T2: Jatuh Cinta, Keintiman, Komitmen

True Love 2
Jatuh Cinta, Keintiman, dan Komitmen

Nonton Dating INSIGHT via YouTube Klik di sini ya.
Cinta mempunyai tiga unsur. Biasanya disebut The Triangle of Love. Bentuknya segitiga sama sisi. Sisi kanan adalah Passion, sisi kiri Intimacy, sisi bawah yang mendatar adalah Commitment.

PASSION
Apa sih Passion? Passion adalah perasaan yang sangat kuat. Perasaan kuat seperti apa?

Dalam arti umum, misalnya: Seseorang yang mencintai lukisan, maka perasaan yang kuat itu akan mendorongnya untuk mencari dan mengejar lukisan kemana pun. Jika uangnya banyak, pasti lukisan itu dibeli. Dipajang di rumah, supaya dapat ditatap setiap hari.
Passion lainnya, passion menolong sesama. Banyak orang mendirikan lembaga supaya lembaga tersebut dapat bergerak untuk menyalurkan passionnya itu. Lembaga untuk lingkungan hidup, lembaga menolong orang-orang yang marginal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga bantuan hukum dll.
Saya pribadi punya passion: Memberikan edukasi, mengadakan ceramah, melakukan bimbingan kepada banyak orang, supaya mereka dapat mempertahankan dan menikmati pernikahan seumur hidup.
Pernikahan yang kuat dimulai dari pemilihan pasangan yang tepat dan kemampuan membina relasi. Dibentuknya sejak masa pacaran. Karena itu, saya dan isteri tercinta, Liana, secara khusus mendalami topik-topik penting dalam dating. Passion kami, Siaran Dating INSIGHT menjadi referensi jawaban buat pergumulan muda-mudi di masa pacaran dan pranikah.
Secara khusus, passion berarti perasaan yang kuat terhadap lawan jenis. Bahasa Yunaninya “Eros”. Maksudnya, seksual desire/ketertarikan seksual. Ada ketertarikan fisikal. Waktu melihat seseorang, tiba-tiba muncul getaran dalam hati. Dag dig dug dueeer! Telapak tangan jadi dingin, ada debaran jantung yang tak beraturan karena adrenalin yang berpacu. Seperti lagu jadulnya Titik Puspa “Jatuh Cinta…. berjuta rasanya….!” (silahkan nyanyi rame-rame)
Alkitab menuliskan dalam Kidung Agung 8:6b-7a,“Karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.”
Passion ini sangat menggebu-gebu, boombastis, dahsyat, hebat, dan kuat! Namun, walau perasaannya begitu dahsyat, belum berarti cinta sejati. Ko gitu? Ya Iyalah…yang namanya perasaan kan gampang berubah dan sifatnya sebentar saja.

jatuhcinta, keintiman, komitmen,

Seorang cowok yang jatuh cinta banget pada seorang gadis. Saking cintanya, dia mau melakukan apapun demi menyenangkan sang kekasih hati. Demikian pula sebaliknya. Tapi, seiring berjalannya waktu, perasaan kan pasti jadi biasa-biasa saja. Masak ketemu kekasih girang selalu? Setelah sekian lamanya melayang di awan, ada waktunya kembali berpijak di bumi!
Saat berpijak di bumi, getaran-getaran dalam hati mulai stabil, hormon adrenalinpun tidak terpicu seperti semula, ga ada kegirangan yang melonjak-lonjak. Saat perasaan cinta hilang, cinta yang sejati sesungguhnya baru dimulai…

Dalam buku The Road Less Travelled, Scott Peck mengatakan, saat seseorang jatuh cinta, seluruh ego boundariesnya runtuh. Apa itu ego boundaries? Setiap manusia mempunyai batasan ego. Ego adalah diri kita apa adanya: kesukaan, keinginan, harapan, dan tujuan. Kita sering dengar, kan, orang berkata, “Kesabaran gue ada batasnya loh!” Ini batasan ego. Waktu jatuh cinta, batasan ini runtuh. Semua batasan-batasan yang terbentuk sejak kecil, rontok! “Dulu gue ga bisa, sekarang demi eloe, apapun bisa gue lakukan!”

