A2: Alasan si dia Naksir kamu

Dating INSIGHT A2

Asking Someone Out: Alasan Si Dia Naksir Kamu

Nonton dan Subscribe via YouTube Silahkan KLIK di sini

 

Kejadian 2:21-25 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

 

Bayangkan seperti apa reaksi Adam pas melihat Hawa? So pasti kegembiraannyameluap-luap! Perasaannya berbunga-bunga! So, dengan antusiasdan semangat ia berpuisi, “Inilah dia… tulang dari tulangku dan daging dari dagingku!”

Kilas balik beberapa tahun yang lalu mengingat pertemuan kami (Khui Fa dan Liana), rasanya ruarrrr biasaaaa! Kami sangat antusias karena dapat bersua dengan seseorang yang tepat. Seorang yang membuat hidup tambah seru. Bertemu, berjuta rasanya; berpisah rindunya setengah mati. Waktu tidur saja bisa senyam-senyum sendiri, bukan gila tapi senang bangeeeet!

But, yang jadi persoalan: Bagaimana jika si dia nun jauh di sana? Apa daya bila ku tak mampu menggapainya? Apakah cinta dapat bersemi jika si dia tak dapat kuraih?

Bukan itu aja masalahnya, pelik juga menentukan: Siapa “someone” (yang berarti the one and only)? Pribadi satu-satunya dimana saya mau menghabiskan tahun-tahun hidup bersamanya.

he loves me

Nah, beberapa masalah klasik yang kerap dialami muda-mudi sejak dulu sampai sekarang, misalnya:

Bagaimana kalau saya tertarik dengan beberapa orang? Si A saya suka, orangnya baik. Si B, orangnya ganteng. Si C pinter, saya naksir juga. Wah, jadi pusing harus pilih yang mana. Ada kesadaran, bahwa relasi ini akan menjadi relasi seumur hidup, makanya jadi bingung. Pilihan harus satu saja.

Pastinya kita tidak ingin menjalani hidup dengan orang yang salah. Takut ada penyesalan di kemudian hari. Apalagi dengan kondisi perceraian di dunia yang meroket tajam tiap tahun.

Mirip tapi tak sama dengan problem pertama tadi. Bagaimana kalau ditaksir oleh beberapa orang? Lumayan sih…karena bisa memilih satu yang terbaik. Namun yang menjadi kendala adalah bagaimana cara memilihnya? Semuanya kelihatan ada kelebihan juga kekurangan masing-masing. Yang mana yang paling cocok denganku?

Cinta tiga sampai empat arah yang bikin kepala pusing. Saya suka dia, namun dia mencintai yang lain. Di saat yang sama, ada seseorang yang menyatakan cinta pada saya, tetapi terus terang saya sama sekali tidak tertarik padanya. Pilih mana: kejar dia yang kucinta atau menerima saja cinta dari yang tidak kusuka? Weleh…weleh…

Yang paling sulit: Tidak bisa pilih-pilih. Kenapa? Karena tidak ada yang suka sama saya. Nah LOH! Jangan Galau! Dating INSIGHT menghadirkan konsep pikir yang komprehensif. Di dalam Tuhan, tidak ada yang mustahil. Make yourself loveable! Maka si’dia’ akan datang menemukanmu.

 

Pertanyaannya: Bagaimana kita dapat menghadirkan perasaan tertarik itu?

Menurut teori ketertarikan, ada beberapa hal yang dapat membuat si dia naksir kamu: reason to love

  1. Penampilan (Appearance)
  2. Persamaan (Similarity)
  3. Saling melengkapi (Complimentary)
  4. Kompetensi/Prestasi (Competency)
  5. Kedekatan (Proximity)

 

1. Penampilan (Appearance)

Ini murni secara physical. Tuhan menciptakan 2 gender: pria dan wanita. Pria tampillah sebagai pria, wanita tampillah sebagai wanita. Maksudnya apa? Maksudnya dalam cara berbicara, body language, gaya, ketegasan, cara berpikir haruslah sesuai dengan gender yang dimiliki. Ini jangan dibolak-balik.

