G1: Cari dahulu Kerajaan Allah

God’s Will in Dating (masa pacaran): Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Senin, 10 Maret 2014

T3: Timeless Words of God, Transparent Life of The Speakers (Ev.Chang Khui Fa dan Liana) & Definitely Will Transformed Your Life.

Mau lihat pembahasan ini via youtube? Silahkan klik link ini. 

Siaran kami biasanya diawali dengan doa bersama, ada baiknya Anda berdoa dulu sebelum melanjutkan membaca.

Mari kita mulai, pertanyaan apa yang sering ditanyakan anak-anak Tuhan? “Apa sih kehendak Tuhan bagiku?” atau bagi Anda yang mungkin sedang mencari pasangan hidup, “Siapa atau seperti apa sih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan?”

Karena pertanyaannya adalah Kehendak Tuhan, mari kita langsung aja melihat jawabannya pada Firman Tuhan.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Kata “carilah” menimbulkan sebuah pertanyaan dalam benak saya. “Apa sih yang kita cari dalam hidup ini?” So pasti banyak banget! Di bursa kerja tidak pernah kurang orang yang mencari pekerjaan, setiap hari orang mencari kekayaan, banyak juga yang mencari makanan sehingga marak kuliner dimana-mana. Dengan maraknya aplikasi jaringan sosial tidak sedikit pula yang mencari ketenaran dari yang namanya narsis sampai selfie. Banyak pula ibu-ibu rumah tangga yang searching barang-barang diskon. Secara khusus yang kita diskusikan adalah bagi para insan muda: Mencari pasangan hidup.

Nah, bagi setiap orang yang sedang mencari pasangan hidup (pacar). Apa pesan Tuhan bagi Anda?

Firman Tuhan mengatakan, …tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-NYA.

Apa arti dari Firman Tuhan ini?

Matius 6:33, dalam bahasa Inggrisnya “Seek ye first the Kingdom of GOD and HIS righteousness

Kata “seek” ditulis dengan menggunakan bentuk present tense, yang artinya sekarang, saat ini, this time, right now

Seek  juga berarti Actively pursue, secara aktif mengejar. Apa sih yang kita kejar?

Perhatikan kata “first” yang berarti pertama, menunjukkan prioritas utama. Contohnya di bank sekarang ada yang namanya nasabah prioritas. Ga perlu ngantri, tapi selalu didahulukan, dipentingkan.

Nah, mencari apa? Memprioritaskan siapa?

Tuhan Yesus melanjutkan Firman-Nya dengan kata the Kingdom of God and HIS righteousness. Mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Bagaimana kita tahu bahwa kita sedang dalam pencarian tersebut? Bicara soal kerajaan pasti ada rajanya. Kerajaan Allah, siapa Rajanya? Rajanya adalah Allah yang juga telah menjadi manusia dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus. Nah, apakah Tuhan Allah telah menjadi Raja dalam hatimu?

Sebagai anak Tuhan, pasti ada moment dimana kita pernah menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat pribadi, tapi tidak berhenti di situ saja. Tidak hanya menerima Kristus, tetapi setiap hari harus tak henti-henti mencari Dia!

Firman Allah menegaskan dalam Yeremia 29:13: “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku. Apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberikan kamu menemukan Aku.”

Jadi, Tuhan ingin dicari, dan DIA memberikan janji, bahwa kita pasti bisa menemukan-Nya. Sungguh luar biasa! Jika kita boleh bertemu Allah pencipta langit dan bumi! Yang kita yakini Allah telah turun ke dalam dunia dalam diri Yesus Kristus, terlebih DIA rela ditemukan oleh kita, bahkan Sang Khalik berjanji: Aku akan memberikan kamu menemukan Aku.

Tahu dari mana kita sedang mencari Dia? Ada sebuah kutipan yang menginspirasi saya, dari seorang theolog bernama Sinclair B. Ferguson yang berkata,”The point contact between God’s revealed will and my personal obedience and walk in His will for my own life lies in my heart”. Terjemahan bebasnya kira-kira: Titik temu antara kehendak Tuhan dan ketaatan saya untuk berjalan dalam kehendak-Nya itu terletak dalam hatiku (GARAM & TERANG for Youth: Road to Transformation hal. 55).

