R1: Ruginya Pacaran di Masa SMA

Ready or Not for Dating 1:

Ruginya Pacaran di Masa SMA

Monday, May 5, 2014

Nonton via YouTube just klik di sini

 

Kapan sih waktu yang tepat untuk dating?

Raja Salomo mengungkapkan dalamPengkhotbah 3:1

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”

 

Untuk segala sesuatu ada waktunya, termasuk pacaran. Kalau nge-jomblo jangan lama-lama, bisa-bisa ketinggalan kereta. Begitu pula dilarang memasuki masa dating di usia terlalu muda. Ada banyak kerugian dan masalah yang ditimbulkan.

no kids date

Jadi…kapan waktu terbaik?

Berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan hasil riset dari beberapa bacaan, saya (Liana) mencatat sedikitnya empat (4) kerugian PACARAN di masa SMA:

1. Pergaulan jadi terbatas

Masa SMP dan SMA merupakan masa remaja. Sebagai remaja, senangnya berada bersama peer group. Saya juga… biasanya ketika pergantian jam pelajaran, guru belum masuk kelas, saya sering ketawa-ketiwi dengan teman-teman di depan dan belakang meja. Teman cewek juga cowok bergabung seru-seruan ngobrol. Juga jam istirahat, kami bergerombol. Asyik dan senang banget punya banyak teman, tapi masa indah itu tidak lama.

Di SMA kelas 1, saya “jadian” dengan cowok sekelas. Walau sekelas tapi jauhan letak duduknya. Saya tetap dengan kebiasaan lama, ngobrol-ngobrol di kelas, tapi sekarang jadi beda banget! Teman-temanku khususnya yang laki-laki mulai ngeri dengan tatapan tajam pacarku yang mengawasi dari kejauhan.

Ditambah, setiap jam istirahat, dia selalu di dekat-dekat saya… mmmphh C-D Cape Deh! (menghela nafas dalam-dalam).

Masa muda adalah waktu untuk bergaul seluas-luasnya. Menikmati masa friendship dengan teman sebanyak-banyaknya. Tapi malah dikekang pacar yang posesif!

2. Tidak ada space untuk mengembangkan diri

Masa remaja jelaslah masa pembentukan identitas. Di masa ini, harus menemukanminat pribadi, meraih prestasi akademis, men-discover talenta-talenta terpendam, memancarkan keindahan yang Tuhan tanam dalam keunikan setiap pribadi.Ini penting sekali! Niscaya apa yang disukai, berpotensi menjadi sesuatu yang akan dikerjakan seumur hidup nanti.

Kalau berpacaran, masih adakah waktu dan ruangan tersisa untuk diri? Kesempatan yang seharusnya dapat dipakai untuk mengenali diri, malah tersita untuk memikirkan pacar, memenuhi keinginannya, menemani dia, mencoba mengenal dan memahaminya.

Bagaimana bisa menemukan siapa diri, hobi, kesukaan, talenta, dan hal-hal lain yang harusnya dikembangkan? Waktu semua orang sama, cuma 24 jam sehari. Pacaran dini membuat penyingkapan Tuhan atas diri terhambat! Tahu-tahu masa remaja lewat begitu saja! Please deh, don’t waste your time…

3. Pacar cenderung menuntut

Karena sama-sama belum dewasa, maka pasangan akan saling menuntut.

Ciri-ciri pasangan yang immature, dapat diamati dari:

  1. Explosive Behaviour (Tingkah laku yang meledak-ledak  seakan menyatakan, “Biar seluruh dunia tahu kalau aku tidak suka!”)Contohnya: Temper gampang marah; Tantrum seperti anak kecil yang ngambek, merengek-rengkek; Mudah frustasi karena belum memiliki kemampuan menghadapi masalah; Tidak mau dikritik, saat diberi tahu sesuatu, langsung membela diri dengan agresif;Over sensitive; Moody; Cemburuan tanpa alasan yang jelas.Lihat pasangannya bercanda dengan lawan jenis, langsung saja cemburu, ngambek, berdiam diri berhari-hari. Telepon ga diangkat, SMS ndak dibalas, nulis statusnya di media sosial: “Ribut ama pacar.” 
  2. Sangat Dependent.Tidak bisa lepas sedikitpun dari kekasihnya. Baru pisah, udah SMS. Sebentaran lagi eh …nelponnanya: ”Gimana kabarnya? Lagi ngapain? Sudah makan belum? Sudah minum belum?” Mau pergi bareng teman, dia mau ikut. Nyantol terus kemanapun pasangan pergi. Bahkan acara keluarga pacarpun, ikut-ikutan.Sangat dependent, karena dia hanya merasakan happinessnya dari pasangan. Dia tidak dapat berdiri sendiri. Dia tidak punya hal-hal lain yang dapat membuat dirinya enjoy. Sangat menggantungkan diri kepada pasangannya untuk membahagiakan dia.
  3.  Demand Immediate Attention   Menuntut diperhatikan segera. Ketika menginginkan sesuatu, dia tidak bisa menunggu. Harus sekarang! Persis anak kecil. Keinginan harus buru-buru dipenuhi, ga bisa ditunda. Kalau tidak dikasih, dia akan melakukan hal-hal yang irasional.
  4. Egois  Selalu mau melakukan sesuatu berdasarkan caranya sendiri. Pacarnya harus masuk dalam dunianya. Peraturan dibuat menurut kebenaran subjektif. Pacaran harus begini ga boleh begitu. Ini itu ngatur semau dewe.Mencoba mengerti “Kenapa sih anak remaja egois?”Memang sebenarnya di masa remaja, dia sedang mengembangkan identitas. Identitas tumbuh dengan egonya yang kuat! Makanya anak remaja ingin menunjukkan siapakah dia. So waktu pacaran, ego yang baru berkembang dan belum stabil terbawa dalam gayanya berelasi. Masing-masing ngotot aku mau begini! Akhirnya terjadilah konflik untuk perkara-perkara yang tidak prinsipil. Orang dewasa akan tertawa terbahak-bahak saat mendengar konflik-konflik dalam percintaan dua anak remaja.

4. Mengalami konflik jiwa yang tidak perlu.

Misal: Sakit hati, perasaan cemburu, broken heart, putus cinta dan kepedihan-kepedihan lain yang semestinya tidak perlu dialami.

Anak-anak muda itu sedang senang-senangnya bereksplorasi dan bereksperimen. Saat pacaran, eh tahu-tahu melihat temannya menjalin hubungan dengan 2 orang sekaligus; Maka dia terdorong ingin mencobanya. Jadilah pacarnya sakit hati karena diduakan atau ditigakan! Jelas toh, mengalami konflik jiwa yang tidak perlu.

Remaja sangat mudah berubah, belum mapan. Hari ini bilang “I love you”, besok bilang, “I Hate Yooooouuuuuu!” Banyak anak muda yang putus cinta, jadi belum siap dan kehilangan akal sehat. Bagi mereka yang masih remaja, ini merupakan pukulan yang terlalu berat buat ditanggung. Jadinya stress! Ditambah pengaruh media-media sekarang ini. Mereka tidak dapat mengontrol pikiran, emosi dan tingkah lakunya, sampai terjadi tindakan-tindakan yang sangat irasional. Bahkan baru-baru ini ada yang membunuh ayah, ibu dan adik pacarnya gara-gara diputus.

Konflik jiwa begini jelas tidak perlu dialami saat masa muda. Masa muda seharusnya menjadi masa terindah. Mengapa menyusahkan diri dengan cepat-cepat memasuki masa pacaran?

Ini baru empat kerugian pacaran di usia belia, sebetulnya masih banyak lagi yang dapat ditambahkan dalam daftar ini. Mungkin Anda mau menambahkan daftarnya? Silahkan berikan comment di bawah kolom ini.

Nah, sekarang…berapa usia yang pas untuk pacaran?

Ada dua istilah yang akan kita pelajari: Getting Old dan Growing UP.

Hanya orang yang sudah dewasaGrowing Up” yang boleh memasuki masa dating.

Apakah umur dapat menjadi penanda kedewasaan seseorang? Jawabannya: Belum tentu.

Di manakah letak kedewasaan seseorang? Kedewasaan seseorang dilihat ketika dia mampu mangambil satu responsibility/tanggung jawab.

Bagaimana mengukur kedewasaan seseorang?

Ada 6 faktor yang akan kami bahas dalam 4 minggu pertemuan selama bulan Mei ini. Pada akhirnya Anda dapat menyimpulkan: Kapan masa yang tepat untuk pacaran berdasarkan ke-enam faktor ini.