Pria jangan tampil kewanita-wanitaan, sebaliknya wanita juga jangan tomboi. Di sebuah Mall di Jakarta, sehabis belanja dengan kereta dorong yang penuh, kami ingin cepat-cepat ke mobil. Karena bingung arah menuju parkiran, kami celingak-celinguk mencari orang untuk bertanya. Tahu-tahu kami melihat ada seorang pria, berdiri tegap dan berpenampilan gagah di depan sebuah toko. Tanpa segan kami langsung bertanya padanya,”Mas, mas kalau mau ke tempat parkir ke arah mana ya? Ke sana atau ke situ?” Begitu terkejutnya kami ketika mendengar pria itu menjawab.”Ooooo, ke situ mas…”sambil menggerakkan jari tangannya dengan lentik dan nada yang kemayu. Sepertinya hari-hari gini makin banyak saja pria yang tampil feminin.

Apprearance: jangan hanya dari postur badan saja, tapi pertegaslah dengan tingkah laku sesuai gender anda. Wanita akan tertarik pada pria yang maskulin; Pria tertarik dengan wanita yang feminin. Begitulah Tuhan mengaturnya. Intinya, jangan sampai kita sendiri yang menghalangi orang lain untuk tertarik kepada diri kita.

Maskulin dan Feminin, penampilannya dapat bervariasi. Setiap manusia unik dan berbeda karenanya pilihan seorang dengan yang lainpun pasti berbeda. Ini disebut preferensi atau kecenderungan kesukaan. Apa yang buat saya menarik belum tentu bagi yang lain.

Liana misalnya, bagi dia, seorang pria yang menarik haruslah memiliki ciri-ciri alis tebal, ada jambang dipinggir telinga, ada titik-titik jejak kumis dan jenggot tapi tidak jenggotan atau berewokan, berperawakan atletis dan jelas harus lebih tinggi dari dirinya. “Ya seperti Pak Chang Khui Fa inilah,” ujar Liana sambil nyengir.

Bagi wanita lain, ciri-ciri yang disukai Liana, belum tentu sama. Preferensi tidak dapat dipaksakan, tiap-tiap orang memiliki kesukaan yang berbeda.

Chang Khui Fa juga mempunyai preferensinya sendiri. Dari sejak remaja, kalau naksir cewek, selalu yang berambut panjang dan kulit putih. Kriterianya cocok ada pada diri Liana. Pastinya Ini sangat subjektif dan menjadi hak pilih masing-masing.

Yang penting adalah tampillah sebaik mungkin menurut keunikan diri. Jika terlahir dengan mata sipit tanpa lepitan, ya gak perlu diubah-ubah. Bentuk muka lebar, ga usah di oval-ovalin. Jangan mengubah diri untuk mengikuti gaya dan trend tertentu. Nanti malah jadi aneh.

Ada seorang teman di masa kuliah, tubuhnya gemuk berisi alias sintal. Pernah suatu waktu, karena udah akrab, saya bicara padanya, “Kamu diet dong biar lebih langsing.” Eh…dia malah bilang,”Wah, jangan! Udah dari sononya begini dan pacarku justru suka karena penampilanku ini. Dia gak suka yang langsing.”

O…saya baru sadar akan adanya preferensi. Tidak semua orang sama. Sebagai teman, saya senang, karena dia mengenal dan menerima dirinya, tau apa yang menarik, dan bangga menjadi dirinya sendiri.

Tampil apa adanya bukan tampil sembarangan. Yang berambut panjang, rambut harus dirawat, nampak rapih dan bersih. Jangan acak-acakan. Yang mau tampil dengan rambut pendek supaya dapat bergerak aktif ga kepanasan, tampillah sesuai bentuk wajah dan feminine.

Tubuh adalah bait Allah, artinya kita bertanggung jawab menjaga dan merawat tubuh ini. Pada saat orang melihat diri kita, merekapun dapat memuji Tuhan, karena kita tampil menarik dan tidak berlebihan.

Tertarik pada penampilan lahiriah sangatlah umum, tetapi bukan yang utama. Masih ada hal-hal penting lainnya yang dapat bikin si dia naksir.

2. Persamaan (Similarity)

Adanya kesamaan yang menjadi magnet bagi lawan jenis. Ada kesamaan yang sifatnya natural maksudnya tanpa harus dicreate memang tertarik (interest) terhadap sesuatu hal yang sama. Contoh: sama-sama suka bola. Ketika si wanita diajak ngobrol tentang bola, ternyata bisa menimpali. Jelas menjadi daya tarik tersendiri, “Wah ini cewe boleh juga, bisa ngerti tentang bola.”Kalau bicara tentang piala dunia yang sedang diperebutkan sekarang ini, wah langsung nyambung gak habis-habis. Nonton bareng-bareng, serunya sama-sama.