Umpama si Ron, dia tuh cowok yang ga suka banget jalan-jalan di Mall. Kalau diajakin teman-temannya, pasti ditolak mentah-mentah. Semua temannya udah tahu. Ron sukanya outing, naik gunung, bertualang, pokoknya yang outdoor. Suatu hari, Ron kepincut seorang gadis Mia namanya. Mia sukanya jalan-jalan di Mall, belanja, nonton, window shopping. Aneh bin ajaib! Tahu-tahu Ron sekarang gampang ditemukan di Mall! Mau-maunya Ron diajak Mia keliling Mall. Wow… kelihatannya dia happy-happy aja tuh. Inilah yang namanya jatuh cinta! Ego boundaries runtuh. Gara-gara kejatuhan cinta, yang tidak suka, bisa dilakoni! Asal bersamanya, pasti bikin senang! Walhasil, Ron berhasil mendapatkan hati Mia. Mereka jadian.
Setelah sekian waktu berlalu, egonya Ron balik lagi, nalarnya juga, “Ngapain sih jalan-jalan di Mall? Tidak ada gunanya! Kalau sesekali sih ga apa-apa. Aneh kalau setiap minggu harus jalan-jalan ke Mall.”
Sekarang, kalau Mia ngajakin ke Mall, Ron mulai menalar dan membuat keputusan: Apakah ia mau menemani walau ga suka? Atau, membiarkan kekasihnya pergi sendiri saja? True love mulai diuji. Jika benar cinta, dia harus belajar mengesampingkan apa yang dirasakan. Memilih untuk tetap melakukan sesuatu yang menyenangkan pasangannya. Cinta sejati mengandung kerelaan untuk berkorban. Hal seperti ini sangat dihargai oleh wanita.
Maka terjadilah komunikasi Ron dan Mia, “Aku sebenarnya ga suka sering-sering ke Mall. Tapi demi kamu, sesekali, okelah saya temani.”
Kelanjutan dari cinta sejati yang bertumbuh adalah jika keduanya mau membuka diri. Dalam Alkitab dikatakan bahwa Adam dan Hawa keduanya telanjang. Dalam konteks ini, artinya ada keterbukaan pikiran dan perasaan tanpa merasa takut. So, terlihat jelas siapa diri kita sesungguhnya.
Sewaktu si pria mengutarakan,”Say, sejujurnya saya tidak suka jalan-jalan di Mall”. Ini bukan berarti cintanya luntur, tapi egonya kembali. Dia mau menyingkapkan “The Real I” secara jujur, tulus dan terbuka. Bagaimana respon si gadis kalau dia sungguh-sungguh mencintai pasangannya juga? Seharusnya Mia mulai mengenali seperti apa pasangannya. Apa kesukaan dan ketidaksukaannya? Bagaimana pola pikirannya? Dan akhirnya belajar untuk mengerti.
Pada saat ada kerelaan untuk berkorban dan ada kesalingan untuk mau memahami, inilah momentum cinta sejati bertumbuh.
Selanjutnya, passion membawa dua insan yang mencinta selalu ingin berdekatan. Tapi, mesti hati-hati! Jagalah kekudusan hidup. Cinta sejati mau menunggu. Ketertarikan seksual jelas adalah salah satu faktor yang membuat pria dan wanita suka berdua-an. Tuhan menciptakan manusia, sexual being. Namun, Tuhan menuntut kekudusan. Inilah ujian cinta sejati. TRUE LOVE Waits!

Sebuah situs DoSomething.org yang diklaim sebagai American largest organization for youth, memperhatikan isu-isu sosial yang dihadapi anak-anak remaja. Salah satunya, mengenai kehamilan di luar nikah. Pernah disurvei: 8 dari 10 remaja pria yang menghamili pacarnya, tidak mau menikahi pacarnya tersebut.
Di sini kita belajar suatu fakta, jangan mudah tertipu! Ketika pacarmu mengatakan, ”Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku, buktikan!” (dengan cara mau diajak berhubungan sex). Jelas, dia justru tidak mencintaimu!
Cinta sejati akan menunggu sampai hari pemberkatan nikah. Pria yang cintanya sejati, pasti akan menjagamu. Bagi para gadis, jagalah mahkota kehormatanmu sampai pada saat pernikahan, persembahkan buat suamimu! Wahai para pria, jika betul kamu mengasihi kekasihmu dengan cinta sejati, justru harus melindunginya dengan tidak mencemari dia. (Hal ini akan secara khusus dibahas lebih detail nanti dalam topik: Respecting Your Date).
Satu unsur love adalah passion. Jika hanya satu, belum utuh. Passion bikin pria wanita, ingin selalu berdekatan. Kalau berjauhan, hati tak tahan. Rindu setengah mati. Kalo dekat rasanya senang luar biasa. Lantas, kalau berdekatan, mau ngapain aja ya? Kedekatan seperti apa yang diperbolehkan? Kita perlu memahami unsur love yang kedua, intimacy.

