Archives

Premarital Camp for Couple. GET free Dating Insight Book and grafo couple analysis. Contact me 0817427501/7d728d60

View on Path

Advertisements

Step-step buat Move On: Putus Pacar

Dating INSIGHT

After A Break Up 1

Step-Step buat Move On

Saksikan dating INSIGHT live di Studio Maestro Bandung Klik link ini

Putus cinta. Siapa sih yang mau? Rasanya ga enak banget. Namun siapa sangka, tiba-tiba saja dia datang tanpa diundang. Putus cinta bisa menghampiri siapa saja. Ga ada pengecualian. Dampak putus cinta berbeda-beda pada orang yang satu dengan yang lain, sangat tergantung dari respon pribadi terhadap kejadian menyakitkan ini.

Ini sebuah puisi dari saya: broken heart A2

Masa Dating itu adalah masa yang sangat penting. Jangan sampai sinting.

Harus tahan banting. Walau keadaannya genting.

Sedikit puisi berakhiran –ing, agar kamu jangan pusing. Tujuh keliling!

Masa pacaran biasanya dipakai untuk mengenal sang pujaan hati. Kalau menemukan dia orang yang tepat, berserulah,“Puji Tuhan!” dan ajaklah dia menikah. Namun kenyataannya, seseorang tidak selalu dapat langsung bertemu The ONE-nya.

Saya sendiri mengalami. Pacaran selama 5 tahun dengan pacar pertama, akhirnya harus berakhir, putus cinta! Liana juga, 4 tahun pacaran, terus ‘loe gue end.’

Berani memulai hubungan cinta, berani pula menerima pahitnya cinta. Diputusin. Continue reading

Stop dari Seks Pranikah; bisakah?

Respecting Your Date 4

Cinta Sejati vs Hawa Nafsu

Love vs Lust

Cinta vs Nafsu; Love vs Lust. Bagaimana sih membedakannya? Ada perbedaan mencolok sebenarnya, namun jika tidak peka, bisa-bisa kejebak.

Sejak kecil, sadar ga sadar, kita dibesarkan dengan pemikiran: Saya dicintai jika apa yang saya minta, diberikan. Sebaliknya, jika permintaan tidak dikabulkan berarti saya tidak dikasihi.  “Mama, bonekanya lucu, saya pengen beli!” seru seorang gadis kecil pada ibunya. “Kamu suka ya, nak? Yuk kita beli, mama mau berikan boneka itu buat kamu!” Jawab sang ibu dengan lembut. Sambil melompat-lompat kegirangan, sang gadis mencium ibunya dan  berkata, “Terima kasih mama! Aku sayang mama!”

Asumsi umum ini terbawa hingga dewasa. Baik pria maupun wanita, berpikir,”Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku, maka seharusnyalah kamu memberikan apa yang saya minta.”

Tapi hati-hati! Setelah dewasa dan masuk ke masa dating, kalau pacar meminta untuk berhubungan seks, ini justru bukan cinta sejati. Ini jelas cinta palsu!

Cinta sejati, tidak akan meminta sesuatu yang membuat pasangannya merasa tidak nyaman. Cinta sejati jelas bisa menunggu, cinta sejati menghormati pasangannya. Satu-satunya cara untuk menguji, apakah kamu dikuasai cinta sejati atau hawa nafsu belaka, adalah dengan berani menolak permintaan untuk berhubungan seksual di masa pacaran. Say “NO” to Premarital Sex!

1 Petrus 1: 14  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.

Continue reading

Pasangan Sepadan

Equally Yokes Relationship 4

Co-Creativity: Pasangan Sepadan

Mau lihat Dating INSIGHT di YouTube, silahkan klik ini aja.

Apa arti sepadan? Sepadan artinya corresponding to himself (nyambung satu dengan yang lain).

Kenapa Tuhan menghendaki kita sepadan? Tuhan ingin kita dapat menjadi partner-Nya (Co-creativity) untuk memberkati banyak orang. Pernikahan yang sepadan pasti menjadi inspirasi cinta yang indah.

So, jangan berpacaran; kalo cuma buat mencari kesenangan semata, menghilangkan kesepian, mendapatkan keuntungan, ikut-ikutan teman, atau motivasi ngawur lainnya. Apalagi untuk menikah. Harus jelas, kenapa kamu memilih menikah? Mengapa dengan dia?

Jawabannya adalah karena we can achieve greater things together. Berdua pasangan, bersama-sama melayani Tuhan. Dengan dia, melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kamu berdua.

