A1: Asking Someone Out, Apa Sih Kesulitannya?

Dating INSIGHT A2

Asking Someone Out: Apa Kesulitannya?

Nonton dan Subscribe Dating INSIGHT Channel via YouTube

Amsal 30: 18-19 Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.

Amsal 30

Apa yang membuat penulis Amsal heran? Jalan rajawali di udara. Aneh, mengapa rajawali tidak mengepakkan sayapnya sewaktu terbang di udara? Berbeda dengan burung-burung lain yang harus terus mengepakkan sayapnya supaya bisa terbang.

Bagaimana ular dapat berjalan di atas cadas tanpa kaki? Kadal saja mempunyai kaki untuk mencengkram kuat cadas tersebut.

Lalu, coba lihatlah kapal di tengah-tengah laut! Pada masa itu belum ada mesin untuk menggerakkan kapal. Bagaimana kapal bisa tiba di tempat tujuan? Angin bertiup dengan arah yang berubah-ubah. Saat angin tidak berpihak, kok tetap kapal itu dapat bergerak ke arah yang diinginkan?

Dari semua yang mengherankan itu, ada satu lagi. Bahkan dituliskan “tidak kumengerti” yaitu jalannya seorang laki-laki dengan seorang gadis.

Bayangkan seorang anak laki-laki kecil. Dia bermain dengan gadis-gadis cilik di lingkungan rumahnya. Semasa sekolah bertemu dan bergaul dengan banyak teman wanita. Tidak ada perasaan apa-apa. Tetapi kenapa…setelah dewasa, di antara sekian banyak wanita yang ditemui, tiba-tiba timbul perasaan suka hanya untuk seorang gadis saja? Bahkan perasaan itu bisa berkembang menjadi komitmen seumur hidup, untuk mencintai dan setia hanya pada seorang itu saja. Memang ini adalah misteri.

Bagaimana jika hal ini terjadi pada diri Anda? Wah, rasanya aku jatuh cinta! Ingin sekali berdua saja bersamanya, tapi gimana ngajaknya?

 Asking someone out sangat berbeda dengan asking friends out.

Someone berarti si dia satu-satunya (the one and only), sedangkan friends ya rame-rame. Di masa pemuda, kami sering pergi bersama teman-teman. Kala pergantian tahun, pernah ada sebuah gereja mengadakan kebaktian tahun baru jam 8 pagi. Saya mengajak teman-teman, “Yuk kita datang kebaktian ke situ!” Beberapa teman yang diajak bilang, ”Waduh! Aku gak bisa bangun!” Karena memang semalaman kami begadang merayakan pergantian tahun.

Tapi walau ada satu atau dua orang teman yang menolak, saya tetap semangat. Karena beberapa teman confirm mau ikutan. Kami tag-in deh bangku buat teman-teman, sampai akhirnya sebaris penuh semua.

Kalau asking friends out dan ditolak pasti tidak masalah. Toh, masih segudang teman lainnya.

Asking someone out sangat berbeda. Kenapa? Takut ditolak! Kalau sampai ditolak…Acara batal! Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan dirinya. Sedihnya…bisa sampai gigit jari dan menyesal 7 turunan!

 

Ada beberapa cerita yang saya ingin sharingkan, ini merupakan kesulitan real yang dihadapi teman-teman kami. Mengapa sulit asking someone out?

1. Ada seorang teman, pria. Tipenya supel dan mudah bergaul. Namun aneh, sewaktu dia berhadapan dengan wanita yang ia sukai, mendadak lidahnya kaku. Tidak dapat berkata-kata. Gagap. Dirinya yang supel itu entah melayang kemana. Bagaimana bisa mengadakan PDKT (pendekatan) apalagi asking her out, kalau memulai ngobrol aja blank?

2. Seorang mahasiswa lagi naksir berat dengan teman wanita yang sudah dikenalnya sejak SD. “Dia so perfect!” ungkapnya. “So…tunggu apa lagi? Dia suka gak ama kamu?” tanya saya. “Sepertinya sih dia suka…but saya minder nih, gak berani ngajak lebih jauh. Jadi, saya PDKT terus aja, ”jawabnya.

Nah, yang menghadapi kesulitan ini lumayan banyak. Ada yang sudah dua tahun bahkan empat tahun hanya berani mendekat sebatas teman. Sangat disayangkan! Karena investasi waktu terbuang percuma. Jangan-jangan gara-gara tidak berani memberi kejelasan untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, eh…eh…eh… si dia malah keburu digaet orang. Cintaku bertepuk sebelah tangan! Hik Hik Hik…

3. Ada yang berhasil satu kali mengajak wanita yang disukainya untuk pergi. Namun, ketika mengajak lagi, eh…mogok. Si “dia” malah menghindar dan menolak. Kesulitan ini tentu membuat sedih dan susah hati, ”Apa sih salahku?” Apalagi kalau kejadian begini terjadi berulang-ulang. Toh harus menginstropeksi diri, jangan-jangan memang ada yang salah dengan diriku. Misal: Apakah saya terlalu banyak cerita diri sendiri tanpa pernah mau mendengar? Apakah saya bicaranya kasar? Coba recheck social maturity kamu (Silahkan baca Ready or not for Dating)

4. Kisahnya sewaktu di kampus, ada seorang sahabat naksir cowok yang lumayan keren…Tapi, dia hanya berani mengagumi dari jauh. Kami sebagai temannya sudah siap membantu, “Yuk, kita ajak kenalan, mau ngak?” “Jangan!!!” serunya. Lha, kalau hanya melihat dari jauh bagaimana bisa mengenalnya lebih dekat?

