Archives

Menjadi Sepadan dengan Pasangan

Equally Yokes Relationship 5

Kiat  Nyambung dengan Pasangan

Nasum: Bp. Ichwan Chahyadi

Saksikan dating INSIGHT di YouTube Klik di sini

Puji Tuhan jika bisa merasakan jatuh cinta! But, tidak mesti orang yang bikin kamu jatuh cinta itu jadi pacar kamu! Tuhan memberikan panduan yaitu harus yang seiman dan sepadan. Sebaiknya, carilah yang bisa nyambung atau corresponding to himself (tersambung dalam berbagai aspek). Misalnya: ngobrolnya asyik, latar belakangnya tidak terlalu berbeda jauh, kebiasaan-kebiasaan yang mirip, tingkat ekonomi setara, selevel dalam pendidikan… idealnya begitu.

Masalahnya, walau sudah mencari yang tidak beda jauh, toh yang namanya perbedaan di sana-sini masih ada. Kembar sekalipun pasti berlainan. Apalagi dua pribadi dari keluarga yang tidak saling kenal, pastinya menghadapi kesulitan-kesulitan buat nyambung. Ada power struggles yang harus dihadapi supaya pria dan wanita akhirnya konek satu sama lain.

Dalam proses mencari pasangan, anehnya, perbedaan seringkali justru menjadi daya tarik. Kita tertarik dengan seseorang, bukan karena hal-hal yang mirip saja, tapi karena  perbedaannya. Bagaikan dua kutub magnet yang berlawanan, saling tarik-menarik.

Berbeda, mulanya menarik; namun jika kekuatan cinta romantis mulai pudar, perbedaan bisa jadi konflik. “Cara dia membereskan masalah wah…BEDA banget sama saya! Mestinya yang benar, dia ikuti cara saya!” ungkap seorang pria pada satu sesi konseling. Langsung dibantah sang kekasih, ”Itu kan caraku. Aku sudah biasa begini. Apanya yang salah? Kan ga harus melulu ikut cara kamu!” Inilah yang disebut power struggles.

Padahal, masing-masing mempunyai keunikan. Berbicara mengenai perbedaan, bukan soal salah atau benar. Masa-masa power struggles adalah masa krisis yang harus dilewati. Jika berhasil lewat, maka hubungan akan tersambung dengan baik (co-operation). Sebaliknya, jika tidak di-manage, perbedaan-perbedaan akan berakibat pada perpisahan (separation). Sayang kan?!

Seyogyanya, perbedaan jangan sampai memisahkan, tetapi menyatukan. Saling memperlengkapi dan saling memperkaya satu dengan yang lain. Apa yang perlu kita perhatikan, agar proses ini berjalan dengan baik?

Firman Tuhan mengatakan: Apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh dipisahkan manusia. Bagaimana kita memandang perbedaan-perbedaan yang ada? Bagaimana mengelola respon kita terhadap perbedaan tersebut? Bagaimana jika seorang isteri berkata, “Waduh! Saya dengan suami mah sudah kayak langit dan bumi! Sudah ga bisa nyambung lagi rasanya!”

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang rindu menaati Firman Tuhan. Dalam konteks dating atau pacaran, jika perbedaan terlampau jauh, ada baiknya meninjau ulang hubungan itu. Hubungan dua insan seyogyanya menumbuhkan dan bukan membebani. Jika terlalu beda, kamu akan banyak bergulat untuk perkara-perkara yang tidak seharusnya ada. Bukankah lebih baik memilih seseorang yang bersamanya, kamu bisa menjadi rekan sekerja Allah di dunia? Cari tahu, apakah dia merupakan kehendak Allah untukmu. Silahkan baca lebih jelasnya dalam serial God’s Will in Dating.

Jika sudah menikah, pastinya tidak ada lagi tinjauan ulang! Yang harus dilakukan bersama adalah berjuang mempertahankan pernikahan seumur hidup. Demi cinta kita pada Tuhan, terus berusaha mentaati perintah-Nya. Tidak ada jalan lain. Nah…kiat-kiat apa saja supaya sepasang kekasih senantiasa nyambung?

Melihat Positifnya

Pada umumnya, perbedaan menjadi keributan karena ada pihak yang merasa dirinya benar; otomatis pihak lainnya jadi pihak yang salah, jadinya memandang negatif orang-orang yang berbeda dengannya.