Ada sepasang suami isteri yang telah menjadi sumber inspirasi. Nama mereka tidak pernah dipisahkan, Alkitab selalu menuliskan nama mereka berdua. Pasangan ini, dipakai luar biasa oleh Tuhan. Cinta mereka menjadi berkat bagi banyak orang, bahkan buat kita sekarang ini. Siapakah pasangan ini?

Mereka adalah Akwila dan Priscilla.

Demikian kisah mereka yang tercatat dalam Firman Tuhan:

Kisah Para Rasul 18:1-3

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

Kisah Para Rasul 18:18-19

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia. Lalu sampailah mereka di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Ia sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi.

Siapakah Priskila dan Akwila ini?

Mereka adalah pasangan suami istri biasa. Mereka pergi ke Korintus karena ada perintah dari kaisar, agar semua orang Yahudi pergi meninggalkan Roma. Di Korintus, mereka mencoba peruntungan, menjadi pembuat dan pedagang kemah.

Kemah, pada zaman dulu jelas kebutuhan primer. Orang-orang yang akan pergi dari satu kota ke kota lain, harus membawa kemah. Jaman sekarang, kalau pergi dari Bandung ke Surabaya, mudah dan cepat. Naik kereta, sehari sampai. Naik pesawat terbang, satu jam langsung mendarat di Surabaya. Jaman itu, belum ada kereta, apalagi pesawat. Paling cepat naik kuda. Perjalanan dari satu kota ke kota lain, butuh waktu berhari-hari. Di tengah jalan, jika hari keburu gelap, belum tentu ada motel untuk menginap, terpaksalah memasang kemah untuk bermalam, beristirahat. Jadi, usaha yang dikerjakan Akwila dan Priskila, adalah pekerjaan yang sangat dibutuhkan.

Setiap hari, dari pagi sampai malam, seperti umumnya para pedagang, mereka bekerja. Merancang kemah, mengatur pekerja, mengecek Quality Control dari produk yang dihasilkan, bertemu customer, melakukan perdagangan. Begitulah rutinitas day by day.

Sampai suatu ketika, hidup mereka berubah. Menjadi luar biasa. Mengapa? Karena pertemuan dengan Rasul Paulus.

Pada saat Paulus tiba di Korintus, dia mencari pekerjaan. Karena keahlian Paulus membuat kemah, maka bertemulah dia dengan Priskila dan Akwila, pedagang kemah terkenal di Korintus. Paulus bekerja dengan mereka dan menetap di rumahnya. Namun, pekerjaan Paulus yang utama tetap sebagai penginjil. Paulus sering pindah dari satu kota ke kota lain untuk mengabarkan Tuhan Yesus. Setiap kali tiba di suatu kota, dia pasti akan segera mencari sinagoge, beribadah di sana sekaligus memberitakan Kabar Sukacita.

Saya yakin, merekapun tidak luput dari pemberitaan yang Paulus sampaikan. Paulus menceritakan pada Akwila dan Priskila: Siapakah Allah Yahweh? Allah yang orang Yahudi sembah. Dia adalah Allah yang bukan hanya menerima penyembahan, tapi juga Allah yang ingin terlibat dalam kehidupan manusia. Dia bukan ALLAH yang berdiam diri, tapi rela lahir menjadi manusia. Dialah Yesus Kristus! Mati di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Tidak sampai di situ, Kristus juga bangkit dari kematian pada hari yang ke-3. Barangsiapa percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maukah kamu percaya kepada-Nya?

Kemudian, setelah beberapa lama tinggal bersama Akwila dan Priskilla di Korintus, Paulus hendak melanjutkan perjalanannya ke Efesus. Alkitab menuliskan bahwa Priskila dan Akwila menyertai dia. Menarik sekali!

Coba bayangkan kalau Priskila dan Akwila tidak nyambung. Mungkin Akwila berkata, “Yuk kita ikut Paulus mengabarkan Injil!” Mungkin Priskilla marah, “Apa? Mana bisa? Bisnis kemah kita bagaimana? Kan baru jalan! Lagian kita kan baru memulai hidup di kota ini, masak mau pergi lagi? Kamu ajalah, aku tidak mau.”

Tapi…Kenyataannya, luar biasa! Sepasang suami isteri ini sungguh kompak. Kedua-duanya sepakat pergi bersama Rasul Paulus. Melayani Tuhan bersama, tidak terpisahkan.