Jika tidak ada similarity, si pria seru-serunya ngomongin bola, eh jadi lesu…karena si gadis ndak tahu apa-apa tentang bola. Percakapan tentang bola tidak bisa berkembang lebih jauh. Wanita ini hanya bengong tidak bisa menimpali. Akhirnya, si wanita jadi kurang menarik di mata si pria.

Kesamaan bisa dalam berbagai hal. Banyak sekali hal menarik di dunia ini. Misalnya, sama-sama pencinta alam: suka hiking, naik gunung, camping, mancing ke danau, atau suka jenis musik tertentu, ada juga yang sama-sama suka kuliner; apa saja bisa jadi kesamaan.

Kabar gembira buat Anda: Kesamaan juga dapat diusahakan. Sebenarnya, ketika kita mencoba asking someone out, similarity dapat diciptakan. Coba kenali apa yang menjadi kesukaan orang yang kita taksir. Hal itu dapat menjadi topik pembicaraan untuk membuat kita menjadi lebih dekat.

Sebagai wanita, saat suka seseorang, tidak bisa kamu langsung menghampiri orang itu lalumengatakan, ”Aku suka padamu! Yuk kita pergi bareng! ” Wah…seribu cowok didekati dengan cara begini, pasti langsung ambil langkah seribu. Terlalu agresif!

 

Bagaimana dong supaya bisa deketin si pria tanpa agresifitas yang terlihat? Ini pengalaman Liana yang menggunakan similarity. Mencoba mencari tau kesukaan si dia, dan terjun mendalami hal itu. Ini juga merupakan modal untuk mengenali apakah nantinya kesukaan ini bisa dihidupi. Bayangkan kalau sampai menikah seumur hidup, sedang kesukaan dia tidak saya sukai, bisa gawat.

Lacak punya lacak, saya tahu Khui Fa suka fitness. Karena itu, saat teman-teman mengajak untuk join, langsung aja saya iyakan karena saya tahu cowok yang kutaksir, fitness di sana juga. Untung harganya promo, so bias bayar pakai uang jajan. Anggap saja biaya investasi, untuk menciptakan konteks pendekatan. Ada Mission Impossible. Investasi itu, saya pergunakan baik-baik. Melalui kegiatan fitness bersama, saya mencoba mengenali lingkungan pergaulannya, seperti apa teman-temannya? Apakah saya bisa fit in dengan mereka juga? Seperti apa dia di luar gereja? Penting sekali untuk bisa menyadari dimensi lain kehidupannya sehingga bisa mendapatkan gambaran menyeluruh dari dirinya. Tidak boleh terjadi dalam hidupku peribahasa “Seperti membeli kucing dalam karung”. If tidak mengenalnya benar-benar, tapi keburu jatuh cinta dan menikah, akibatnya bisa menderita seumur hidup.

Similarity dalam hal pendidikan juga menjadi suatu kesempatan untuk pendekatan. Banyak contohnya: seorang dokter menikah dengan dokter juga, seorang arsitek naksir dengan arsitek juga, kesamaan pendidikan bisa menjadi daya tarik.

Saat Liana masih kuliah jurusan Akuntansi semester 5, Khui Fa sudah bekerja sebagai auditor di sebuah Kantor Akuntan Public (KAP) KPMG. Masa itu, KPMG termasuk dalam the big five KAP Internasional.

Bangga rasanya bisa kenal dengan senior yang sudah exist di bidangnya. Saya juga menargetkan setelah lulus akan melamar kerja di sana.

Kakak perempuan saya (Liana) baru saja diwisuda, so sedang seru-serunya mencari kerja.

Saya tanya,”Mau coba masuk KAP ga? Saya kenal Khui Fa.” Saya pikir, sekaligus sebagai peluang, supaya bisa menelepon si’dia’ tanya ini itu di kantornya.

Ternyata ‘dia’ sedang keluar kantor, jadi saya titipkan nomor telepon ke kantornya supaya di call back. Inilah konteks mulainya telepon-teleponan pertama kami. Saya memberikan nomor telepon saya tanpa dia minta dan terbukalah kesempatan buat Khui Fa bisa menelepon saya.