Misalkan ada pasangan dengan dua kepribadian yang berbeda. Yang cewek, senang di rumah berinteraksi dengan keluarga; sedang cowoknya begitu energik, senang ketemu orang, suka berpetualang, sosialisasinya tinggi.

Si Cowok jika melihatnya negatif, maka dia akan mencap pasangannya sebagai orang yang tidak gaul, ”Ah, kamu mah kuper, maunya di rumah terus.” Di sisi lain, ceweknya dengan kesal berkata,”Apa? Kamu tuh orangnya tidak pedulian, maunya main terus, jalan-jalan, sama teman mulu.”

Sebenarnya, tidak perlu dicari siapa yang salah, siapa yang benar. Ini adalah perbedaan personality.

Untuk mengatasi perbedaan, kita harus mencoba melihat sisi positif dari tiap personality.

Orang yang senang di rumah, positifnya memiliki waktu yang lebih banyak bersama keluarga dan memperhatikan anggota keluarga. Orang yang senang di luar, memiliki pandangan/ wawasan yang luas juga kemampuan adaptasi yang tinggi.

Pak Ichwan sudah berkeluarga selama 18 tahun. Isterinya seseorang yang sangat terorganisir. Jika menyimpan baju dalam lemari, ditata sedemikian hingga tiap barisnya rapi sekali. Sebaliknya, Pak Ichwan orang yang sangat fleksibel, boleh dikata cenderung berantakan.

Pada awal pernikahan, hal ini selalu jadi masalah. Kalau melihat dari sisi negatif, maka sang isteri akan memandang Pak Ichwan, suaminya adalah orang yang berantakan, sembrono.  Sedangkan, Pak Ichwan melihat isterinya sebagai seseorang yang kaku dan terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil.

Namun, seiring lewatnya tahun-tahun pernikahan, masing-masing belajar melihat perbedaan secara lebih positif.  “Oh, ternyata orang yang berantakan itu orang yang fleksible, mudah beradaptasi, juga gampang gaul” demikian sang isteri memahami dan menerima suaminya. Pak Ichwan pun di sisi lain belajar untuk menghargai pribadi isteri dengan mencoba menyimpan lebih rapi dan terstruktur.

Dalam buku GARAM & TERANG bagi Keluarga, ada satu bab khusus yang membahas “Adaptability dan Flexibility”.  Kenapa saya (Chang Khui Fa) menuliskan bab ini?

Ketika pacaran, tahun demi tahun yang dilalui, tidak terlalu terasa beda. Lain dengan  pernikahan. Tahun demi tahun, perbedaan terasa signifikan. Hidup kian kompleks. Tahun pertama berusaha mengadaptasikan diri dengan pasangan, lingkungan dan situasi. Belum juga nyaman, tahu-tahu anak lahir di tahun kedua. Memasuki tahun ketiga, anak ke dua hadir. Belum lagi ditambah konteks karir yang meningkat, pekerjaan makin banyak, kebutuhan keuangan bertambah dan lain-lain. Butuh sekali keahlian beradaptasi dan fleksibel, supaya hidup kita tidak mudah patah atau hancur. Hanya orang-orang yang memiliki daya adaptasi, yang dapat memenangkan perjalanan hidup ini.

Tuhan Allah sangat adil. Tidak mungkin Dia menciptakan seseorang yang semuanya baik, dan yang lain semuanya buruk.  Setiap orang mempunyai kekuatan dan kelemahan. Yang lemah yang dimiliki pasangan, harus dipandang positif. Kelemahannya, ditopang dengan kekuatan kita. Sungguh indah jika dua insan yang saling mencinta terus mengkombinasikan kekuatan dan saling melengkapi.

Kita harus belajar mengenali dan mengerti seperti apa kepribadian kita, juga pasangan. Apa kelebihan dan kekurangan diri, dan pasangan. Tuntutan yang melampaui kemampuan, akan membuat hubungan menjadi teramat berat untuk diteruskan.

Mari kita lihat contoh lain: Robbie, orangnya sangat berhati-hati dalam bicara. Dia merasa perlu menjaga perasaan lawan bicara. Ketika ditanya,”Bagaimana penampilanku, bagus atau tidak?” Robbie akan menjawab,”Lumayan!” Jawabannya tidak menyakiti hati, tapi membuat kita lumayan bingung pula untuk mengerti apa maksudnya.