Apakah ada kecenderungan dalam hati Anda untuk mencari Tuhan? Misalnya pas baru bangun tidur, apa yang pertama-tama dipikirkan? Kalau seorang ibu rumah tangga, biasanya begitu sadar langsung berpikir: Masak apa ya hari ini? Seorang pekerja, akan serta-merta terbayang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Bagaimana dengan mahasiswa? Dalam benaknya pasti ada serentetan tugas yang hampir deadline, bahan ujian yang harus dihafalin dan dipelajari; atau di tengah maraknya FB, begitu bangun up-date status dulu ahhhhh…

Kita harus belajar untuk melatih pikiran, men”set” hati, begitu bangun lantas ingat Tuhan, berdoa,”Tuhan, terimakasih bisa bangun pagi ini. Apa yang Tuhan mau untuk saya kerjakan dalam hidup saya hari ini?” Kebiasaan seperti ini perlu terus-menerus dilatih.

Pada saat di gereja, apa Anda betul-betul berkonsentrasi kepada Tuhan? Apakah hati dan pikiran ada bersama-sama dengan tubuh yang sedang duduk di ruang ibadah? Atau terpisah… ternyata pikiran dan hati sedang melanglang buana entah kemana…

Mencari Kerajaan Allah berbicara tentang kecondongan hati pada Allah. Allah yang menjadi prioritas dalam menentukan setiap keputusan hidup, Allah ada dalam segala aspek dan dimensi kehidupan. Allah adalah fokus utama kehidupan. Apa yang Dia mau? Apa yang Dia kehendaki? Apa yang Dia pikirkan? Jika Anda melatih diri untuk memprioritaskan Allah, jelas kebenaran Firman Allah akan memimpin pikiran, bertahta dalam hati dan mempengaruhi perbuatan anak-anak Allah.

Kami sudah mengalaminya…

Saya (Ev. Chang Khui Fa) pernah mengalami saat gamang dalam hidup. Ayah meninggal saat saya baru berusia 13 tahun (kelas 1 SMP). Baru saja menginjak bangku kuliah, eh…mama juga meninggal. Dalam masa-masa seperti itu, sebagai anak muda, saya mencoba menatap masa depan…rasanya gamang sekali. Ada rasa takut, khawatir, ketidakjelasan di sana-sini, pastinya ada kegelisahan yang besar dalam hati.

Puji Tuhan! Dalam situasi yang seperti itu, saya bertemu Yesus. Firman-Nya kerap kubaca, salah satunya: Matius 6:33. Ayat itu menjadi pegangan hidup saya. Apa aplikasinya dalam hidupku? Kala kesulitan hidup mendera… rasanya saya tambah kuatir, tapi saya belajar untuk  membawa segalanya kepada Tuhan, menyatakan di dalam doa. Saya belajar bahwa Tuhanlah satu-satunya sandaran saya.

Saya mengingat masa-masa pemuda (usia 19-25 tahun), ketika itu pemuda sebaya biasanya menghabiskan malam minggu dengan pergi ke mall. Kalau saya selalu menghabiskan waktu dengan pergi ke gereja. Di gereja saya ikut KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Dalam KTB, Firman Tuhan dibahas dan diaplikasikan bersama-sama dengan beberapa teman dalam kelompok. Apa sih yang dibahas? Bagaimana berdoa, apa arti melayani Tuhan, seperti apa memberikan persembahan kepada Tuhan dll.

Minggu demi minggu saya lewati… sambil terus belajar meyakini kebenaran Firman Tuhan sebagai satu-satunya pegangan dalam hidupku. Saya tidak putus-putusnya memilih untuk memprioritaskan Tuhan dalam hidup.

Liana juga mempunyai kisahnya sendiri. Begini kisahnya:

Diusia 12 tahun, kami sekeluarga pindah dari Jakarta ke Bekasi. Jarak Jakarta – Bekasi waktu itu adalah dua jam perjalanan. Sekolah masih di Jakarta, Gereja juga. Pulang sekolah biasanya saya harus cepat-cepat pulang, jelas kalau tambah sore bakal kena macet bahkan tidak bisa naik bis yang penuh melulu. Beraktifitas di gereja juga susah.

