Archive | December 2014

Step-step buat Move On: Putus Pacar

Dating INSIGHT

After A Break Up 1

Step-Step buat Move On

Saksikan dating INSIGHT live di Studio Maestro Bandung Klik link ini

Putus cinta. Siapa sih yang mau? Rasanya ga enak banget. Namun siapa sangka, tiba-tiba saja dia datang tanpa diundang. Putus cinta bisa menghampiri siapa saja. Ga ada pengecualian. Dampak putus cinta berbeda-beda pada orang yang satu dengan yang lain, sangat tergantung dari respon pribadi terhadap kejadian menyakitkan ini.

Ini sebuah puisi dari saya: broken heart A2

Masa Dating itu adalah masa yang sangat penting. Jangan sampai sinting.

Harus tahan banting. Walau keadaannya genting.

Sedikit puisi berakhiran –ing, agar kamu jangan pusing. Tujuh keliling!

Masa pacaran biasanya dipakai untuk mengenal sang pujaan hati. Kalau menemukan dia orang yang tepat, berserulah,“Puji Tuhan!” dan ajaklah dia menikah. Namun kenyataannya, seseorang tidak selalu dapat langsung bertemu The ONE-nya.

Saya sendiri mengalami. Pacaran selama 5 tahun dengan pacar pertama, akhirnya harus berakhir, putus cinta! Liana juga, 4 tahun pacaran, terus ‘loe gue end.’

Berani memulai hubungan cinta, berani pula menerima pahitnya cinta. Diputusin. Continue reading

Advertisements

Stop dari Seks Pranikah; bisakah?

Respecting Your Date 4

Cinta Sejati vs Hawa Nafsu

Love vs Lust

Cinta vs Nafsu; Love vs Lust. Bagaimana sih membedakannya? Ada perbedaan mencolok sebenarnya, namun jika tidak peka, bisa-bisa kejebak.

Sejak kecil, sadar ga sadar, kita dibesarkan dengan pemikiran: Saya dicintai jika apa yang saya minta, diberikan. Sebaliknya, jika permintaan tidak dikabulkan berarti saya tidak dikasihi.  “Mama, bonekanya lucu, saya pengen beli!” seru seorang gadis kecil pada ibunya. “Kamu suka ya, nak? Yuk kita beli, mama mau berikan boneka itu buat kamu!” Jawab sang ibu dengan lembut. Sambil melompat-lompat kegirangan, sang gadis mencium ibunya dan  berkata, “Terima kasih mama! Aku sayang mama!”

Asumsi umum ini terbawa hingga dewasa. Baik pria maupun wanita, berpikir,”Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku, maka seharusnyalah kamu memberikan apa yang saya minta.”

Tapi hati-hati! Setelah dewasa dan masuk ke masa dating, kalau pacar meminta untuk berhubungan seks, ini justru bukan cinta sejati. Ini jelas cinta palsu!

Cinta sejati, tidak akan meminta sesuatu yang membuat pasangannya merasa tidak nyaman. Cinta sejati jelas bisa menunggu, cinta sejati menghormati pasangannya. Satu-satunya cara untuk menguji, apakah kamu dikuasai cinta sejati atau hawa nafsu belaka, adalah dengan berani menolak permintaan untuk berhubungan seksual di masa pacaran. Say “NO” to Premarital Sex!

1 Petrus 1: 14  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.

Continue reading