Yuk, temukan similarity dengan orang yang kamu taksir…lalu mulailah bertindak.

 

3. Saling melengkapi (Complimentary)

Perbedaan-perbedaan yang saling melengkapi. Aneh bin nyata. Cinta jelas sesuatu yang misterius. Seakan ada suatu bagian yang hilang pada diri kita, dan pada saat bertemu si dia; kita menemukan bagian yang hilang itu. Ada keinginan mendapatkannya, merengkuhnya dan memilikinya untuk selamanya sebagai bagian hidupku, karena bersama dia, aku merasa sempurna (complete). I found my missing piece in you. So sweeeeettttttt….

Sungguh misterius, terjadi secara unconscious (tidak disadari). Tidak dapat dijelaskan, tetapi menjadi bagian dari rasa ketertarikan. Misalnya: orang yang bawel tertarik dengan orang yang lebih pendiam. Orang yang ekstrovert tertarik dengan yang introvert. Orang yang senang di rumah, bisa tertarik dengan orang yang suka berpetualang. Bagaimana perbedaan personality bisa menjadi daya tarik dan sekaligus pemicu konflik di kemudian hari? Hal ini bisa sudah dibahas dalam seri Am I the Perfect Candidate (Baca: Perfect in God’s Design).

Kenapa dulu saya bisa tertarik pada Khui Fa? Secara personality, kami sangat berbeda. Saya termasuk orang yang sulit mengambil keputusan, peragu, pemalu, tidak berani ‘vocal’ kalau tidak setuju; begitu melihat Khui Fa yang 180 derajat berbeda, ”Wow, he is so great! Who is he? I like him. ”pikirku langsung dalam hati.

Saya melihat dia begitu tegas, berani mengambil keputusan, berani menjawab, berani mengutarakan ketidaksetujuannya dengan sopan dan jelas di hadapan orang banyak. Seorang leader yang berkharisma dan disegani teman-temannya. Supel, hangat dan menyenangkan kepribadiannya. Seperti itulah kesan pertama dari pengamatan saya terhadap dirinya.

Itulah yang aneh tapi nyata. Justru perbedaanlah yang membuat dia begitu menarik bagi saya.

Harus dicatat, perbedaan memang indah, namun jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber permasalahan kelak. Kami pun tak luput dalam hal ini. Ketegasannya yang menarik, menjadi masalah utama di awal masa pernikahan kami. Keragu-raguan saya menjadi sumber konflik.

Tapi tak perlu terlalu kuatir, perbedaan akan menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam pernikahan jika berhasil dipadukan dengan baik. Menjadi keindahan luar biasa. Seperti kata Pengkotbah 9:9 Nikmatilah hidup dengan isteri masa mudamu seumur hidup yang diberikan Tuhan kepadamu. Inilah kekuatan pernikahan kami: Mengelola perbedaan menjadi sumber kekuatan.

Hasilnya, menikmati pernikahan sebagai anugrah Tuhan.

 

4. Kompetensi/Prestasi (Competency)

Kompeten! Istilah ini sering muncul. Kompeten adalah mampu membuktikan diri di bidangnya.

Saat SMA, pemain basket yang paling banyak masukin bola, pasti jadi perhatian teman-temannya. Anak cowok di sekolah yang jago MAFIA (matematika, fisika, kimia) sering kali dikerumuni gadis-gadis yang minta diajarin pelajaran itu. Walau secara appearance tidak seganteng Justin Bieber, tapi jadi menarik karena kompetensinya.

Ada orang yang mungkin dari segi penampilannya kurang menarik, tetapi saat dia bicara, dari mulutnya keluar kata-kata yang memberikan penghiburan, berintegritas, dan memiliki kekuatan.

Kompetensi termasuk jago bermain alat musik. Sungguh menarik melihat seseorang yang dapat memainkan alat musik hingga mengeluarkan melodi dan harmoni nada yang mengalun memanjakan telinga. Ada lagi orang yang piawai bermain gitar, ketika memetik senar-senarnya, seperti membius orang-orang yang mendengar.Indahnya musik yang dimainkan membuat pemainnya begitu menarik hati.

Kompetensi menimbulkan kekaguman, dari rasa kagum timbul keinginan untuk dapat mengenal lebih dalam, dan bukan mustahil dapat berkembang pula perasaan cinta yang bikin jatuh (jatuh cinta maksudnya).