Enam (6)ukuran kedewasaan itu adalah:

1. Kematangan usia (Chronological Age)

2. Kematangan fisik (Fisiological Age)

3. Kematangan intelektual (Intellectual Age)

4. Kematangan sosial (Social Age)

5. Kematangan emosi (Emotional Age)

6. Kematangan Rohani (Spiritual Age)

 

Chronological Age dan Fisiological Age

Poin ke-satu dan ke-dua, jelas di luar kemampuan manusia untuk mengaturnya. Maju terus, dan di luar kuasa manusia untuk menahannya. Secara usia, akan otomatis bertambah tua(getting old).Namun, saat getting old, apakah juga mengalami growing up?

Getting old semua orang pasti mengalaminya, growing up belum tentu!

Biasa orang melihat kedewasaan seseorang dari umur. Tapi tidak selamanya orang berumur adalah orang yang dewasa. Adakalanya seseorang yang berusia 20 tahun bisa lebih matang dibanding yang 30 tahun.

Secara fisik, baik pria maupun wanita menghadapi perubahan secara alami. Remaja usia antara 10 sampai 13 tahun pasti mengalami pubertas. Anak wanita menjadi seorang gadis saat mengalami menstruasi, yang laki-laki mulai mengalami mimpi basah. Namun, walau matang secara fisik, bukan berarti sudah dewasa dan lantas berhak memasuki masa-masa dating.

Berita gembira! Jika menemukan bahwa Anda ternyata belum dewasa , maka Anda dapat mulai untuk work it out. Ada faktor-faktor lain yang dapat dikendalikan, bisa ditumbuhkan dan mungkin dikembangkan, melalui empat faktor berikutnya.

Mari memasuki kematangan yang ketiga.

 Intelletual age (kematangan intelektual), meliputi tiga kemampuan, yaitu:

  1. Kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang tepat.Saya sedih sekali waktu mendengar ada anak umur 5 tahun meninggal karena loncat dari apartemen lantai 19. Anak ini terjun hanya karena tidak dipenuhi keinginannya. Si anak ingin nonton spiderman.Anak itu memang baru berusia 5 tahun. Jelas pemikirannya belum matang. Saat mengambil keputusan,dia melakukan tindakan yang tidak tepat. Dia mungkin berpikir kalau melompat gaya spiderman tidak kenapa-napa.

    Nah, orang yang umur intelektualnya matang, waktu bertindak, tindakannya akan lebih tepat. Makin matang intelektualnya, semua keputusannya akan makin tepat karena cakap mempertimbangkan semua kemungkinan.

    Termasuk saat menentukan pasangan hidup. Tingkat kesalahannya semakin berkurang, karena kemampuan intelektualnya bertambah. Dia sudah mulai dapat membandingkan. Semakin bisa melihat, kira-kira siapa dari teman wanitanya yang bisa cocok dan pas menurut pandangan orang tuanya.

    Kenapa harus mempertimbangkan orang tua? Orang tua sudah membesarkan Anda di masa lalu, masa pertimbangan mereka tidak diindahkan untuk masa depan kita?

     

  2. Kemampuan untuk berpikir atau mendapatkan pengetahuanDalam topik sebelumnya, kami pernah mengutip, “Orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi orang bijak mendengarkan nasihat.” Jadi seorang yang bijaksana, justru menyadari bahwa dirinya memerlukan masukan pengetahuan yang banyak supaya dapat hidup di jalur yang benar. Dia mencari berbagai resources,input, pemikiran-pemikiran, nasihat-nasihat dari orang lain.Pada akhirnya, berdasarkan informasi yang terkumpul, dia akan tahu pilihan yang the best. Kenapa pilihan-pilihan kita terkadang buruk? Karena kurang informasi, so tidak tahu bagaimana menentukan pilihan.

    Misal: Baru saja membeli Handphone. Tiba-tiba teman datang dan berkata,”Koq kamu beli HP ini? Barang ini jelek kualitasnya!” “Yahhhh, abis tidak ada yang kasih tahu sih…!”

    Lho…kenapa sebelumnya ga nanya-nanya dulu?

    Kala mengumpulkan informasi dan mendapatkan nasihat, Anda harus selektif karena tidak semua informasi tepat dan dijamin kebenarannya. Makin bertambah dewasa (grow up), makin dapat memilah informasi yang objektif.