Sungguh indah jika setiap gereja memberikan peluang pelayanan bagi pasangan suami-isteri untuk melayani bersama.

Priskila dan Akwila memiliki suatu pelayanan yang sama. Mereka menjadi rekan sekerja Rasul Paulus. Bagaimana dengan bisnis kemahnya? Saya yakin orang Yahudi pintar berdagang. Bisnisnya pasti tetap berjalan karena mereka mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang kompeten dan dapat dipercaya.

Apa yang terjadi setelah mereka tiba di Efesus? Sangat menarik.

Priskila dan Akwila bertemu dengan seseorang bernama Apolos. Alkitab menceritakan Apolos sebagai orang yang fasih berbicara. Mungkin ketika dia berkhotbah, lebih hebat dari Rasul Paulus. Dia juga mahir dalam Taurat. Ketika Priskila dan Akwila mendengar dia berkhotbah, mereka merasakan ada sesuatu yang kurang dalam berita yang disampaikan oleh Apolos. Dia hanya mengenal dan memberitakan baptisan Yohanes. Tentang baptisan Tuhan Yesus, Apolos tidak tahu. Apa bedanya baptisan Yohanes dengan baptisan Tuhan Yesus?

Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. “Apakah kamu mau dibaptis? jika mau, kamu harus berjanji di hadapan Tuhan, bahwa kamu tidak akan melakukan hal yang jahat/berdosa lagi!”

Baptisan Tuhan Yesus mengandung baptisan pertobatan tapi juga dilanjutkan dengan sebuah pengakuan akan karya Tuhan Yesus, untuk menerima keselamatan dari Sang Juru Selamat.

Akhirnya, Priskila dan Akwila dengan bijaksana mengundang Apolos ke rumah mereka agar dapat berdiskusi. Mereka menyampaikan kepada Apolos akan kebenaran yang sebelumnya mereka dengar dari Rasul Paulus. Mereka menceritakan tentang Yesus yang lahir, mati, bangkit pada hari yang ketiga dan bertahta di Sorga. Alkitab menulis, sejak saat itu, Apolos menjadi paham, dan dia memberitakan tentang Kristus ke mana-mana.

Di sekitar kita begitu banyak orang yang perlu mendengar kebenaran Firman, namun belum pernah mendengarnya. Jika kita sungguh-sungguh bertekun dalam menggali kebenaran Firman Tuhan. Tuhan akan kirimkan orang-orang itu pada kita, dan membukakan kesempatan bagi kita untuk menyampaikan kebenaran-Nya.

Nama Priskila dan Akwila tidak hanya tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul saja. Paling tidak ada tiga bagian lain dalam Perjanjian Baru yang menuliskannya. Memberikan gambaran lebih utuh mengenai sepak terjang sepasang kekasih ini.

Roma 16:3-5a

Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.

Korintus 16:19

Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.

II Timotius 4:19

Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus. (artinya hubungan mereka dengan Timotius juga cukup dekat)

Ada 4 hal yang menarik dari ayat-ayat ini:

  1. Lihatlah, nama mereka selalu dicatat berdampingan. Tidak pernah ditulis Priskila saja atau Akwila saja. Sungguh indah bukan?
  2. Paulus seorang hamba Tuhan, dia mengakui bahwa pasangan suami isteri ini adalah rekan sekerjanya dalam Kristus Yesus.
  3. Mereka memberi sumbangsih yang besar dalam pelayanan Paulus: bahkan rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk Rasul Paulus.
  4. Mereka memberitakan Injil dengan giat, sampai terkumpul cukup banyak orang. Orang-orang bukan Yahudi menjadi jemaat, berkumpul, dan beribadah di rumah mereka. Mereka membuka rumahnya untuk dipakai dalam pelayanan.

Inilah sepasang kekasih yang hidupnya sangat berarti. Mereka mentaati panggilan Tuhan. Mereka melayani Tuhan bersama. Sungguh sangat indah.

Ingat, jatuh cinta merupakan perasaan yang indah, tak terkatakan. Itu diberikan Tuhan untuk dinikmati manusia. Namun saat menjalaninya, carilah yang seiman dan sepadan. Seseorang yang kita cintai plus dengannya juga nyambung. Bersamanya, bisa menjadi partnernya Tuhan. Co-creativity sebagai tujuan cinta kita. Selamat menemukan si dia! Pasti bersyukur setiap hari! Puji Tuhan!

Ev. Chang Khui Fa & Liana