Ada lagi Lisa. Dia tipe orang yang blak-blakan. Ceplas-ceplos. Cablak istilahnya. Kalau jelek, langsung aja, komentarnya, “Ih…jelek amat. Asli gua nggak suka!”

Ketika dua orang dengan kepribadian yang berbeda seperti ini bersatu, pasti akan timbul konflik. Robbie, sebagai orang yang halus, merasa hatinya terus teriris dengan perkataan pasangannya yang dinilai terlalu kasar, terlalu gamblang, tidak mikirin perasaan orang. Sementara Lisa, sulit sekali mengerti keinginan pasangannya. “Robbie bicaranya ga jelas apa maunya, dan gampang tersinggung.” Lisa bingung bagaimana cara berkomunikasi yang tidak menyakitkan pasangannya.

Bagaimana melihat positifnya pasangan?

Mengubah paradigma negatif menjadi positif. Kelebihan orang dengan tipe seperti Robbie adalah lebih mudah menjaga hubungan baik/ relasi dengan sesamanya. Tipe Lisa, adalah orang yang apa adanya. Mudah dikenali karena jelas, apa keinginannya, seperti apa maunya, apa yang dia suka atau tidak: jujur, terus-terang, tidak bermuka dua dan terbuka.

Dalam suatu hubungan, kita harus bijak. Ada kalanya, harus bicara terang-terangan; namun juga kadang kala perlu menjaga perasaan seseorang.

Pasangan yang dapat menghargai dan menerima keberadaannya masing-masing, berpotensi menjadi partner yang kuat. Orang yang pandai bicaranya, menjalin dan membina relasi; yang ceplas-ceplos, sangat baik jika harus membuat suatu keputusan dengan cepat.

Kebudayaan atau culture di mana seseorang tinggal pun akan mempengaruhi gaya bicara seseorang. Orang Jakarta biasanya kalau bicara lebih ceplas-ceplos/ jebrat-jebret (straight to the point), sementara orang Bandung biasa saat bicara lebih menjaga perasan, lebih santun. Jadi, jika kita berelasi dengan seseorang yang kebudayaannya berbeda jauh, pasti usaha-usaha adaptasi yang harus diperjuangkan semakin besar.

Langkah-langkah Nyambung dengan Pasangan:

  1. To Know (Mengetahui) Saat kami hendak memasuki penikahan, saya dan Liana menyempatkan diri ikut konseling. Kami menemui konselor penikahan yang ahli dan dapat dipercaya, memiliki kerohanian dan pandangan teologis yang benar. Beliau dapat mengungkapkan hal-hal yang kami tidak lihat, menyingkapkan potensi-potensi konflik yang mungkin timbul dalam pernikahan kami. Lalu bertanya, apakah kami siap menghadapinya?  Namanya cinta, ya…siap saja! Apapun bisa kami hadapi! Konseling membukakan kami banyak hal, supaya kami memasuki menikah tidak dengan mata tertutup. Kami mengerti bahwa pernikahan bukan seperti film-film dongeng yang always happy ending! Pernikahan is the beginning to the very hard process. Makanya ada yang bilang: Marriage is a never ending school. Mengetahui bahwa kita berlainan. Mengenali apa saja perbedaannya. Kita perlu melihat perbedaan, bukan sebagai salah atau benar. Belajar menggali hal positif dari perbedaan yang dimiliki masing-masing pribadi.
  2. To Understand (Mengerti)Tujuan dari mengerti adalah dapat menerimanya dengan sepenuh hati. Seringkali proses ini dilewati (di-skip)  dari tahap “to know”,  langsung “to accept. Inilah penyebab terjadinya “helplessness” atau ketidak berdayaan dalam pernikahan. Seorang ibu berkata, ”Dia bebal, ngak akan pernah bisa berubah. Udah dari sononya seperti itu. Capek aku. Udah dikasih tau berkali-kali, selalu gagal. Ya sudahlah!”  Pernikahan jadi berat sekali, karena kita terus berusaha menerima, tanpa mengerti dan berusaha memahami.Tidak cukup berhenti hanya tahu saja: Owh, saya tahu: Saya dan kamu beda. Saya begini, Kamu begitu. Tidak berhenti di sana, kita harus belajar untuk mengerti. Mengapa dia berpikir, berlaku, berbicara, merespon seperti itu? Mencoba memahami pasangan jelas proses yang cukup lama, dan memerlukan keterbukaan dari kedua pasangan.
  3. To Accept (Menerima) Setelah mengerti, barulah menerima. Mencoba menerima dirinya seutuhnya, termasuk kelemahannya. Cinta sejati menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
  4. To Appreciate (Menghargai) Setelah tahapan ke satu sampai ke tiga dijalani, barulah bisa memasuki tahapan ke empat. Saling menghargai. Tidak meremehkan ataupun menghina akan perbedaan-perbedaan yang hadir.
  5. To Celebrate (Merayakan) Merayakan perbedaan-perbedaan yang ada. Jika sudah tahap ini, pastilah perjalanan dua insan menjadi sangat menyenangkan! Ku tak bisa hidup tanpamu! Ada mutuality, kesalingan yang tak terpisahkan.

