekasih hati. Demikian pula sebaliknya. Tapi, seiring berjalannya waktu, perasaan kan pasti jadi biasa-biasa saja. Masak ketemu kekasih girang selalu? Setelah sekian lamanya melayang di awan, ada waktunya kembali berpijak di bumi!
Saat berpijak di bumi, getaran-getaran dalam hati mulai stabil, hormon adrenalinpun tidak terpicu seperti semula, ga ada kegirangan yang melonjak-lonjak. Saat perasaan cinta hilang, cinta yang sejati sesungguhnya baru dimulai…jatuhcinta Continue reading

Alasan dia naksir sama kamu

Dating INSIGHT A2

Asking Someone Out: Alasan Si Dia Naksir Kamu

Nonton dan Subscribe via YouTube Silahkan KLIK di sini

 

Kejadian 2:21-25 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

 

Bayangkan seperti apa reaksi Adam pas melihat Hawa? So pasti kegembiraannya meluap-luap! Perasaannya berbunga-bunga! So, dengan antusias dan semangat ia berpuisi, “Inilah dia… tulang dari tulangku dan daging dari dagingku!”

Kilas balik beberapa tahun yang lalu mengingat pertemuan kami (Khui Fa dan Liana), rasanya ruarrrr biasaaaa! Kami sangat antusias karena dapat bersua dengan seseorang yang tepat. Seorang yang membuat hidup tambah seru. Bertemu, berjuta rasanya; berpisah rindunya setengah mati. Waktu tidur saja bisa senyam-senyum sendiri, bukan gila tapi senang bangeeeet!

But, yang jadi persoalan: Bagaimana jika si dia nun jauh di sana? Apa daya bila ku tak mampu menggapainya? Apakah cinta dapat bersemi jika si dia tak dapat kuraih?

Bukan itu aja masalahnya, pelik juga menentukan: Siapa “someone” (yang berarti the one and only)? Pribadi satu-satunya dimana saya mau menghabiskan tahun-tahun hidup bersamanya.

he loves me

Nah, beberapa masalah klasik yang kerap dialami muda-mudi sejak dulu sampai sekarang, misalnya:

Bagaimana kalau saya tertarik dengan beberapa orang? Si A saya suka, orangnya baik. Si B,orangnya ganteng. Si C pinter, saya naksir juga. Wah, jadi pusing harus pilih yang mana. Ada kesadaran, bahwa relasi ini akan menjadi relasi seumur hidup, makanya jadi bingung. Pilihan harus satu saja.

Pastinya kita tidak ingin menjalani hidup dengan orang yang salah. Takut ada penyesalan di kemudian hari. Apalagi dengan kondisi perceraian di dunia yang meroket tajam tiap tahun.

Mirip tapi tak sama dengan problem pertama tadi. Bagaimana kalau ditaksir oleh beberapa orang? Lumayan sih…karena bisa memilih satu yang terbaik. Namun yang menjadi kendala adalah bagaimana cara memilihnya? Semuanya kelihatan ada kelebihan juga kekurangan masing-masing. Yang mana yang paling cocok denganku?

Cinta tiga sampai empat arah yang bikin kepala pusing. Saya suka dia, namun dia mencintai yang lain. Di saat yang sama, ada seseorang yang menyatakan cinta pada saya, tetapi terus terang saya sama sekali tidak tertarik padanya. Pilih mana: kejar dia yang kucinta atau menerima saja cinta dari yang tidak kusuka? Weleh…weleh…

Yang paling sulit: Tidak bisa pilih-pilih. Kenapa? Karena tidak ada yang suka sama saya. Nah LOH! Jangan Galau! Dating INSIGHT menghadirkan konsep pikir yang komprehensif. Di dalam Tuhan, tidak ada yang mustahil. Make yourself loveable! Maka si’dia’ akan datang menemukanmu.

Pertanyaannya: Bagaimana kita dapat menghadirkan perasaan tertarik itu?

Continue reading

Jadi…kapan saya boleh pacaran?

Ready or Not for Dating

# Kapan waktu yang tepat buat nge-date? Jangan terlalu cepat atau terlambat!

Spiritual Age. Kematangan Rohani.

Nonton via YouTube silahkan KLIK di sini 🙂

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya,” ucap Raja Salomo (Pengkhotbah 3:1).

Kita sudah sampai di akhir pembahasan Ready or Not for Dating. Kapan waktu yang terbaik untuk memasuki masa pacaran? Sangat tergantung dari kematangan seseorang. Nah, penutup dari serial ini adalah pembahasan tentang spiritual age atau kematangan rohani.

Spiritual Age merupakan kematangan terpenting dan sangat memengaruhi ke-tiga kematangan sebelumnya: kematangan intelektual, kematangan sosial dan kematangan emosi. Sungguh indah jika Anda mendapatkan seorang kekasih yang sudah matang secara rohani! Atau sembari membaca artikel ini, mari kita merefleksikan hidup dihadapan Tuhan, apakah saya sudah matang secara rohani?

 

Bagaimana mengukur kematangan rohani seseorang?

Kematangan rohani diukur dari hubungannya dengan Tuhan. Dapat dikatakan sebagai Identitas Rohani (Spiritual ID).

Di mata Tuhan hanya ada dua jenis orang:

Pertama, orang yang tidak mengalami keselamatan dari Tuhan Yesus.

Kedua, orang yang mengalami penebusan Tuhan Yesus sehingga seluruh dirinya diperbaiki, diperbaharui dan dipulihkan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Orang dunia yang tidak mengenal Kristus memiliki aturan dan nilai-nilai menurut dirinya sendiri saja. Mereka mengikuti keinginan daging. Dalam hatinya berkata: Okey banget punya satu pacar, dan sah-sah saja SATU lagi sebagai cadangan. Mobil aja ada ban serep, masa aku ga punya serep?” Yang lain berkata: ”Okey saja saya berselingkuh, asal ga ketahuan. Tidak apa-apa kok.”

Hanya orang yang telah ditebus Kristus yang memiliki Identitas Rohani yang baru. Ditandai dengan hadirnya Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus berkarya dan berdiam dalam diri orang yang menerima Kristus dan membersihkan hatinya dari dosa dan memperbaharui seluruh dimensi kehidupan. Cara berpikir, respon emosi dan cara berelasinya diurapi Tuhan, sehingga kehidupannya berbuah lebat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Spiritual ID sangat menentukan bagaimana seseorang menghadapi realita kehidupan. Menentukan values (nilai–nilai) yang harus dipegang misalnya:

Apakah boleh melakukan hubungan seks di luar nikah? So pasti saya ga boleh melakukan karena Tuhan melarang dan memandangnya sebagai perzinahan.

Apakah boleh selingkuh sekali-sekali asal ga ketahuan? Walau ga ketahuan, saya tahu mata Tuhan memandang seluruh bumi, tidak ada satupun yang luput dari-Nya. Maka, saya tidak akan melakukan hal tersebut karena saya takut akan Tuhan.

Jelas, orang yang telah menerima keselamatan seyogyanya mengikuti apa yang Tuhan mau, menuruti aturan dan nilai-nilai yang Tuhan tetapkan. Perjuangan anak-anak Tuhan sepanjang umurnya adalah dengan terus hidup di bawah kehendak Tuhan yang mulia. Karena, apa yang Tuhan rancang adalah yang terbaik bagi setiap orang yang mengasihi-Nya.

Apa saja ciri Kematangan Rohani? Continue reading