 

INTIMACY

Intimasi atau keakraban adalah dua pribadi yang saling menikmati kebersamaan berdua. Sepasang kekasih senang banget bersama-sama. Tentunya, intimacy harus membawa kedua insan makin mengenal satu sama lain.
Cinta yang sejati, seyogyanya menumbuhkan pengenalan.
Jangan hanya mengisi waktu pacaran dengan berbagai aktivitas! Jika minim interaksi, semua itu sia-sia. Ada aktifitas is OK, tetapi dalam setiap aktifitas, pakailah untuk makin mengenal pribadinya.
Pacaran adalah suatu tahap sebelum memasuki pernikahan. Dalam masa ini kita boleh memandang, bahwa kekasihku ini adalah seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku kelak. Pacaran jelas bukan untuk main-main.
Dalam periode ini, ada kesempatan untuk menentukan keputusan penting. Ingat, tidak ada perceraian dalam kamusnya anak Tuhan. Maka kenali perasaanmu: Maukah kamu hidup bersamanya seumur hidup? Bisakah kamu menerima dirinya yang seperti itu? Senangkah kamu melihatnya, saat membuka matamu tiap pagi hari? Apakah kalau ngobrol dengannya, apapun … basa-basi, ngomongin objek, bicara serius, curhat, kamu bisa nyambung?
Sesungguhnya cinta sejati membuat keinginan untuk saling mengenal dan dikenal. Ada kesalingan, ada timbal balik. Tepok nyamuk harus dua tangan, apalagi cinta! Cinta harus bertepuk dua belah tangan.
God is Love. Tuhan menjadi contoh cinta sejati bagi kita. Mari kita lihat beberapa bagian Firman Tuhan yang menyingkapkan unsur pengenalan.

Daud mengungkapkan betapa Tuhan menyelidiki dan mengenal dirinya. (Engkau-aku)
Mazmur 139:1-2 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Di sini, Yeremia menyatakan, Tuhanpun menguji ingin mengetahui apakah ada keinginan mengenal Allah dalam hati Yeremia. (Engkau-aku; aku-Engkau)
Yeremia 12:3 Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau.

Hosea, mewakili suara Tuhan, mengajak kita untuk mau mengenal Tuhan. (aku-Engkau)
Hos 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Dalam kasih Allah yang sejati, Dia ingin mengenal kita. Bukalah hatimu untuk bisa dikenal. Juga, ayo sungguh-sungguh berusaha mengenal Dia!

Waktu pacaran, buka diri kita untuk bisa dikenali. Terbuka dalam pikiran dan perasaan. Pacarmu harus tahu, prinsip hidupmu, kualitas pikiranmu, isi hatimu sehingga dia bisa menilai, menimbang dan menentukan apakah kamu orang yang akan bersamanya seumur hidup. Jangan lupa, kamupun harus menguji dan menyelidiki dirinya.

Mencintai sampai terbentuk pengenalan adalah panggilan kita seumur hidup. Makin kenal makin cinta.

 

KOMITMEN

Saat ketertarikan fisikal memudar dan kebosanan melanda, tapi True Love bertahan! Dengan apa bertahannya? Inilah unsur ketiga yang menjadi kekuatan cinta sejati: Komitmen

Pria dan wanita jatuh cinta, lalu mulai terbuka, dan makin kenal… Ada peribahasa Tak kenal Tak sayang; Sudah kenal, tahu belangnya. Udah tahu belangnya, gimana? Seharusnya tambah sayang.

Kalau dia ternyata Mr./Ms. Wrong, PIKIR 1000 kali sebelum melanjutkan hubungan.

Namun, andaikata dia orang yang tepat, dan tentu setiap orang punya kelemahan. Kelemahan bisa memicu keributan. Konflik bukan untuk memisahkan. Konflik justru untuk mendekatkan, bila diselesaikan dengan bijaksana.

Inilah komitmen. Di saat badai menerpa, apa lagi yang dapat mempertahankan cinta selain komitmen.

Komitmen digambarkan dalam Alkitab sebagai berikut,”Walaupun gunung-gunung beranjak, dan bukit-bukit pun bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak daripadamu”. Inilah komitmen Tuhan untuk terus mengasihi kita dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Di sinilah keunikan pernikahan Kristen: Apa yang sudah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

Ketika seseorang menyatakan,”I love you!” ini bukan sekedar perasaan yang dengan mudahnya datang dan pergi.

Mengarungi perjalanan hidup, banyak persoalan yang menenggelamkan, ada keributan-keributan, membuat kita tidak berdaya, tapi Tuhan telah memberikan teladan: His love never fail. Till death do us apart.

Cinta sejati: Passion, Intimacy & Commitment.

Selamat menyelidiki cinta.

Salam,

Chang Khui Fa & Liana

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s