Nyambung dengan pasangan merupakan hal yang sangat menyenangkan. Pernikahan hanya sekali seumur hidup. Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia (Pengkotbah 9: 9)

Ev. Chang Khui Fa & Liana

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri saja

Dating INSIGHT G4: Tidak Baik Manusia Seorang Diri Saja (Kejadian 2: 18)

Hari Senin, 31 Maret 2014 LIVE on air @92.5 FM Maestro, Bandung.

KLIK DI SINI Untuk menyimak pembahasannya & SUBSCRIBE di YouTube

Fall in Love Dating INSIGHT

Kejadian 2:18 Tuhan Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Apa maksudnya “Tidak baik manusia itu seorang diri saja? Apakah berarti lebih baik manusia sewajarnya menikah?”

Ada dua istilah untuk lebih memahami ayat di atas:

  1. Divine Ideal
  2. Original Idea

Divine Ideal adalah sesuatu yang Tuhan lihat terbaik, nan ideal, yang seyogyanya terjadi pada diri manusia.

Original idea merupakan ide awal, ide ori, ide pertama sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Kala Tuhan memberikan tugas bagi Adam untuk memberi nama semua binatang, maka datanglah binatang-binatang itu padanya. Saat memberi nama, Adam melihat semuanya sepasang-sepasang. Ada harimau jantan sedang bercengkrama dengan harimau betina, di atas pohon ada sepasang burung bernyanyi cicitbirds in love cuit cuit dengan mesranya; lalu sambil memberi nama binatang-binatang tersebut, diapun mengamati sekitar – mencari-cari,”Dimanakah yang seperti aku…kok ndak ada ya? ” Adam sadar… tidak ada yang seperti dia.

 

Tuhan Allah sejak semula pun melihat TIDAK BAIK Adam sendirian. Untuk melaksanakan perintah-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya, akan lebih baik jika Adam memiliki penolong yang sepadan. Inilah ide original Allah. Itulah idealnya dari kaca mata Tuhan. Ketika Adam menyadari bahwa dirinya membutuhkan penolong yang sepadan, maka Dia segera menganugerahkan Hawa baginya! (Lihat Kejadian 2: 18 – 25)

Dalam 1 Tessalonika 4:1-5 firman Tuhan berkata,“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Sesuatu yang ideal, hal yang baik sekali, bahkan disarankan Rasul Paulus. Seorang pria mengambil seorang wanita untuk menjadi istrinya, dengan tujuan: Hidup dalam pengudusan dan penghormatan seumur hidup mereka.

Tentu Anda bertanya-tanya, jika demikian: Mengapa ada orang yang tidak menemukan pasangan sehingga tidak menikah?

Continue reading

Dating INSIGHT G-3: Pasangan Seiman Sepadan

Dating INSIGHT

God’s Will in Dating 3 (Kehendak Tuhan bagi yang sedang berpacaran):

Mencari Pasangan Seiman dan Sepadan

24 Maret 2014

Mau menyaksikan langsung siaran LIVE nya? Silahkan klik di sini

Pada God’s Will in Dating yang pertama telah dibahas bahwa kita harus memprioritaskan “Seek Ye First the kingdom of God and His righteousness…” maka semuanya akan ditambahkan kepadamu, ini adalah titik start dimana perjalanan mencari pasangan hidup dimulai.