Kesulitan terbesar asking someone out adalah takut ditolak. Ketika seseorang sulit menerima kegagalan, maka dia tidak mau melakukan sesuatu yang beresiko. Padahal dalam hidup ini kan tidak selalu lancar. Ada kalanya kegagalan menerpa. Ada pepatah: Kegagalan adalah awal keberhasilan. Yang penting adalah bagaimana seseorang bisa belajar dan bangkit dari kegagalan, supaya selanjutnya dapat mengatasi masalah dengan lebih baik lagi.

5. Seseorang yang mengalami traumatic experience. Pernah pacaran lama,tetapi putus. Trauma dan luka hatinya sangat dalam sehingga ia menjaga agar tidak disakiti lagi.Tidak berani jatuh cinta karena takut terluka kembali.

Kalau mengalami putus cinta, jangan “gila” tapi “lagi”!Penting sekali berespon secara tepat. Libatkan Tuhan dalam setiap tahap kehidupan kita, saat berada di puncak gunung, maupun di lembah kelam. Kami juga pernah mengalaminya. Ada kepedihan, luka hati, kekecewaan, namun tak ada air mata yang tak berhenti. Tuhan akan menghapus air matamu.

Ada waktu untuk bersedih tapi ada waktunya juga untuk bangkit! Memulai lembaran baru kehidupan bersama-Nya. Pada saatnya Anda pasti melihat bagaimana Tuhan menjadikan semuanya indah pada waktunya. Buktinya ketika sudah lewat beberapa lama setelah putus, Tuhan mempertemukan saya dengan Liana, yang sampai hari ini sudah 14 tahun menjadi istri saya. Puji Tuhan,bersama Dia pasti ada masa depan yang penuh harapan!

 

Sebagai wanita, tentunya tidak bisa sembarangan menerima semua ajakan pria yang datang. Ada istilah“Siapa aku?Siapa kamu?Siapa saja!” Jangan sampai Anda berkata “Siapa saja” boleh jadi pacarku. Oleh sebab itu, dalam program Dating INSIGHT, serial pertama yang paling penting adalah: Kamu harus kenal SIAPA TUHAN? (God’s Will in Dating), kedua (Am I The Perfect Candidate) dan ke tiga (Ready or Not for Dating) SIAPA SAYA? Baru, di seri ke 4 SIAPA DIA? Semoga Anda berani mengajaknya keluar dan mengenal si dia yang mungkin akan menjadi partnermu seumur hidup. Bagaimana menentukannya?

 

Liana akan membagikan 5 step perjalanan imannya bersama Tuhan menemukan sang kekasih hati yang sekarang sudah menjadi suaminya sepanjang 14 tahun ini:

1. Kenali Drive/motivasi/keinginan jiwa dalam diri.

Setelah putus dari pacar pertama (baca: Kerugian Pacaran Dini). Saya mengenali drive/keinginan saya dengan lebih jelas. Drive saya adalah ingin membuka lingkup

pergaulan seluas-luasnya. Lantas, saya join dalam berbagai organisasi kampus. Persekutuan waktu itu namanya POUT-FE(Persekutuan Oikumene Universitas Tarumanegara Fakultas Ekonomi). Dari sana, seorang teman mengajak untuk aktif dalam BPM(Badan Perwakilan Mahasiswa), ditambah saya daftar juga sebagai SENAT mahasiswa. Banyak kan?

Di gereja, saya bergabung dalam berbagai kegiatan pemuda. Ada KTB (Kelompok Tumbuh Bersama), jadi Panita kegiatan ini dan itu, hadir dalam persekutuan single(waktu itu namanya Single Club). Sepanjang belum menemukan tambatan hati, semua cowok, saya anugerahi gelar “teman” saja. Sampai suatu ketika, dalam pertemuan di acara single club, ada seseorang yang membuat hati saya tertarik.

Tentu saat itu saya tidak langsung kenalan. Saya harus cari tahu,”Siapa dia?” Pertanyaan terpenting yang harus kutemukan jawabannya adalah “Apakah dia pria yang takut akan Tuhan?” Sabar, slowly but sure. Singkat cerita, saya berhasil mendekati dan masuk dalam kehidupannya sebagai teman. Sayapun menemukan dia cocok dengan semua idealisme saya akan seorang pria pujaan hati.