Memasuki dewasa muda, saya rindu mengenal Tuhan lebih lagi. Saya berdoa,“Tuhan saya tahu ada KTB setiap malam minggu di sebuah gereja di Jakarta, saya ingin sekali ikut. Kalo boleh…saya pengen pindah rumah supaya bisa dekat gereja.” Apa yang Tuhan perbuat? Saya belajar mengenal Tuhan yang hidup. Permohonan yang kelihatannya tidak mungkin, tapi Dia memberikan seperti yang kuminta. Kami balik ke Jakarta waktu saya kuliah tingkat 1!

Sejak pindah rumah, tak pernah kulupakan janji yang telah kunyatakan pada Tuhan. Saya harus ikut KTB!

Eh, satu kendala yang menghadang adalah “pacar”. Dia selalu mengajak saya pergi malam minggu, nonton, ke mal, jalan-jalan ….Saya ajak ikut KTB, tidak mau. Tapi, tekad saya bulat, janji adalah janji. Apalagi janji ke Tuhan…saya tidak berani mengingkari. Apapun resikonya, saya akan bayar. Dia ingin memberikan jauh lebih baik dari apa yang pernah saya pikirkan…Saya percaya, Tuhan menantikan ketaatan saya.

Si “pacar” yang melarang ke gereja, ternyata bukan pria setia. Dia memilih mengisi malam minggunya dengan wanita lain. Bayangkan kalau itu terjadi di dalam pernikahan??????

Sakit hati, broken heart… semua saya lalui bersama Tuhan. Teman-teman dan pembimbing KTB, semua memberikan dukungan yang luar biasa. Mereka menguatkan iman saya.

Kemudian…di gereja tersebut, bertemulah saya dengan seorang pria yang sungguh mencintai Tuhan. Diapun rutin KTB saban minggu, bahkan saat itu dia baru saja menjadi pemimpin kelompok. Dalam pertemuan KTB dia suka sekali bertanya akan firman Tuhan. Terlebih dia berhasil juga dalam karirnya, plus seorang yang benar-benar menyenangkan….dia membuat saya jatuh cinta.

Sudah 14 tahun kami menikah sampai hari ini, …saya masih selalu mengucap syukur pada Tuhan. Dia membuktikan janji-Nya lagi: Carilah dahulu kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu!

Demikian kisah kami berdua.

Ditengah-tengah pencarian akan Tuhan dengan segenap hati, tidak selalu jalan lancar yang dihadapi. Ada kalanya lembah kelampun harus dilalui. Misalnya putus cinta. ”Ngomong-ngomong putus cinta, saya bertemu dengan beberapa orang yang mengalaminya.” Mereka tiba-tiba “galau.” Timbul ketakutan atau keraguan dalam pikiran,“Apa mungkin saya mendapatkan si dia yang lebih baik dari pasangan saya sebelumnya?” Ditambah rasa percaya diri yang terjun bebas akibat diputusin.

Pesan saya bagi saudara-saudara yang pernah merasakan cinta atau mungkin baru saja putus cinta, jangan menjadi “galau” melainkan: PUT YOUR TRUST IN GOD! Tuhan ingin Anda senantiasa mencari Dia terlebih dulu. Jika Anda melakukannya, maka rencana-Nya yang indah akan dianugerahkan kepadamu. Mungkin Anda sedang mengalami masa-masa yang sulit, tidak apa-apa…karena dalam hidup pasti ada puncak gunung dan lembah kelam. Tetapi bersama Tuhan, dalam situasi apapun dalam hidupmu, Anda boleh merasa tenang karena berada dalam tangan Tuhan yang kuat.

Tuhan sumber segala kebaikan, hal-hal yang baik pasti akan dianugerahkan kepadamu. Amin!

But seek first His kingdom and His righteousness, and all these things will be given to you as well. Matthew 6: 33 (NIV).

Dating Insight Cari dahulu kerajaan Allah

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s