Bahasan lengkapnya silahkan baca disini

Titik awal selalu bergerak menuju titik akhir yang menjadi sasaran. Dalam perlombaan lari marathon, balap mobil ataupun balap karung  sesudah start pasti ada finish.

Demikian pula perjalanan kehidupan manusia, memasuki usia pemuda, ada di fase intimacy. Fase dimana muncul dorongan natural untuk mencari pasangan hidup. Apa yang menjadi sasarannya? Dimana titik akhirnya? Pencarian pasangan hidup dan masa-masa pacaran adalah perjalanan menuju serupa Kristus. To be Chrislikeness jelas sebuah proses, tidak bisa sim sala bim langsung berubah. To be Chrislikeness adalah goal hidup kita di dunia sekaligus menjadi tujuan pacaran Kristen.

Lebih dalamnya silahkan baca di sini 

Dari titik start menuju finish, Anda harus menjawab, “ Bersama siapa, saya menjalani kehidupan ini?” Bagaimana tujuan pacaran menjadi serupa Kristus bisa terjadi dalam hidupku?”

Mencari kehendak Allah dan kebenaran-Nya serta bertumbuh semakin seperti Kristus harus dikerjakan seumur hidup. Mengapa? Karena dunia telah jatuh dalam dosa! Dosa yang jahat menjauhkan kita dari Allah, jika tidak peka membuat kita makin tersesat dalam jalan-jalan yang gelap. Karenanya, kita membutuhkan teman seperjalanan,“bestfriend“, yaitu pasangan yang seiman dan sepadan untuk bergandengan tangan menuju kemuliaan Allah.

Berani jalan sendiri? Kalau saya mah tidak berani, karenanya saya mencari seorang untuk menemani saya menempuh perjalanan hidup ini. Berani cari yang tidak seiman? Lagi-lagi saya tidak berani…tahu dari mana dia tidak akan mengajak saya nyasar ke jalan yang lain?

tidak baik manusia seorang diri saja

Continue reading

Dating INSIGHT G2: Serupa Kristus (Tujuan Pacaran Kristen)

God’s Will in Dating (G-2)

Dating INSIGHT G-2: Serupa Kristus

Dating INSIGHT: Insightful Christian Dating Principles

17 Maret 2014

Untuk melihat & SUBSCRIBE di Youtube pembahasan tema ini, silahkan klik di sini

“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”.

Mencari Allah adalah the beginning, sebuah awal dalam pencarian segala sesuatu di dunia ini, termasuk juga dalam mencari pasangan hidup.  Kami (KF Chang dan Liana) percaya, jika Kristus diundang dalam masa pencarian pasangan hidup, Ia pasti akan memberikan yang terbaik bagi Anda.

Setelah Tuhan Yesus memberikan yang terbaik maka Dia pula yang akan memimpin arah, tujuan, sasaran dalam hubungan Anda. Sasaran akhir (the ending) yang Ia kehendaki bagi setiap anak-anak-Nya di masa dating (pacaran) adalah supaya Anda diubah semakin menyerupai Kristus! (Transform into Christlikeness)

Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

II Korintus 3: 18b “…dan karena kemuliaan itu datangnya daripada Tuhan yang adalah roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Apa maksud serupa dengan Kristus? Mari kita menelusuri pemahaman ini…

Manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah, so dalam diri manusia ada kualitas-kualitas yang mirip Allah. Misalnya:

  1.       Allah kekal, maka manusia memiliki pula kekekalan dalam hidupnya.
  2.       Allah berhikmat, penuh kebijaksanaan, maka manusia memiliki kecerdikan dan intelektualitas.
  3.       Allah dalam kekekalan adalah tiga pribadi yang saling berelasi dan berkomunikasi (di dalam Alkitab tertulis “Marilah Kita menciptakan manusia seturut gambar dan rupa Kita”).  Kata “Kita” menunjukkan adanya relasi dari tiga pribadi yang esa, Mereka berkomunikasi hingga sepakat dalam satu kehendak. Manusiapun diciptakan-Nya sebagai mahluk sosial, sehingga ada kerinduan untuk selalu berelasi dengan yang lain.
  4.       Allah dalam kekekalan adalah sumber segala kebaikan, sebab itu manusia seyogyanya bermoral untuk dapat memilih yang baik dan membuang yang jahat.