Pesan untuk pemuda-pemudi: Temukanlah talenta yang Tuhan beri padamu! Jadilah orang yang berkompetensi di bidangmu! Wahai pemuda pemudi, ketika bercermin, jangan rendah diri! Tetaplah semangat untuk menggali potensi yang ada pada diri kalian masing-masing. Inner beauty memancarkan keindahan dan menambah kecantikan yang terlihat di luar.

Tuhan menciptakan manusia minimal dengan sebuah kompetensi. Ingat cerita tentang talenta? Tentang 3 hamba yang diberikan talenta oleh tuannya. Ada yang dikasih 5 mengembangkan hingga 10 talenta, yang dapat 2 jadi 4 talenta. Yang terakhir hanya dapat 1 talenta, namun sayang dia mengubur talenta tersebut. Tuhan itu baik,diberikan-Nya minimal satu. Temukan minimal yang satu itu! Kembangkan! Jangan dikubur! Bunga yang mekar merekah indah pasti akan menarik kumbang-kumbang datang. Mulailah dengan berseru pada-Nya! Tuhan yang baik akan menyingkapnya dengan murah hati bagimu.

 

5. Kedekatan (Proximity)

Ada sebuah lagu, kata-katanya begini: Mulanya biasa saja…

Dari biasa saja, tahu-tahu naksir, eh eh eh tahu-tahu jadian deh. Kok bisa? Karena always berada di dekatnya. Istilahnya “cinlok” atau cinta lokasi. Anak SMA naksir dengan teman sekelasnya karena tiap hari duduk bareng. Bertemu setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Pas masuk kuliah, pisah tempat, eh…cintanya bubar juga karena lokasinya udah beda. Karena itu baca dulu: Ready or not for Dating: Kerugian Pacaran Dini.

Buat anak SMP & SMA, naksir boleh, tapi soal jadian… nanti dulu dong!

Nah, buat yang sudah bekerja. Bekerja di kantor yang sama, setiap hari bertemu, dari jam 8 sampai jam 5 sore. Terus-terusan dalam lingkungan yang sama. Ngobrol nyambung, makan bareng, lama-lama makin dekat emosinya. Kalo lagi libur gak ketemu jadi kangen. Kedekatan emosi akhirnya menumbuhkan cinta.

Kedekatan memungkinkan kamu bertemu si dia. Jika lingkungan tempatmu berada tidak memungkinkanmu menemukan seseorang; misalnya kamu seorang wanita dan setiap hari hanya bergaul dengan lingkungan yang sama gendernya; atau setiap hari hanya berada di belakang meja, dan sulit bertemu orang. Itu tandanya kamu harus lebih aktif membuka diri dan mencari pergaulan yang lebih luas.

Bergabunglah dan aktif berperanan dalam persekutuan-persekutuan di gerejamu, terutama persekutuan pemuda, juga dalam komunitas-komunitas yang sehat lainnya. Ciptakan kemungkinan untuk dapat bersama-sama dan menciptakan kedekatan dengan seseorang. Tuhan pasti buka jalan!

Jika kamu mau mengusahakan ke 5 dimensi ketertarikan tersebut di atas, pastilah ada seseorang yang naksir kamu. So, jangan berdiam diri…mulailah benahi dirimu. Tuhan pasti memberkati usahamu.

To be continued, Asking Someone Out 3: Komunikasi yang menumbuhkan keakraban dengan si dia.

 

Ikuti Dating INSIGHT: Insightful Christian Dating Principles. Every Monday, pk 19.00 @Maestro 92,5 FM

Ssst! Dating INSIGHT juga ada CD nya. Lengkapi keseluruhan seri Dating INSIGHT: GARAM & TERANG. Sudah tersedia seri God’s Will in Dating & Am I The Perfect Candidate @Visi Store.

Mau beli, silahkan kunjungi VISI store di kota Anda atau KLIK di sini untuk beli Online. http://www.visi-bookstore.com/

TEPAT untuk dikoleksi dan diberikan sebagai hadiah bagi temanmu yang special!

Atau hubungi 0812 2099 7939, CD akan diantar langsung ke tempat anda dan pembayaran via transfer BCA.

 

 

 

 

1 Comment

One thought on “A2: Alasan si dia Naksir kamu

  1. Pingback: Komunikasi JITU buat ngajak si dia ngedate | Dating INSIGHT

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s