     

  3. Kemampuan untuk menghadapi sesuatu secara efektif (beradaptasi dan belajar)Life is the series of problems. Masalah anak umur 12 tahun pasti beda dengan yang umur 20 tahun. Pribadi 20 tahun lain lagi problemnya dengan yang 30 tahun. Setiap tahap dalam hidup ada tantangannya sendiri.Seseorang yang mature saat menghadapi masalah, akan menganggapnya sebagai batu pijakan untuk memasuki tahapan selanjutnya. Melihat problem sebagai satu opportunity (kesempatan) untuk berkembang.

    Lain hal dengan yang hanya getting old, intelektual tidak bertumbuh dewasa. Saat masalah hadir, justru menenggelamkannya. Dia tidak memiliki kesiapan intelek untuk memenangkannya. Parahnya, saat tenggelam, bukan hanya hitungan minggu atau bulan, bahkan bisa bertahun-tahun! Saya telah melihat hal ini terjadi pada kehidupan banyak orang. Jelas, kematangan intellectual merupakan suatu hal yang sangat penting.

Intelligence dapat dikembangkan. Bagaimana mengembangkannya? Mari kita lihat dari apa saja yang mempengaruhi intelegensi seseorang.

Ada 2 jenis intellegence:

  1. Fluid intelligence(Integensi yang cair) Kenapa disebut cair? Berdasarkan penelitian di Amerika, jika orang pintar menikah dengan yang kurang – dalam kurun 10 tahun, yang pintar akan mengalami penurunan intelegensi. Sebaliknya, pasangan yang kurang pintar akan mengalami peningkatan intelegensi. Disebut cair karena sifatnya tidak tetap, dapat mengalami penurunan atau kenaikan. Menarik ya?Di sekolah, jika Anda bergaul dengan teman yang berprestasi, Anda pasti akan turut terdorong maksimal. Alkitab mencatat, “Bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, berteman dengan orang bebal malanglah hidupmu.” Berteman dengan orang bebal, pembicaraan dan tindakan tidak menstimulasi pertumbuhan intelektual. Sebaliknya mengalami degradasi. Apalagi kalau diajak minum minuman keras, atau kecanduan narkoba, pastinya dampak minuman dan obat-obatan itu akan melumpuhkan sel-sel otak!
  2. Crystalized Intelligence (Intelegensia yang mengkristal)Intellegensi mengkristal melalui pengalaman hidup. Misal: Bandingkan anak A dan Anak B. Si A disekolahkan di sekolah yang terkenal, sedangkan B di sekolah yang biasa-biasa saja. Namun B sejak sekolah SD sudah biasa membantu orang tuanya berdagang, maka saat lulus sekolah, si B lebih pandai berdagang dibanding si A.Di masa pacaran, Pak Khui Fa pernah berkata pada saya, “Kamu harus merenungkan hidupmu. Mengerti apa yang terjadi setiap hari, belajar memahaminya sehingga pengalaman hidup dapat mengkristal!” Kalau tidak demikian, maka hari-hari hanya berlalu begitu saja, tanpa pernah belajar sesuatu.

    Tuhan memberi hidup pasti ada maksudnya. Yang baik dan indah baiklah mengulangi kembalikarena mendatangkan sukacita. Yang buruk? Menyedihkan! Jangan sampai terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali. Tak pantas kesalahan yang sama dibuat berulang kali.

    Berdoalah,”Tuhan, terimakasih untuk pengalaman ini. Pimpin saya agar pengalaman yang kuhadapi sekarang ini dapat membentuk kehidupan saya lebih baik lagi.” Itulah yang disebut kristalisasi, bukan hanya sekedar MENGALAMI tapi MEMAHAMI. Seperti kristal mempunyai banyak sisi, hidup juga terdiri dari kekayaan dimensi.

    Bersaman-Nya, buatlah semua dimensi yang ada menjadi indah, cerah, bersinar sehingga menarik.

Bagaimana supaya seseorang bisa memiliki kekayaan dimensi hidup? Ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum memasuki masa-masa berpacaran:

  1. Berkenalan dengan duniaPeranan orang tua sangat penting. Memperkenalkan anaknya dengan dunia. Maksudnya adalah mengajak anak mengenal keragaman dan keindahan dunia yang Tuhan ciptakan bagi manusia. Memperkenalkan sesuai dengan porsi perkembangan usia anak.Misalnya pendidikan seks, harus diajarkan sejak anak mengerti bahasa. Perlahan-lahan dijelaskan sesuai dengan perkembangan pemikirannya.

    jawabnya.