(Tambahan cerita dari Khui Fa: Ada beberapa masalah yang saya hadapi kala itu dengan pacar, sehingga setelah pacaran selama 5 tahun, hubungan itu akhirnya harus berakhir.Setelah putus, saya pun tidak cepat-cepat mencari pacar baru. Saya tidak ingin menjalin hubungan yang baru hanya sekedar pelarian. Pastinya saya tidak mau tergesa-gesa yang berujung kegagalan berulang kali. Hal ini akan dibahas dalam serial selanjutnya yaitu Mr or Ms. Wrong. Kita harus belajar peka terhadap tanda-tanda dari hubungan yang bermasalah, sehingga tidak menghabiskan waktu terlalu lama dalam relasi tersebut).

 

2. Jujur di hadapan Tuhan dengan berdoa.

Drive dalam diri saya sudah berubah. Sejujurnya hatiku telah menemukan someone that I love. Tapi kan… belum tentu dia juga mempunyai perasaan yang sama. Di sisi lain, bukan hanya dia saja saat itu yang dekat denganku. Semua masih “teman” saja.

Dalam ketidak pahamanku akan masa depan,”Siapa yang paling Tuhan pandang terbaik?” Saya berdoa, “Tuhan, hatiku tahu siapa yang kucinta, but semuanya belum pasti. Untuk melangkah maju, sayapun takut kalau saya salah.” “Tapi.. kalau Tuhan pandang baik, saya ingin Khui Fa lah yang menjadi pasangan seumur hidupku. Karena dialah yang kurasa, paling kucinta dari antara yang lainnya,”pintaku dalam doa.

Jawaban Tuhan tidak langsung dapat kudengar, tapi imanku yakin Tuhan mendengar doaku. Apapun jawaban-NYA, I am oke, karena ku yakin Dia tahu yang terbaik.

 

3. Menetapkan batasan-batasan.

Selama belum jadian dengan seorangpun, semua tetap “teman.” Jangan langsung menutup diri dengan yang lain, walau hati sudah suka dengan seseorang. Kan belum “jadian.” Belum menyatakan hubungan yang lebih serius. Batasan yang saya berlakukan bagi semua misalnya:

  • Boleh tetap pergi sewaktu diajak teman, tapi rame-rame kalau mau nonton bioskop atau ke tempat-tempat tertentu yang privat.
  • Tidak boleh dipegang-pegang, digandeng apalagi dirangkul.
  • Kalau diajak pergi berdua saja, ya tergantung ke mana. Kalau ada yang menawarkan untuk menjemput untuk ke gereja bareng, biasanya saya terima.
  • Teman-teman biasanya sering telepon, kunjungan ke rumah, mereka selalu saya welcome. Tapi kalau ada yang mengajak untuk hubungan yang lebih serius, saya jujur katakan, “Kita temanan saja ya…”

Tentukan batasan yang jelas sebagai teman, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pertemanan sangat penting untuk mengungkapkan kualitas seseorang dan menyingkapkan “The Real I” yang sesungguhnya.

Dengan pertemanan, kita bebas berteman dengan sebanyak-banyaknya lawan jenis tanpa harus cemburu atau dicemburui.

Dengan teman yang banyak, kita dapat membanding-bandingkan antara satu dengan yang lain. Menemukan kekurangan maupun kelebihan masing-masing.

Teman-teman adalah kekayaan hidup yang harus disyukuri.

Melalui perbandingan, kita akan menemukan siapa yang paling “tepat” untuk menjadi partner seumur hidup dan dapat bersama-sama seiring melangkah memuliakan Tuhan.

 

4. Menemukan reason to love

Tuhan juga menjadi sahabat dimana kita dengan jujur dan aman mengutarakan segala yang kita rasakan dan pikirkan.

Kalau bicara mengenai pasangan hidup, saya tidak berani mengambil keputusan cuma berdasarkan emosi semata.Saya mencoba mendaftarkan alasan-alasan apa yang membuat dia begitu menarik bagi saya. Apa yang menjadi alasan saya mencintainya? Temukan reason to love pada dirinya. Drive/dorongan untuk mencintai itu tidak boleh didorong oleh rasa takut, tetapi harus diliputi ketenangan. Let go and Let God. Tenang, karena sudah mengundang Tuhan untuk terlibat penuh. Jelas, Dia akan menolong dengan hikmat bijaksana-Nya sehingga kita dapat menentukan yang terbaik.

Perasaan cinta ialah bagian dari emosi yang kuat. Emosi tidak selalu harus diikuti, yang pasti, perlu diuji dengan dukungan akal sehat. Saya mempertanyakan pada diri, “Mengapa dari para cowok yang datang dalam hidupku, aku memilih Khui Fa?” “Apakah ini hanya suatu emosi belaka?”

 

5. Dengan keyakinan, dialah “someone” itu. Maka, beranilah kita memasuki tahapan terakhir yaitu: Asking SomeOne Out. Tapi…bagaimana caranya? Kan wanita tidak boleh terlihat aktif?

 

To be continued ke Asking Someone Out 2: Alasan Si Dia Naksir Sama Kamu.

 

Ev. Chang Khui Fa & Liana.

 

 

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s