Namun celaka!

Continue reading

Dating INSIGHT G-1: Seek His Kingdom and His Righteousness (the Begining)

God’s Will in Dating (masa pacaran): Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Senin, 10 Maret 2014

T3: Timeless Words of God, Transparent Life of The Speakers (Ev.Chang Khui Fa dan Liana) & Definitely Will Transformed Your Life.

Mau lihat pembahasan ini via youtube? Silahkan klik link ini. 

Siaran kami biasanya diawali dengan doa bersama, ada baiknya Anda berdoa dulu sebelum melanjutkan membaca.

Mari kita mulai, pertanyaan apa yang sering ditanyakan anak-anak Tuhan? “Apa sih kehendak Tuhan bagiku?” atau bagi Anda yang mungkin sedang mencari pasangan hidup, “Siapa atau seperti apa sih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan?”

Karena pertanyaannya adalah Kehendak Tuhan, mari kita langsung aja melihat jawabannya pada Firman Tuhan.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Kata “carilah” menimbulkan sebuah pertanyaan dalam benak saya. “Apa sih yang kita cari dalam hidup ini?” So pasti banyak banget! Di bursa kerja tidak pernah kurang orang yang mencari pekerjaan, setiap hari orang mencari kekayaan, banyak juga yang mencari makanan sehingga marak kuliner dimana-mana. Dengan maraknya aplikasi jaringan sosial tidak sedikit pula yang mencari ketenaran dari yang namanya narsis sampai selfie. Banyak pula ibu-ibu rumah tangga yang searching barang-barang diskon. Secara khusus yang kita diskusikan adalah bagi para insan muda: Mencari pasangan hidup.

Dating INSIGHT begin

 

Continue reading

Siaran Perdana Dating INSIGHT

KLIK disini untuk Watch siaran Perdana Dating INSIGHT  L I V E  @ Studio Radio Maestro, Bandung.

DatingInsight  on Youtube

Dating INSIGHT: Insightful Christian Dating Principles

“Seribu langkah dimulai dari langkah pertama”  Ev.Chang Khui Fa

Perjalanan menuju pernikahan seumur hidup yang tidak terpisahkan adalah perjalanan yang sangat-sangat panjang. Ada gunung tinggi, turun ke lembah kelam, menyusuri sungai yang deras, bertemu hutan rimba nan gelap, beristirahat di padang rumput dan tahu-tahu bertemu jurang yang dalam. Bagaimana respon Anda saat hal ini terjadi? Akankah kesulitan demi kesulitan mengikat perjalanan Anda berdua atau malahan memisahkan dan menghentikan langkah Anda?

Sudahkah Anda mempersiapkan diri?

Langkah seperti apa yang Anda lakukan saat memasuki masa pernikahan? Langkah yang penuh keyakinan karena tangan Tuhan yang memegang Anda? Atau langkah yang terburu-buru sehingga jatuh dalam lubang yang dalam?

Dating INSIGHT akan mempersiapkan langkah-langkah Anda berdua memasuki mahligai pernikahan yang kudus.

Langkah-langkah yang mantap, kuat, tegap dan pasti.

Bukan karena kekuatan sendiri tapi karena anugerah Tuhan yang menyertai. Melalui Dating INSIGHT, hikmat, kebijaksanaan dan wawasan Kristiani yang berdasarkan kebenaran firman Tuhan akan disingkapkan.

Ikuti terus siaran Dating INSIGHT setiap Senin malam pk 19.00 – 20.00 LIVE dari Studio Maestro Bandung bersama Ev. Chang Khui Fa dan isteri tercinta Liana.

Continue reading

God’s Will in Dating (masa pacaran)

 God’s Will in Dating

Apakah kehendak Tuhan bagi anak-anak-Nya yang sedang memasuki masa-masa persiapan pernikahan (pacaran)?

Menyingkapkan makna:

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6: 33); Bertumbuh Menyerupai Kristus (Roma 8: 29); Tidak baik manusia seorang diri saja (Kejadian 2: 18); Terang tidak bisa bersatu weddingdengan gelap (2 Korintus 6:14), dan penolong yang sepadan (Kejadian 2: 18).

Dating INSIGHT setiap Senin jam 19.0-20.00 LIVE bersama Ev.Chang Khui Fa dan Liana di 92.5 MaestroFM