    Nah, orang yang demikian tidak menyenangkan bukan? Tidak berani mencoba hal-hal baru yang tidak pernah diketahuinya. Susah kalau punya pacar seperti ini. Nanti kalau menikah pasti juga mengisolasi hidup. Hidup jadi membosankan dan tidak menarik!

    Padahal dunia begitu luas, indah dan berwarna-warni. Sebelum memasuki masa dating, seyogyanya berkenalan dengan dunia. Maksudnya memahami banyak hal, menelusuri banyak dimensi dalam hidup.

    Jangan sampai masuk masa pacaran, tetapi pengetahuan tentang dunia begitu sempit. Ketika seseorang hidupnya hanya dihabiskan untuk main game, ketika pacaran, dia akan mengajak pacarnya bermain games saja. Tanpa mengenal aktivitas yang lain. Pacaran? Boring banget!

  2. Bisa berperan dalam dunia   Berperan terkait fungsi bagi masyarakat selama hidup di dunia. Apa panggilan Tuhan untuk diriku? SMA duludibagi 3 jurusan: A1 (matematika), A2(Biologi), A3(IPS).

Pilihan ini menentukan masa depan. Dalam masa pembentukan identitas, pahamilah saya akan jadi apa kelak.

Jangan sampai pas sudah menikah, masih belum menemukan panggilan Tuhan dalam hidup. Ini akan menjadi masalah yang berakumulasi.  Saya pernah bertemu seorang suami. Setelah 10 tahun menikah, dia masih berpindah-pindah pekerjaan. Pekerjaan hanya sesuatu yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun dia belum menemukan passion dan panggilan Tuhan baginya. Dia tidak mahfum apa sesungguhnya peranan yang Tuhan mau baginya. Dia tidak menyukai pekerjaannya, tapi harus terus mencari nafkah sambil berkeluh-kesah.

Karena itu, pergunakan masa remaja sebagai masa pencarian diri baik-baik. Jangan buru-buru pacaran, tapi temukan dulu peranan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan.

Jika ini terjadi, niscaya ketika memasuki dunia pekerjaan, Anda benar-benar enjoy dan menjadi berkat. Tuhan yang membangkitkan politikus hebat, yang sungguh-sungguh memikirkan kesejahteraan rakyat. Tuhan yang membangkitkan pedagang pintar, yang memikirkan bagaimana suatu barang yang baik bisa didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia supaya rakyat menikmati hal yang baik. Tuhan yang membangkitkan petani, nelayan, dokter, akuntan, pelukis, arsitek, apoteker, guru, hamba Tuhan, penyiar, wartawan, ahli musik, seniman, designer….dan banyak lagi.

3. Mendapatkan model dan teladan

Setiap orang memerlukan model dalam bertingkah laku. Perlu teladan bagaimana merespon sesuatu dengan benar. Model ini seharusnya peran orang tua. Bagaimana orang tua menunjukkan kasihnya satu sama lain. Bagaimana mereka mengatasi konflik yang dihadapi. Umpama ketika orang tua bertengkar dan sang ibu bertahan marah berhari-hari. Jangan pikir anak tidak tahu. Mereka merekam semuanya.

Suatu hari, jika si anak berpacaran, dengan spontan dia akan bertingkah laku sama kepada pacarnya. Dia bisa mendiamkan kekasihnya berhari-hari jika bertengkar.

Sungguh penting melihat bagaimana pacar bersikap terhadap keluarganya. Ini akan mencerminkan bagaimana sikapnya pada Anda nantinya.

Yang menjadi model dan teladan kita adalah Tuhan Yesus. Dialah teladan yang sempurna. Pelajarilah prinsip-prinsip kebenaran melalui Firman-Nya dan taatilah teladanNya.

 

To be continued ke Kematangan Emosi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements
2 Comments

2 thoughts on “R1: Ruginya Pacaran di Masa SMA

  1. Pingback: Asking Someone Out: Apa sih kesulitannya? | Dating INSIGHT

  2. Pingback: Alasan dia naksir sama kamu | Dating INSIGHT

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s